Governance, Risk Management & Compliance

IPCM Siap Datangkan Delapan Kapal Baru

Rabu 6 Juni 2018 7:44:0

IPCM bersiap menggunakan dana IPO yang telah dihimpun akhir tahun 2017 lalu untuk membeli delapan armada kapal yang baru.

JAKARTA-PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) tengah bersiap untuk menambah armada kapalnya sebagai bagian dari realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) yang dilakukan perusahaan pada akhir tahun 2017 lalu. Saat itu, dari proses IPO IPCM berhasil meraup dana segar dari masyarakat sebesar Rp461,89 miliar yang sesuai rencana seluruhnya bakal digunakan untuk penambahan kapal baru, baik untuk jenis kapal pandu maupun kapal tunda. Sejauh ini, IPCM sendiri tercatat memiliki armada kapal tunda maupun kapal pandu secara keseluruhan sebanyak 73 kapal. “Tahun ini kami mau tambah empat (kapal baru). Lalu tahun 2019 nanti (menambah) empat (kapal baru) lagi. Dananya dari hasil IPO karena sejauh ini sebagian besar belum kami pakai,” ujar Direktur Keuangan dan SDM IPCM, Herman Susilo, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan, di Jakarta, Selasa (6/6).

Untuk saat ini, menurut Herman, dana hasil IPO yang belum digunakan adalah sebesar Rp439,53 miliar. Sedangkan untuk kebutuhan penambahan armada kapal sebanyak empat unit ditahun ini, diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp248 miliar. Sisa dari dana tersebut nantinya disiapkan untuk anggaran penambahan armada kapal di tahun depan. “Tapi ya kita lihat dulu harganya tahun depan seperti apa. Kalau ternyata (anggarannya) masih kurang ya tinggal ditambah dari kas internal,” tutur Herman. Selain membahas soal rencana penambahan armada, RUPST kali ini juga memutuskan penggunaan laba bersih yang berhasil dikantongi oleh perusahaan di sepanjang tahun 2017 lalu. Diantaranya adalah sebesar 29,62 persen dialokasikan untuk pembagian dividen kepada investor yang dirasa turut berjasa dalam menopang kinerja perusahaan melalui partisipasinya dalam IPO lalu. “Dari total laba bersih (tahun 2017) sebesar Rp120,41 1miliar, Rp35,67 miliar diantaranya telah disepakati untuk dibagi sebagai dividen. Itu setara dengan Rp6,75 per saham,” tegas Herman.



Non Bank

Allianz Utama Indonesia Fokus Inovasi Digital dan Perkuat Bisnis Ritel di 2019

Sejalan dengan berkembangnya tren digital dalam kehidup

DanaLaut Siap Fasilitasi Pembiayaan UMK Kelautan Rp50 Miliar

Di 2019, DanaLaut berkomitmen menyalurkan pembiayaan ke

BI: Alipay dan Wechat Perlu Ijin Untuk Beroperasi

Perusahaan pembiayaan asing yang bergerak di sistem pem

Shopee Dukung Aturan Pajak e-Commerce

Sebagai salah satu perusahaan e-commece di Indonesia, S

Portofolio

Hadirkan Produk Derivatif GOFX, Pasar ICDX Semakin Liquid

GOFX adalah kelompok produk derivatif komoditi, terdiri

Pemanfaatan data Dispendukcapil, KSEI: Pembuatan Rekening Lebih Mudah

kerjasama ini dilakukan untuk memperdalam pasar investa

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi