Governance, Risk Management & Compliance

Kemendag Gelar Pertemuan Para Eksportir

Jumat 21 Februari 2020 10:52:0

Pemerintah mengaku sedang merumuskan sejumlah kebijakan yang dinilai dapat mempermudah syarat bagi UMKM untuk mengakses pasar luar negeri.

JAKARTA, Stabilitas- Guna meningkatkan sinergi komunikasi dengan para eksportir dari berbagai industri, Kementerian Perdagangan menggelar pertemuan dengan para eksportir terutama anggota Customer Service Center (CSC) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) di Jakarta. Direktur Jenderal PEN Dody Edward yang membuka secara resmi acara tersebut mengatakan, pertemuan ini akan memberikan semangat dan inspirasi bagi seluruh eksportir yang hadir, juga Kemendag sendiri.

"Kami mengajak para perusahaan anggota CSC untuk memanfaatkan pertemuan ini sebaikbaiknya. Diharapkan, melalui pertemuan ini terjadi komunikasi yang lebih baik dan adanya pertukaran ilmu antara para pelaku ekspor yang mempunyai jejaring yang lebih luas dengan pelaku ekspor yang pemula atau belum memiliki jaringan yang luas. Dengan demikian, ekspor pengusaha yang masih kurang luas jaringannya dapat terdorong sehingga mampu berkontribusi untuk mewujudkan peningkatan kinerja ekspor nasional," jelas Dody.

Dody melanjutkan, pertemuan ini juga berfungsi sebagai wadah bagi CSC Membership Services, Permanent Trade Display, serta para alumni pelatihan ekspor Balai Besar Pendidikan Dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) untuk berdialog, berdiskusi, bertukar pikiran dan masukan, serta berbagi informasi seputar kegiatan ekspor.

"Kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi mengenai potensi produk, peluang pasar, dan hal-hal lain terkait upaya peningkatan ekspor ke negara-negara yang sudah memiliki FTA/CEPA/EPA dengan Indonesia seperti Australia, terutama setelah IndonesiaAustralia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) diratifikasi oleh DPR RI pada 6 Februari 2020 lalu," lanjut Dody

Terkait IA-CEPA, Dody melanjutkan, beberapa poin penting yang dapat diambil manfaatnya bagi kedua negara meliputi antara lain akses pasar bagi perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, dan kerjasama ekonomi lainnya, yang dapat dimanfaatkan lebih jauh untuk mengembangkan perekonomian Indonesia.

Sekilas Mengenai CSC Ditjen PEN

CSC Ditjen PEN Kemendag merupakan layanan terpadu bagi pelaku usaha dalam memperoleh berbagai informasi perdagangan ekspor. CSC berdiri pada 2013 dan merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Bentuk layanan CSC terbagi menjadi layanan luring dan daring.

Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor (P2IE), Iriana Trimurty Ryacudu, menjelaskan, layanan luring di CSC terdiri atas layanan konsultasi bisnis, layanan penjajakan bisnis (business matching) dengan buyers, dan Permanent Trade Display (PTD). Sampai saat ini, produk yang dipajang di PTD berasal dari 70 perusahaan eksportir.

Sedangkan, layanan pada membership services merupakan layanan keanggotaan bebas biaya untuk memudahkan para anggotanya mendapatkan informasi terkait inquiry dari buyers, layanan informasi pasar market intelligence dan market brief, serta informasi terkait acara pameran, misi dagang, dan pelatihan ekspor. Sampai dengan Januari 2020, jumlah pelaku usaha anggota membership services yang telah diverifikasi adalah sebanyak 1.749 perusahaan dan tersedianya 952 judul market research yang telah diunduh para anggotanya sebanyak 12.857 kali.

Selama periode 2019, CSC telah melayani 94 permintaan inquiry diantaranya dari Mesir, Amerika Serikat, Kanada, Iran, Jepang, Namibia, Pakistan, Australia, Brunei Darussalam, Chile, Tiongok, Prancis, Hongaria, India, Italia, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Turki. Adapun untuk produkproduk yang paling diminati para buyers adalah produk pertanian, perikanan, alas kaki, furnitur, produk hewan, otomotif dan bagiannya, CPO dan minyak masak, fesyen, makanan olahan dan minuman, ban, produk kayu, benang, tekstil dan produk tekstil, dan lainnya.

Mendag Tingkatkan Sinergi dengan Dubes RI di Beijing

Fri, 06 Mar 2020 - Pada 2019 perekonomian Tiongkok dipengaruhi situasi perang dagang dengan Amerika Serikat yang berakibat melambatnya kinerja ekspor Tiongkok.

Kemendag Gelar Rakor Maritim di Balikpapan

Wed, 26 Feb 2020 - Jembatan Udara merupakan bagian dari program Gerai Maritim untuk meningkatkan kelancaran arus barang serta menurunkan disparitas harga.

Kemendag Hentikan Sementara Impor Binatang Hidup dari RRT

Fri, 14 Feb 2020 - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional.

Kemendag Gelar Diseminasi Hasil Analisis Perdagangan

Thu, 13 Feb 2020 - Kegiatan tersebut bertema "Penguatan Daya Saing Ekspor dan Neraca Perdagangan Indonesia yang Berkelanjutan".

Indonesia Raih Transaksi Potensial USD 3,50 Juta di Sirha Budapest 2020

Wed, 12 Feb 2020 - Perwakilan Indonesia di Budapest kembali mengikuti Pameran Sirha Budapest 2020. Ajang dua tahunan tersebut menjadi kesempatan mempertemukan produk Indonesia dengan pembeli dari Eropa Tengah dan Timur.



Non Bank

Menkeu Lantik Febrio Nathan Kacaribu Sebagai Kepala BKF

Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama ini merupa

LPS Dapat Kewenangan Baru Jalankan Perppu

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendukung penerbitan Pe

BI Sebut Modal Asing Keluar Rp167 Triliun

Menurut perry terjadi kericuhan di pasar keuangan membu

Portofolio

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Jelang Tutup Tahun, Kinerja Pasar Modal Positif

IHSG masih mencatatkan pertumbuhan positif meskipun dal

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi