Governance, Risk Management & Compliance

Jalan Mulus James Riady

Kamis 6 Oktober 2016 16:48:0

Langkah pengusaha James Riady untuk mengikuti tax amnesty dengan sekaligus deklarasi dan repatriasi dinilai hanya untuk menguntungkan bisnisnya saja. Jalan bisnis properti yang selama ini dikembangkan Lippo Grup akan mulus karena tax amnesty.

Munculnya dua taipan yang mengikuti program pengampunan pajak menjadi kejutan tersendiri. Awal September lalu, Bos kelompok usaha Lippo itu mendatangi Kantor Pajak dan mengungkapkan akan mengikuti dua layanan amnesti pajak, yaitu deklarasi dan repatriasi. Menyusul kemudian pendiri Grup Mayapada, Dato Sri Tahir, juga menyerahkan dokumen program tax amnesty.

James Riady adalah anak Mochtar Riady, legenda perbankan yang dikenal bertangan dingin dalam membangun sebuah bank. BCA adalah salah satu warisannya. Dan Tahir yang juga saudara ipar James Riady. Keduanya adalah konglomerat terkaya di Indonesia pada urutan 9 dan 10 versi majalah Forbes tahun ini.

Mochtar Riady yang berada di urutan orang terkaya ke-9 di Indonesia memiliki kekayaan senilai 2,2 miliar dolar AS setara dengan Rp28,82 triliun. Dia memiliki Grup Lippo yang bergerak di sektor properti, rumah sakit, ritel, hingga media. Adapun, Tahir sebagai pemilik Grup Mayapada tercatat menjadi orang terkaya ke-10 di Indonesia. Dia diperkirakan memiliki kekayaan 2 miliar dolar AS setara dengan Rp26,2 triliun di sektor perbankan, rumah sakit, properti, dan lainnya.
Menurut James, dia mengikuti program pengampunan pajak karena yakin bahwa pemerintah sungguhsungguh ingin membangun sistem perpajakan yang benar, tidak seperti yang lalu.

“Saya baca undang-undang mengenai tax amnesty dan melihat isinya itu begitu sempurna, saya tersentuh oleh kinerja Direktorat Perpajakan untuk mensosialisasi program amnesti pajak,” ujar Jemas.

Perihal nilai repatriasi yang mencapai minimal Rp35 triliun, dia mengatakan akan menyalurkan dananya ke investasi di sektor riil dan berada di kawasan timur Indonesia. “Karena paling banyak menjanjikan,” katanya.

Investasi tersebut nantinya disalurkan untuk pembangunan di Indonesia, khususnya daerah terpencil. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tersebut mengatakan institusinya akan selalu mensosialisasi amnesti pajak. Ia mendorong semua anggota Kadin berpartisipasi dalam program tersebut.

Untungkan Taipan

Akan tetapi, sebagai pebisnis tulen aksi James Riady dinilai tidak hanya semata-mata karena ingin patuh pada aturan. Ada keuntungan bisnis bagi kelompok usahanya yang sudah diperhitungkan akan diraihnya terkait dengan aksinya itu. Setidaknya itulah yang dikatakan pengamat ekonomi dan pasar modal Yanuar Rizky.

Dalam tulisannya, pengamat yang sangat kritis itu mengatakan bahwa khusus untuk Lippo Grup, kehadiran Tax amnesty akan sangat menguntungkan bisnisnya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Lippo Grup terkenal dengan strateginya yang cerdik dalam permainan sekuritisasi aset keuangan dan juga properti. Sebelum tax amnesty disahkan, pemerintah sudah terlebih dahulu menerbitkan paket kebijakan dengan segudang insetif bagi pelaku usaha. Salah satunya adalah ruang insetif melalui paket Kebijakan Ekonomi jilid 5, dimana terdapat insentif penghilangan pajak berganda untuk instrumen keuangan yang berbentuk kontrak investasi kolektif dari dana investasi real estate (DIRE) atau Real Estate Investment Trusts (REITs).

DIRE adalah salah satu sarana investasi baru yang secara hukum di Indonesia akan berbentuk kontrak investasi kolektif. Instrumen itu diartikan sebagai kumpulan uang pemodal yang oleh perusahaan investasi akan diinvestasikan ke bentuk aset properti baik secara langsung seperti membeli gedung maupun tidak langsung dengan membeli saham atau obligasi perusahaan properti. DIRE diwajibkan menginvestasikan minimum 80 persen dari dana kelolaannya ke real estate di mana minimum 50 persennya harus berbentuk aset real estate langsung.

Lippo memiliki dua REITs di Singapura saat ini. Dan sejak tahun lalu James sudah mengatakan bahwa pihaknya akan memindahkan semuanya ke Indonesia. “Harapan kami REITs itu bisa dipindahkan dengan asset value Rp 35 triliun,” ujar James akhir Agustus 2015 lalu.

Tahun ini diperkirakan akan menjadi waktu yang tepat bagi Lippo Grup untuk memulangkan aset DIRE-nya yang di Singapura bersamaan dengan program pengampunan pajak. James mengungkapkan alasan memindahkan REITs ke Indonesia, karena negara ini merupakan tempat investasi terbaik.

Sekaligus, Lippo juga ingin mengambil bagian untuk membangun bangsa. Selain itu, Lippo tengah menjajaki Mitsubishi Corporation, untuk mengelola REITs. “Ini salah satu pembicaraan kita bagaimana mengembangkan REITs dan asset management. Aset-aset Lippo yang sudah ada reccuring income, yang dimasukkan,” jelas James.

Bahkan Lippo Grup sudah mengekspektasikan DIRE yangdikelolanya bisa bisa mencapai nilai di atas Rp 100 triliun dalam 3-4 tahun. “Jadi  kalau beliau (James  red) )repatriasi, ya karena sudah difasilitasi juga instrumen dari aset-asetnya yang jadi hobinya sejak dulu heboh Kavling Serasi waktu masih zaman Bank Lippo dan Lippo Karawaci,” kata Yanuar.

Intinya, terang Yanuar, Tax amnesty hanya akan menarik kalau ada instrumen investasi di dalam negerinya. Nah, Lippo Grup sudah memiliki instrumen untuk sekuritisasi aset properti yang memang telah menjadi mainanya sejak dulu. Namun demikian, Yanuar menyayangkan hingga saat ini pemerintah belum melakukan sekuritasasi fskal untuk pembagunan dan juga ekspansi uang beredar seperti yang diinginkan pemerintah. “Sebab kalau hanya berputar di swasta ke swasta, maka repatriasi ini ibarat lari di treadmill, sejauh apapun tetap tidak jalan-jalan di perkampungan masyarakat,” kata dia.

Pemerintah mendapat 2 persen dari nilai repatriasi dan 4 persen dari deklarasi harta karung para taipan di luar negeri. Namun menurut Yanuar, hanya 2 persen ditambah 4 persen itu saja yang masuk ke roda uang fskal negara.

Karena nilai aset yang dia bawa pulang oleh para taipan, semisal Lippo Grup, kemungkinan masuk kantong bisnisnya sendiri yang ada di Indonesia. Nama James sebelumnya disebutsebut tercantum dalam dokumen Panama Papers. Ia, menyewa frma hukum itu untuk mendirikan perusahaan cangkang bebas pajak di luar negeri. James tercatat sebagai pemegang saham di sebuah perusahaan bernama Golden Walk Enterprise Ltd. Perusahaan itu didirikan dengan bantuan Mossack di British Virgin Islands pada 2011. Putranya, John Riady, juga tercatat sebagai pemilik Phoenix Pacifc Enterprise Ltd di BVI. Menurut data Forbes, kekayaan keluarga Riady mencapai 2,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp27,9 triliun.

Jelang Hari Terakhir, DJP Jawa Tengah I Imbau Masyarakat Ikut Amnesti Pajak

Thu, 30 Mar 2017 - Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I terus menjalin kerja sama berkelanjutan dengan berbagai pihak untuk menyukseskan program Amnesti Pajak yang hanya tinggal satu hari.

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Wed, 18 Jan 2017 - Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bisa aja. Kalau menurut saya ada bagusnya kok

Menkeu Singkirkan JP Morgan dari List Bank Persepsi

Wed, 04 Jan 2017 - JP Morgan Chase Bank, N. A menurunkan peringkat surat utang Indonesia dari overweight menjadi underweight.

OJK Optimis Beri Angin Segar bagi Pasar Modal di 2017

Fri, 30 Dec 2016 - Dana repatriasi Wajib Pajak Tax Amnesty akan mulai dialokasikan secara besar-besaran ke sektor pasar modal yang lebih beragam produk investasinya.

Dana Repatriasi Pengaruhi Nilai Rupiah

Mon, 05 Dec 2016 - Untuk saat ini repatriasi masih belum mempengaruhi pergerakan Rupiah karena dana repatriasi dari peserta tax amnesty masih parkir di bank gateway dalam bentuk mata uang asing.

Mereka yang Manfaatkan Tax Amnesty

Thu, 24 Nov 2016 - Sejumlah konglomerat memanfaatkan tax amnesty menjelang periode pertama program itu berakhir.



Non Bank

Amartha Salurkan Rp970M Dana Khusus Perempuan

Amartha, penyalur pinjaman khusus perempuan pelaku UMKM

Allianz Indonesia Ikuti Perkembangan Fintech Tingkatkan Penetrasi Asuransi

Dengan mempertimbangkan pesatnya perkembangan fintech,

Ini Peluang dan Tantangan Industri Asuransi Jiwa di 2019

Sebagai kontributor utama industri asuransi, tingkat pe

AIA Catat Pertumbuhan Dua Digit di 2018

AIA berhasil meningkatkan laba operasi setelah pajak me

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi