Governance, Risk Management & Compliance

Kemendag Bawa Pelaku Bisnis Indonesia ke Australia

Jumat 14 Februari 2020 3:17:0

Untuk meningkatkan pemanfaatan IA-CEPA, para pebisnis diharapkan lebih mempersiapkan diri lebih baik dan memperkuat kerja sama dalam mengembangkan pasar, serta mendorong satu sama lain untuk melakukan hubungan bisnis.

JAKARTA, Stabilitas-- Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) telah diratifikasi oleh DPR RI, 6 Februari lalu.

"Indonesia berharap, dengan telah diratifikasinya IA-CEPA ini, maka dalam 5 tahun ke depan, kedua negara sudah mempunyai peta jalan yang jelas (plan of action). Dengan demikian, diharapkan hubungan bilateral Indonesia-Australia akan semakin kuat dan saling menguntungkan," demikian disampaikan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo mewakili Menteri Perdagangan RI pada acara Forum Bisnis Indonesia-Australia yang digelar di Hotel Shangri La, Sydney, Australia.

Untuk mengoptimalkan IA-CEPA tersebut, Kementerian Perdagangan membawa sejumlah pelaku bisnis Indonesia ke Australia. Para pelaku bisnis tersebut bergerak di bidang kayu, furnitur, dekorasi rumah, kerajinan, makanan dan minuman, kopi, pupuk, dan niaga elektronik (e-commerce). Dirjen PPI berharap, pebisnis Australia dapat melakukan diskusi yang bermanfaat dengan mitra mereka yang ikut serta dalam forum tersebut.

"Untuk mengoptimalkan hasil perjanjian IA-CEPA tersebut, Kemendag membawa delegasi bisnis Indonesia ke Australia yang mewakili berbagai sektor untuk berpatisipasi dalam meningkatkan perdagangan kedua negara," tegas Iman.

Saat ini, Indonesia melakukan kerja sama dengan Australia di berbagai bidang, di antaranya telekomunikasi, rumah sakit, pertambangan, asuransi, konstruksi, pendidikan tinggi, serta pelatihan kejuruan teknis. Indonesia juga memberikan tarif khusus untuk beberapa produk pertanian, termasuk biji-bijian pakan, dan untuk gulungan baja canai panas/dingin.

Dalam mengatasi hambatan perdagangan, Dirjen PPI menjelaskan bahwa terdapat beberapa strategi yang dilakukan pemerintah dalam upaya memperluas perdagangan yaitu dengan meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta melanjutkan reformasi dalam perdagangan dan investasi agar lebih terintegrasi ke dalam ekonomi dunia.

Presiden RI Joko Widodo telah menetapkan 5 prioritas pembangunan, yaitu sumber daya manusia, infrastruktur, penyederhanaan peraturan, efisiensi birokrasi, dan transformasi ekonomi. Pada transformasi ekonomi, Kemendag telah menetapkan 4 kebijakan, yaitu meningkatkan partisipasi dalam Rantai Nilai Global (GVC); menyederhanakan prosedur perdagangan untuk mengurangi biaya dan waktu; meningkatkan efisiensi logistik; dan memperluas pasar.

Indonesia menyadari Indonesia tidak dapat memainkan perannya sendiri dalam perdagangan, namun membutuhkan mitra untuk tumbuh bersama, termasuk Australia. Di dunia yang semakin mengglobal ini, setiap negara membutuhkan negara lain sebagai partner untuk membangun dan memperluas bisnisnya.

Untuk itu, Dirjen PPI tak lupa mengundang para pebisnis Australia untuk datang ke Trade Expo Indonesia yang akan diadakan pada 30 September hingga 4 Oktober 2020 mendatang. Tahun 2019 lalu, terdapat 133 delegasi bisnis Australia yang datang ke acara tersebut dengan transaksi yang dihasilkan selama pameran mencapai USD 25,79 juta. Produk yang diminati dari Indonesia, antara lain produk pertanian, makanan olahan, rempahrempah, produk plastik, furnitur, herbal, dan barang konsumsi.

Selain itu, Dirjen PPI juga mengundang pebisnis Australia untuk mengunjungi Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai yang akan diselenggarakan dari 20 Oktober 2020 hingga 10 April 2021. Paviliun Indonesia pada Expo 2020 Dubai akan menunjukkan perkembangan inovatif sumber daya alam berkelanjutan Indonesia, industri 4.0, ekonomi digital, dan beragam budaya dan sifat Indonesia yang indah sebagai pulau-pulau peluang yang ditampilkan.

Selanjutnya, kegiatan forum bisnis ini juga diisi dengan Diskusi Panel "IA-CEPA: A Pathway to Explore Opportunities Next Door" dengan narasumber yaitu State Director, NSW State Office, Trudy Witbreuk; Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani; Ketua Umum GAPMMI, Adhi Lukman; serta National President of AIBC, Philip Turtle.

Setelah forum bisnis, diadakan pula kegiatan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitranya dari Australia. Kegiatan ini menghasilkan potensi nilai transaksi B-to-B sebesar USD 2,4 juta untuk produk makanan dan bumbu masak, kopi, produk perikanan, serta furnitur dan produk kayu.

Diharapkan, transaksi ini akan terus bertambah seiring dengan dicapainya kesepakatan-kesepakatan dagang yang saat ini masih dalam proses negosiasi.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Australia

Indonesia dan Australia merupakan mitra strategis yang harus tumbuh bersama. Oleh karena itu, hubungan bilateral sangat penting bagi kedua negara.

Tahun 2019, total perdagangan Indonesia dan Australia mencapai USD 7,8 miliar. Produk ekspor utama Indonesia ke Australia yaitu minyak bumi, cerutu, kayu, monitor dan proyektor, ban, dan alas kaki. Sementara, produk impor utama dari Australia adalah minyak bumi, gandum dan meslin, batu bara, sapi hidup, ferro nikel, dan bijih besi.

Ekspor Indonesia ke Australia sebesar 1,2 persen dari total impor Australia dari dunia. Sementara, ekspor Australia ke Indonesia sebesar 3,1 persen dari total impor Indonesia dari dunia.

Untuk investasi, pada tahun 2018, Australia merupakan investor terbesar ke-10 di Indonesia, mencakup 635 proyek di Indonesia dengan jumlah total sekitar USD 597,4 juta. Saat ini, investasi Australia di Indonesia sebagian besar bergerak di bidang pertambangan, logam, pertanian, real estat, permesinan, dan transportasi.

Sementara, Indonesia merupakan negara tujuan investasi favorit ke-4 di dunia dan memiliki potensi besar. Berbagai bidang investasi cukup menarik minat pebisnis Australia, seperti maritim, logistik, pariwisata, teknologi informasi dan komunikasi, pendidikan tinggi, serta pelatihan kejuruan.


Non Bank

Wapres Resmikan Bank Wakaf Mikro di Lombok

Program BWM merupakan sinergi atau kerja sama antara OJ

Presiden Angkat Lana Soelistianingsih Sebagai Kepala Eksekutif LPS

Lana Soelistianingsih diangkat berdasarkan pada Keputus

Pemerintah Sudah Salurkan Dana BOS Tahap I Langsung ke Rekening Sekolah

Penyaluran langsung ke rekening sekolah tetap ditatausa

SBR009 Semakin Diburu Investor Milenial

Penerbitan Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR009 mencapai

Portofolio

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Jelang Tutup Tahun, Kinerja Pasar Modal Positif

IHSG masih mencatatkan pertumbuhan positif meskipun dal

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi