Governance, Risk Management & Compliance

Jaya Ancol Bagikan Dividen Rp84 Miliar

Jumat 21 Juni 2019 2:22:0

Deviden yang diberikan berasal dari laba perusahaan pada tahun 2018. Dari total laba Rp223 Miliar, sebanyak 1 persen dijadikan laba ditahan untuk pengembangan bisnis.

JAKARTA, STabilitas-- PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk memutuskan pembagian deviden sebesar Rp53/ saham atau 37,96 persen dari total laba Perseroan Tahun Buku 2018 yang sebesar Rp 223 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019.

"Total deviden yang dibayarkan sebesar Rp84,79 miliar," ungkap Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk, Teuku Sahir Syahali dalam public expose Perseroan di Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta (20/6/2019).

Selain penggunaan laba untuk deviden, pemegang saham Perseroan juga menetapkan laba ditahan sebesar Rp138,58 miliar atau sebesar 62,04 persen dari perolehan laba 2018. Kemudian sebesar Rp2,23 miliar atau 1 persen dari total laba 2018 dijadikan sebagai laba ditahan.

Sahir menambahkan, RUPST juga memutuskan perubahan direksi Perseroan antara lain Teuku Sahir Syahali diangkat menjadi Direktur Utama menggantikan C. Paul Tehusijarana yang masa jabatannya berakhir. RUPST juga mengangkat dua Direktur Baru dalam rangka memperkuat jajaran manajemen yaitu Hari Sundjojo dan Febby Intan, mengisi kekosongan yang ditinggal C Paul Tehusijarana dan Daniel Nainggolan yang masa jabatannya berakhir.

"Kami berharap ke depan manajemen semakin solid dan kompak. Karena kami mempunyai rencana strategis ke depan yang harus dikelola oleh orang-orang yang kompeten. Seperti rencana layanan berbasis digital. Nant akan ada Digi Ancol, Ancol Aps, penerapan cashless untuk mempermudah konsumen," ungkap Sahir.

Dia mengungkapkan, ke depan akan banyak inovasi yang dikembangkan Perseroan baik dari segmen Rekreasi maupun Properti. Saat ini, katanya, segmen rekreasi masih mendominasi pendapatan hingga 90 persen.

"Pendapatan di 2018 sebesar Rp 1,3 triliun itu 90 persennya diperoleh dari rekreasi. Ke depan kami berharap nanti saatnya properti akan booming dan ambil porsi lebih. Bisa 40:60 persen" harapnya.

Untuk diketahui, saat ini belanja investasi 2019 sekitar Rp800 miliar akan difokuskan untuk pengembangan infrastruktur di segmen rekreasi, seperti pengembangan wahana baru dan perluasan kawasan pantai, pembangunan kolam renang dan restoran serta investasi layanan digital. Sementara untuk inovasi properti dalam tahap desain.

"Kita sudah realisasikan capex sekitar Rp500 - Rp600 miliar," ungkap Sahir.

Untuk pendanaaan Capex, Sahir mengatakan Perseroan mengandalkan modal sendiri, obligasi dan pinjaman bank.

"Kita punya nett cash cukup besar. Untuk obligasi kita punya PUB tahun ini sebesar Rp 1 triliun,"ujar Sahir.

Di kesempatan yang sama, Agung Praptono Corporate Secretary Division Head, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengungkapkan, dari beragam bisnis yang dikelola Perseroan saat ini berdampak pada peningkatan pendapatan Perseroan di tahun 2018 yang tumbuh 3,54 persen menjadi Rp 1.284 miliar dari Rp 1.240 miliar di 2017. Alhasil laba 2018 juga tumbuh 1,44 persen menjadi Rp 223 miliar, dari posisi laba 2017 yang sebesar Rp 220 miliar.

Sementara itu, aset Perseroan juga melesat tumbuh 16,36 persen dari Rp 3.748 miliar menjadi Rp 4.361 miliar. Liabilitas juga tercatat tumbuh 27,19 persen menjadi Rp1.758 miliar, dari posisi 2017 yang sebesar Rp 2.236 miliar. Dan equitas di akhir 2018 tercatat sebesar Rp 2.126 miliar, tumbuh 6,79 persen dari posisi 2017 yang sebesar Rp 1.990 miliar.

Untuk jumlah kunjungan Taman Impian Jaya Ancol, Tahun 2018 mencapai 18,56 juta dan tahun 2017 yang mencapai 18.7 juta pengunjung.

BTN Akan Akuisisi Perusahaan Modal Ventura

Thu, 29 Aug 2019 - Sarana Papua Ventura akan jadi perusahaan modal ventura milik Bank BTN dalam rangka penyertaan modal ke PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang mengelola LinkAja.

RUPS BTN Setujui Bagikan Dividen 20 Persen

Fri, 17 May 2019 - Dalam RUPS tersebut, selain membahas laporan keuangan perseroan, RUPS juga memutuskan untuk mengganti anggota dewan komisaris dan mengubah nomenklatur jabatan direksi.

Cetak Laba Rp25 Triliun, Mandiri Bagikan Deviden Rp11,2T

Thu, 16 May 2019 - Dalam RUPS tersebut juga disepakati pengangkatan kembali Askolani sebagai komisaris perusahaan. Selain itu pemegang saham juga sepakat perubahan nomenklatur.

BNI Bagikan Deviden Rp3,75 Triliun

Tue, 14 May 2019 - BNI memutuskan untuk menbagikan 25 persen laba kepada pemegang saham serta memanfaatkan 75 persen sisanya sebagai saldo laba ditahan yang akan digunakan untuk tambahan modal korporasi.

Waskita Bagikan Dividen Rp 990,7 Miliar

Thu, 09 May 2019 - Dalam RUPS yang diadakan di Ballroom Hotel Pullman Jakatya tersebut memutuskan akan membagikan deviden kepada para pemegang saham sebesar 25 persen dari hasil laba bersih perseroan dan akan dibagikan pada tanggal 12 Juni 2019.

Kinerja Operasi Semakin Kokoh, ABM Investama Kembali Bagikan Dividen

Thu, 02 May 2019 - Selama tahun 2018 ABM Investama berhasil meraih laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.


Non Bank

CIMB Niaga dan BPJPH Sinergi Dukung Industri Halal

Kerja sama CIMB Niaga melalui Unit Usaha Syariah (UUS)

Digibank Jadi Mitra Distribusi Obligasi Ritel Indonesia

ORI016 adalah salah satu instrumen SBN yang ditawarkan

Fintech Do-It dan AIQQON Jalin Kerja Sama Strategis

Kerja sama ini menargetkan jutaan UMKM Go Digital.

Modalku & Hipmi Jaya Bagikan Kiat Melancarkan Arus Kas Bisnis

Proses Invoice Financing yang cepat menjadikan pinjaman

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi