Governance, Risk Management & Compliance

Dukungan UKM Produk Dekorasi Masuk Pasar Eropa

Jumat 16 Agustus 2019 23:52:0

Dalam program ini, fokus produk terbagi atas produk dekorasi rumah berbahan kayu, rotan, maupun serat alami lainnya.

JAKARTA, Stabilitas--Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Marolop Nainggolan menyatakan, produk dekorasi rumah Indonesia masih berpeluang besar di pasar Eropa. Untuk itu, Kemendag melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) bekerja sama dengan pusat promosi impor negara berkembang (Centrum tot Bevordering van de Import uit Ontwikkelingslanden/CBI) Belanda menggelar lokakarya untuk menjaring pelaku usaha kecil menengah (UKM) dekorasi rumah yang akan dibimbing melakukan ekspor.

Hal tersebut diungkapkan Marolop pada acara bimbingan ekspor tersebut yang bertajuk "Workshop Export Coaching Project" di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (15/8). Sebelumnya, kegiatan serupa juga berlangsung di Cirebon, Jawa Barat, Senin (12/8).

"Wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat memiliki banyak UKM yang potensial untuk didorong produknya hingga ke pasar luar negeri. Program kerja sama ini akan memberikan kesempatan bagi para pelaku UKM Indonesia mendapat pembinaan ekspor langsung dari tenaga ahli CBI Belanda untuk pengembangan bisnis produk dekorasi rumahnya," ujar Marolop.

Dalam program ini, fokus produk terbagi atas produk dekorasi rumah berbahan kayu, rotan, maupun serat alami lainnya. Marolop melanjutkan, bagi pelaku usaha yang ingin mendapat bimbingan dapat mendaftarkan melalui situs web https://www.cbi.eu/projects/cbi persenE2 persen80 persen99sexport-coaching-project-home-decoration-indonesia/. Batas akhir pendaftaran yaitu pada 31 Agustus 2019. Peserta yang terpilih mengikuti program ini tidak dipungut biaya.

Perusahaan yang mendaftar nantinya akan melalui beberapa tahapan seleksi, pembinaan, hingga masuk ke pasar. Perusahaan yang terpilih, akan menjalani program pembinaan ekspor yang meliputi bimbingan teknis dan pelatihan. Program-program pelatihan antara seperti pemahaman pasar Eropa dan pengembangan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) oleh perusahaan. Pada tahap selanjutnya, program akan fokus kepada akses penetrasi pasar bagi UKM memasuki pasar Eropa. Pada tahap ini, UKM akan mengikuti berbagai kegiatan seperti partisipasi pada pameran, misi dagang, atau pemasaran daring.

"Produk dekorasi rumah Indonesia masih berpeluang besar di pasar Eropa. Belanda menjadi pintu masuk atau lokomotif ke pasar Eropa untuk ekspor produk dekorasi rumah Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 22,43 persen. Selama lima tahun terakhir, perkembangan ekspornya juga menunjukkan tren positif sebesar 3,38 persen dengan nilai USD 109 juta pada 2018," ungkap Marolop.

Marolop menjelaskan lebih lanjut, berdasarkan tren permintaan pasar Eropa, produk dekorasi rumah yang menjanjikan untuk diekspor ke sana antara lain furnitur kecil yang mudah dipindahkan, furnitur taman, keranjang dan kotak, penerangan ramah lingkungan (eco-lighting), dan cermin. Melihat kekayaan keterampilan tradisional, banyaknya bahan baku alami yang unik dan berkualitas tinggi, serta pengalaman dalam ekspor, Indonesia dapat membidik segmen pasar menengah ke atas di pasar Eropa yang mengutamakan aspek kemewahan dan keberlanjutan

Adapun sebagai landasan program bimbingan ini, Ditjen PEN Kemendag telah melakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) kerja sama dengan CBI untuk memberikan bimbingan kepada pelaku usaha terpilih agar mampu memenuhi persyaratan dan selera pasar Eropa. Penandatangannan dilakukan pada 23 Juli 2019, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Oktober 2019 di Trade Expo Indonesia (TEI) 2019. Nilai proyek kerja sama ini sebesar EUR 2,5 juta dengan target peningkatan ekspor sebesar EUR 34,5 juta pada akhir periode kerja sama.

"Kami harapkan para pelaku usaha dapat mendaftar untuk mengikuti program yang sangat baik ini. Program ini merupakan bantuan terakhir yang akan diberikan CBI di Indonesia, selanjutnya tidak ada lagi. Untuk itu, kami harap program ini dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin," pungkas Marolop.

Puspayoga Lepas Ekspor Kopi Bali ke Korea

Fri, 20 Sep 2019 - "Kita himbau juga agar pelaku UKM itu bisa bersatu memajukan dunia perkopian Indonesia, peningkatan nilai tambah dan daya saing, serta dalam rangka promosi dan pemasaran kopi Indonesia..."

Pelatihan Ekspor, Peluang yang Harus Dimanfaatkan Pelaku UKM

Mon, 19 Aug 2019 - Dalam pelatihan diberikan materi bisnis ekspor, sertifikasi untuk ekspor, penetapan harga jual ekspor, sistem pembayaran ekspor, membuat dokumen ekspor dan mencari peluang pasar ekspor.

ASEAN Soroti Ekspor Produk Berfungsi Ganda

Sat, 17 Aug 2019 - Salah satu hal yang dibahas dan didiskusikan dalam pertemuan tersebut adalah daftar produk-produk UE yang berfungsi ganda.

Kemendag Dukung Peningkatan Produk Ramah Lingkungan

Thu, 11 Jul 2019 - Menurut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, kekuatan ekonomi sebuah negara bersumber pada potensi kekuatan daerah, sehingga pemerintah daerah berperan penting dalam memanfaatkan sumber daya alam menjadi nilai ekonomi yang menguntungkan.

Kemenkop Siap Belajar Sistem Pengawasan dari Bank Dunia dan OJK

Thu, 16 May 2019 - Dinilai mampu menjaga stabilitas di sektor jasa keuangan, Kemenkop dan UKM siap belajar dari OJK dan Bank Dunia.



Non Bank

Pemerintah Sudah Salurkan Dana BOS Tahap I Langsung ke Rekening Sekolah

Penyaluran langsung ke rekening sekolah tetap ditatausa

SBR009 Semakin Diburu Investor Milenial

Penerbitan Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR009 mencapai

Kredivo Indonesia Targetkan Pertumbuhan Pinjaman Tunai 2 Kali Lipat di 2020

Profil pengguna Kredivo Indonesia pada 2019 juga masih

Moody's Pertahankan Peringkat Utang Indonesia Pada Baa2 Outlook Stable

Peringkat Baa2 artinya surat berharga yang diterbitkan

Portofolio

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Jelang Tutup Tahun, Kinerja Pasar Modal Positif

IHSG masih mencatatkan pertumbuhan positif meskipun dal

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi