Governance, Risk Management & Compliance

Jerman Tolak Tuntutan Bantuan Akibat Krisis

Jumat 2 Desember 2011 1:27:28

Jakarta – Jerman menegaskan kepada sejumlah negara-negara yang terkena krisis ekonomi tidak boleh menuntut bantuan kepada pemerintahannya. Beberapa negara Eropa mengalami krisis karena menjalankan kebijakan ekonomi yang tidak tepat. &quo

Jakarta – Jerman menegaskan kepada sejumlah negara-negara yang terkena krisis ekonomi tidak boleh menuntut bantuan kepada pemerintahannya. Beberapa negara Eropa mengalami krisis karena menjalankan kebijakan ekonomi yang tidak tepat.

"Tidak boleh menuntut bantuan dari pemerintah kami," ujar Presiden Jerman Y.M. Christian Wulff usai pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Kamis (1/12).

Ia melontarkan kritik terhadap negara Eropa yang dilanda krisis. Menurutnya negara tersebut tidak menjalankan kebijakan ekonomi yang benar, yakni terus menumpuk hutang secara berlebihan dan boros.

Jerman menyebut negara-negara tersebut sebagai shopaholic Euro. Ia menyerukan agar negara tersebut mulai merubah kebijakan ekonominya dan tetap berhemat. "Tidak hanya di eropa yang harus berubah cara berekonomi tidak boleh menumpuk hutang berlebih-lebihan," katanya.

Nilai mata uang Euro cukup stabil dalam kurun waktu 10 tahun. Tiba-tiba kondisi berubah lantaran sektor perbankan melakukan kesalahan meninggalkan utang di negara Eropa.

Pemerintah Indonesia sendiri berjanji akan meningkatkan hubungan perdagangan dengan Jerman. Komitmen tersebut untuk meningkatkan volume perdagangan Indonesia dengan Jerman. Saat ini volume perdagangan kedua negara masih rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan meski volume perdagangan dan investasi saat ini dengan Jerman cukup baik, tetapi kedua angka itu bisa lebih ditingkatkan lagi. "Indonesia mempunyai MP3EI dan saya undang Jerman untuk menjadi salah satu strategic partner pasar kita,"ujar presiden.

Saat ini volume perdagangan Indonesia-Jerman sebesar 6 miliar dollar AS dan angka investasi terakhir sebesar 300 juta dollar AS.



Non Bank

OJK: Kemajuan Teknologi Finansial Perlu didukung SDM yang Handal.

Berdasarkan data World Bank, dari jumlah 157 negara, In

Presiden Jokowi: Pengembangan Ekonomi Digital Butuh Kebijakan yang Akomodatif

Pengaturan yang akomodatif menjadi semakin penting, aga

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi d

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games

Portofolio

OJK Dorong Pertumbuhan Industri di Daerah Melalui Pasar Modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perusahaan

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi