Governance, Risk Management & Compliance

Jamkrindo Inisiasi Platform Marketplace Penjaminan "UMKM Layak"

Jumat 15 Maret 2019 16:28:0

Aplikasi umkmlayak berfungsi menjadi alat analisa kelayakan usaha UMKM sekaligus mempertemukan UMKM layak kredit dengan lembaga keuangan penyalur kredit.

SEMARANG, Stabilitas -Untuk meningkatkan aksebilitas finansial UMKM dan Koperasi, sebagai perusahaan penjaminan terbesar Perum Jamkrindo terus melakukan inovasi. Inovasi terbaru yang diinisiasi Perum Jamkrindo adalah platform marketplace guarantee (MPG) bernama aplikasi "UMKM Layak" yang bisa menciptakan captive market penjaminan. Aplikasi itu dapat diakses melalui laman umkmlayak.co.id dan berfungsi menjadi alat analisa kelayakan usaha UMKM sekaligus mempertemukan UMKM layak kredit dengan lembaga keuangan penyalur kredit. 

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan, dalam "UMKM Layak" Perum Jamkrindo berperan menilai kelayakan usaha UMKM melalui sistem pemeringkatan yang mengintegrasikan metodologi Jamkrindo Scoring (JScore), psikometrik, LPIP (Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan) dan data NIK.

Menurut Randi, aplikasi "UMKM Layak" dapat mempermudah UMKM dalam mengakses permodalan dari lembaga keuangan mitra Jamkrindo. Perum Jamkrindo bertindak sebagai pemasok data UMKM potensial yang layak kredit dan layak jamin kepada mitra penerima jaminan yaitu lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank.

"Sebagai alat analisa kelayakan usaha UMKM, aplikasi "UMKM Layak" ini memadukan data dan informasi usaha, karakter melalui psikometrik serta rekam jejak kredit/pembiayaan UMKM. Dengan analisa menyeluruh, diharapkan tidak ada lagi informasi asimetris antara UMKM dengan lembaga keuangan," ujar Randi Anto, dalam siaran Pers Jumat, 15 Maret 2019

Dari sisi UMKM, dengan memiliki peringkat "UMKM Layak", UMKM memiliki posisi tawar yang lebih baik. Sementara itu, dari sisi lembaga keuangan, terutama perbankan, aplikasi "UMKM Layak" dapat menjadi referensi calon debitur kredit yang memang layak untuk diberi permodalan.

Lebih lanjut Randi mengatakan, pada hari ini, Perum Jamkrindo telah melaksanakan sosialisasi di Kota Semarang dengan menggandeng asosiasi pendamping UMKM yakni Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) agar semakin banyak UMKM mendapat informasi mengenai terobosan Perum Jamkrindo di bidang penjaminan kredit ini. "Semakin banyak UMKM yang dapat menikmati layanan "UMKM Layak", makin meningkat akses finansial bagi UMKM. Ini akan berperan dalam pemerataan perekonomian nasional," ujarnya.

Kepala Divisi Manajemen Risiko dan PUKM Perum Jamkrindo Ceriandri Widuri menambahkan, ada ratusan UMKM yang hadir untuk mengikuti sosialisasi "UMKM Layak". Selain memperoleh akses terhadap pembiayaan, dengan terdaftar dalam aplikasi "UMKM Layak", UMKM bisa memperoleh pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Perum Jamkrindo.

"Aplikasi ini masih dalam tahap pilot project. Rencananya kami akan sosialisasikan terlebih dahulu di 4 wilayah dengan target 1.000 UMKM terdata di aplikasi dan dapat diajukan untuk memperoleh kredit/pembiayaan dari perbankan," ujar Ceriandri. (Agt)



Non Bank

CIMB Niaga dan BPJPH Sinergi Dukung Industri Halal

Kerja sama CIMB Niaga melalui Unit Usaha Syariah (UUS)

Digibank Jadi Mitra Distribusi Obligasi Ritel Indonesia

ORI016 adalah salah satu instrumen SBN yang ditawarkan

Fintech Do-It dan AIQQON Jalin Kerja Sama Strategis

Kerja sama ini menargetkan jutaan UMKM Go Digital.

Modalku & Hipmi Jaya Bagikan Kiat Melancarkan Arus Kas Bisnis

Proses Invoice Financing yang cepat menjadikan pinjaman

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi