Governance, Risk Management & Compliance

Kebut Bisnis, Intiland Andalkan Proyek Dekat MRT

Rabu 15 Mei 2019 4:8:0

PT Intiland Development Tbk akan menggenjot bisnisnya lewat produk-produk existing terkoneksi dengan sarana transportasi publik, salah satunya adalah moda Mass Rapid Transit alias Moda Raya Terpadu (MRT).

JAKARTA, Stabilitas-Kalangan pengembang meyakini bahwa geliat sektor properti nasional ke depan pasca pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) beberapa waktu lalu bakal semakin positif. Hal ini didorong oleh mulai aktifnya kembali belanja properti oleh kalangan investor yang sebelum gelaran Pemilu sementara memilih untuk wait and see. Pandangan itu diantaranya dianut oleh PT Intiland Development Tbk. "Dengan pelaksanaan Pemilu yang relatif lancar dan aman, juga hasil Pemilu yang cukup baik ini kami memperkirakan sikap wait and see dari investor bakal semakin berkurang. Mereka akan seger kembali ke pasar," ujar Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk, Archied Noto Pradono, usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan, di Jakarta, Rabu (15/5).

Dengan berbekal proyeksi tersebut di atas, menurut Archied, pihaknya ke depan bakal mulai mengebut kinerja bisnisnya, yaitu dengan berfokus pada penjualan produk-prpduk perusahaan yang telah existing. Tak hanya itu, strategi terbaru perusahaan dengan kode emiten DILD tersebut adalah dengan mengedepankan produk-produk yang dekat atau memiliki konektivitas dengan sarana transportasi publik. Salah satunya dalah moda Mass Rapid Transit alias Moda Raya Terpadu (MRT). Saat ini, Intiland tercatat telah memiliki tujuh proyek yang terintegrasi dengan MRT dan tiga proyek lain yang terhubung dengan commuter line. "Saat ini kami fokus pada kampanye Stay on The Blue Line, atau secara konsep yaitu tinggal di lokasi yang terkoneksi dengan MRT. Ini akan meningkatkan nilai investasi properti yang dimiliki karena secara akses akan semakin mudah," sahut Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, dalam kesempatan yang sama. Tujuh proyek Intiland yang terkoneksi dengan MRT meliputi 57 Promenade di Kawasan Hotel Indonesia (HI), Intiland Tower di Kawasan Sudirman, 1 Park Avenue yang dekat dengan Blok M, South Quarter dan South Quarter Res di Kawasan fatmawati dan South Grovem Serenia Hills dan Poins yang dekat dengan Kawasan Stasiun MRT Lebak Bulus. "Agar semakin connect seperti di Serenia Hills dan beberapa lagi yang lain, saat ini kami sedang siapkan shuttle bus dengan tujuan Stasiun MRT Lebak Bulus dan juga Stasiun Fatmawati," tutur Theresia. (TS)



Non Bank

Ekonom DBS Perkirakan BI Turunkan Suku Bunga Acuan

Ada beberapa faktor yang mendukung BI turunkan bunga ac

Sequis Hadirkan Produk untuk Milenial

M!Protection adalah produk asuransi yang diperuntukkan

Resmi Diluncurkan, LinkAja Kenalkan Jajaran Manajemen dan Pencapaian

Meski baru resmi diluncurkan, LinkAja tercatat telah be

Tanamduit Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) T

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi