Governance, Risk Management & Compliance

Jokowi Ingatkan Pemimpin Ekonomi Dunia Bersatu Hadapi Ancaman Global

Jumat 12 Oktober 2018 12:23:0

Dengan berbagai ancaman tersebut, saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi negara-negara untuk saling bersaing dan berebut kekuasaan. Negara-negara harus saling untuk kerja sama dan kolaborasi.

NUSA DUA, Stabilitas -- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengingatkan para pemimpin ekonomi dunia untuk bersatu menghadapi berbagai ancaman global, tak hanya dari sisi ekonomi namun juga masalah lingkungan yang mengancam kehidupan. Dengan berbagai ancaman tersebut, saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi negara-negara untuk saling bersaing dan berebut kekuasaan. Negara-negara harus saling untuk kerja sama dan kolaborasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam sidang pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, hari ini, Jumat (12/10), di Nusa Dua, Bali.

Sidang pleno atau Annual Meetings Plenary merupakan sidang terbesar dalam rangkaian Sidang Tahunan IMF-Bank Dunia. Selain pimpinan IMF, Bank Dunia, serta seluruh gubernur bank sentral dan menteri keuangan dari 189 negara, sidang dihadiri pula peserta Pertemuan Tahunan dari berbagai penjuru dunia. Beberapa presiden dan perdana menteri di ASEAN turut hadir dalam pembukaan sidang pleno Pertemuan Tahunan 2018 di Bali kali ini.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo mengibaratkan keadaan ekonomi dunia saat ini bagaikan kisah Game of Thrones. Layaknya houses dalam serial tersebut memerebutkan iron throne, negara-negara pun memperebutkan kekuasaan di bidang ekonomi, antara lain melalui perang dagang. Selagi berperang, masing-masing tidak menyadari ancaman musim dingin dari utara, yang diibaratkan sebagai berbagai permasalahan yang mengancam bumi, seperti perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan badai di berbagai wilayah hingga sampah plastik di laut yang mengancam pasokan bahan pangan.

Presiden RI menekankan bahwa apabila negara-negara tetap bersikeras untuk berperang, hasilnya sudah dapat diprediksi. Ketika kemenangan telah dirayakan dan kekalahan telah diratapi, baru disadari bahwa dalam setiap perang, hasilnya selalu sama: dunia yang porak-poranda. Untuk itu, negara-negara harus mengubah pola pikir mereka. Kerja sama dan koordinasi harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang sama, seperti halnya kerja sama antarnegara telah membantu pemulihan dari krisis ekonomi global pada tahun 2008.

Sejalan dengan itu, Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, juga menekankan pentingnya negara-negara bergerak bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah multilateral. Lagarde menekankan konsep multilateralisme baru, yang terbagi menjadi dua dimensi. Pertama, dimensi moneter dan fiskal. Kedua, dimensi ketidaksetaraan (inequality), teknologi, dan kesinambungan (sustainability). Permasalahan dunia yang semakin kompleks tersebut hanya dapat diselesaikan bersama-sama, melalui kerja sama antarnegara, mempertimbangkan efek yang mungkin dirasakan masyarakat.

Presiden World Bank, Jim Yong Kim, menambahkan bahwa terdapat dua masalah yang dihadapi seluruh negara, kaya maupun miskin. Kedua masalah tersebut adalah perubahan iklim dan human capital. Negara-negara harus bergerak bersama untuk memperbaiki kedua hal tersebut, untuk memastikan dunia yang baik bagi generasi mendatang. Gerakan tersebut harus dilakukan saat ini juga.

Dengan komitmen seluruh dunia untuk bergerak bahu-membahu memperbaiki dunia, gejolak ketidakpastian global diharapkan dapat segera berlalu. Seperti harapan yang disampaikan Presiden RI dalam akhir pidatonya, semoga seluruh pembuat kebijakan ekonomi dapat memetik inspirasi dari indahnya alam Bali dan Indonesia untuk menghasikan kejernihan hati dan pikiran, agar mampu memperbaiki keadaan ekonomi global untuk kebaikan bersama.

Asia Perlu Pendekatan Kawasan Untuk Memanfaatkan Sepenuhnya Potensi Fintech

Thu, 11 Oct 2018 - Disintermediasi layanan fintech atau konsentrasi layanan di antara beberapa penyedia juga dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan.

Presiden Jokowi: Pengembangan Ekonomi Digital Butuh Kebijakan yang Akomodatif

Thu, 11 Oct 2018 - Pengaturan yang akomodatif menjadi semakin penting, agar masyarakat tidak terdorong ke arah sudut-sudut internet yang tidak diregulasi. Untuk itu, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam hal sosialisasi kepada otoritas.

Indonesia dan Singapura Sepakati Kerja Sama Keuangan Antar-Bank Sentral

Thu, 11 Oct 2018 - Salah satu substansi kerja sama yang disepakati adalah kerja sama antara Bank Indonesia (BI) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) dalam pengelolaan likuiditas valas secara bilateral (Bilateral Liquidity Management Arrangement-BLMA)

Menkeu: Jadi Tuan Rumah Annual Meeting IMF-WB, Indonesia Tidak Berutang Ke IMF

Mon, 08 Oct 2018 - Menkeu menjelaskan bahwa kegiatan yang diadakan dari tanggal 8 - 14 Oktober 2018 akan membahas perkembangan ekonomi dunia, terutama mengatasi perubahan kebijakan suatu negara yang dapat berdampak ke negara lain.

Indonesia Perjuangkan Empat Tema Prioritas di Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018

Mon, 08 Oct 2018 - Indonesia akan mengambil manfaat sebesar-besarnya sebagai tuan rumah kegiatan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia tahun 2018 dengan memperjuangkan empat tema prioritas di bidang keuangan.



Non Bank

Presiden Jokowi: Pengembangan Ekonomi Digital Butuh Kebijakan yang Akomodatif

Pengaturan yang akomodatif menjadi semakin penting, aga

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi d

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games

OJK Temukan 182 Fintech dan 10 Entitas Penawaran Investasi Tanpa Izin

Jumlah peer to peer lendingtidak berijin yang ditemukan

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi