Governance, Risk Management & Compliance

Kemenperin Dorong StartUp Berorientasi Ekspor

Senin 11 Februari 2019 23:6:0

Untuk meningkatkan ekspor produk industri digital dan kreatif, Kemenperin mendorong perusahaan rintisan (startup) dengan membuka kesempatan go international melalui program Asia Entrepreneurship Training Program (AETP).

JAKARTA, Stabilitas-- Kementerian Perindustrian berkomitmen mendukung pembinaan perusahaan rintisan (startup)dengan membuka kesempatan go internasional melalui program Asia Entrepreneurship Training Program (AETP). Seiring dengan peta jalan Making Indonesia 4.0, program pelatihan tersebut bertujuan mendorong perusahaan rintisan di Tanah Air untuk bisa bersaing di dunia bisnis global.

"Kegiatan ini salah satu upaya peningkatan ekspor produk industri digital dan kreatif. Kami ingin startup Indonesia mendunia, serta memperkuat brand Indonesia sebagai negara industri kreatif dan digital," kata Direktur JenderalDitjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Gati Wibawaningsih, Senin (11/2/2019).

Gati mengatakan, startup yang terpilih mengikuti pelatihan adalah mereka yang menjadi juara dan finalis pada acara Semarak Industri Kecil Menengah (IKM) 2018 yang digelar Kementerian Perindustrian. Startup yang ikut serta dalam pelatihan terdiri dari berbagai bidang, antara lain fesyen, digital dan kosmetik. Seminar tersebut mendatangkan pembicara dari AETP, SwissCham, dan Estubizi Network dan mengupas tentang program, peran, dan pemberdayaan startup.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan soft launching Swiss – Indonesian Acceleration Startup Program, yang merupakan kegiatan akselerasi startup yang memungkinkan terbukanya akses ekosistem startup antara Swiss dan Indonesia.

Program tersebut dilaksanakan secara paralel di Swiss dan Indonesia dengan waktu yang bersamaan, sehingga peserta program di Swiss dan Indonesia dapat saling berinteraksi dan merupakan peluang bagi para startup di Tanah Air untuk memperluas jaringan.

"Jadi ini kesempatan yang benar-benar harus kita gunakan," ujar Gati.

Gati menuturkan, dengan pelatihan tersebut diharapkan startup tanah air mampu bersaing di kancah global, serta bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekspor dalam negeri. Menurut Gati, kegiatan seperti ini bisa membuka cakrawala startup Indonesia untuk mengetahui perkembangan di dunia bisnis global.

"Targetnya, kami ingin menyasar pasar Amerika dan Eropa karena perekonomian mereka secara fundamental lebih mantap. Kemudian, untuk IKM yang produknya segmented, pasar Amerika dan Eropa yang bisa menerima produk yang lebih spesifik khususnya yang craft," kata Gati.

Program pelatihan bagi startup tersebut dilakukan selama enam bulan dimulaiApril 2019. Bentuk pelatihan berbasis simulasi, pembinaan tim individu, pencarian mitra, serta akses ke investor dan inkubator yang serasi dengan bidang usaha yang dijalankan masing-masing startup.

"Indonesia akan memasuki masa bonus demografi yang akan diikuti dengan era digitalisasi. Hal ini membuka peluang pasar baru yang menarik bagi para startup di bidang sains, teknologi, serta industri kreatif," tambah Gati.

Kemenperin menargetkan ekspor produk IKM bisa tumbuh 10 persen. Sebelumnya, nilai ekspor kerajinan tahun 2017 mencapai 776 juta dolar Amerika Serikat. Angka ini naik 3,8 persen dari tahun 2016 yang sebesar 747 juta dolar AS.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2015 ada sekitar 695.000 industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur), barang anyaman dari rotan, bambu dan sejenisnya. Setiap tahun, nilai tambah IKM ini terus melonjak naik, bila pada tahun 2014 nilai tambah sekitar Rp 25,356 triliun, pada tahun 2015 naik menjadi Rp26,743 triliun.

Gati menegaskan, Kementerian Perindustrian berkomitmen terus aktif dalam pembinaan startup, diantaranya melalui program inkubasi, kompetisi, serta scaling-up. Sejalan dengan peta jalan Making Indonesia 4.0,

Di tahun 2018, Kementerian Perindustrian juga telah meluncurkan program Making Indonesia 4.0 Startup. Ini merupakan ajang kompetisi bagi startup dengan produk berbasis teknologi Industri 4.0, sebagai upaya penerapan insiatif Making Indonesia 4.0. "Program ini bertujuan untuk menumbuhkan ekosistem startup teknologi yang akan memperkaya bank teknologi Indonesia." Jelasnya.

Gati menambahkan, Kementerian Perindustrian menyambut baik dan mendukung program AETP yang diinisiasi oleh Pemerintah Swiss melalui Swiss Secretariat of Education Research and Innovation (SERI). "Program ini menjadi salah satu upaya tindak lanjut dari program pembinaan startup yang telah dilakukan oleh Kementerian Perindustrian. Harapannya, startup binaan dapat memperluas akses kerjasama dengan startup dan venture capital di pasar internasional khususnya Swiss,"jelasnya.

Dari program ini, akan diambil 10 (sepuluh) tim startup terpilih untuk mengikuti training dan coaching selama 6 (enam) bulan. Dan Pada akhir program, tim startup yang dinyatakan lulus akan mengikuti pertukaran startup antara Swiss-Indonesia untuk bertemu perusahaan yang akan memberikan modal kepada startup.

Nilai Ekspor dan Impor Indonesia Bulan Agustus 2019 Mengalami Penurunan

Fri, 20 Sep 2019 - Angka ekspor Indonesia menurun 7,60 persen dibanding ekspor Juli 2019. Demikian juga jika dibanding Agustus 2018 menurun 9,99 persen.

Kemenperin Upaya Dongkrak Harga CPO Internasional

Wed, 21 Aug 2019 - Kemenperin berkomitmen untuk menjadikan industri hilir pengolahan minyak sawit sebagai sektor prioritas nasional.

Kemenperin Dorong 'Patent Mapping' Untuk Inovasi Mobil Listrik

Tue, 20 Aug 2019 - Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, saat ini tengah melakukan penelitian terkait daur ulang limbah baterai ion lithium.

Makanan dan Logam Penyumbang Besar Investasi

Fri, 02 Aug 2019 - Dampak perang dagang menyebabkan beralihnya pabrik-pabrik ke Indonesia.

Sumbang 74 Persen, Ekspor Produk Manufaktur Masih Melejit

Fri, 12 Jul 2019 - Guna lebih mendobrak pasar ekspor, Kemenperin telah memiliki peta jalan Making Indonesia 4.0, yang mendorong industri manufaktur nasional agar memanfaatkan teknologi industri 4.0. Peta jalan tersebut memacu inovasi produk yang berkualitas sehingga mening

Lindungi Industri dan Konsumen, Pemerintah Kontrol IMEI Ponsel

Mon, 08 Jul 2019 - Kemenperin mengumumkan pada 17 Agustus 2019, pemerintah akan menerbitkan regulasi validasi database nomor identitas asli ponsel atau IMEI yang akan memblokir ponsel ilegal.



Non Bank

CIMB Niaga dan BPJPH Sinergi Dukung Industri Halal

Kerja sama CIMB Niaga melalui Unit Usaha Syariah (UUS)

Digibank Jadi Mitra Distribusi Obligasi Ritel Indonesia

ORI016 adalah salah satu instrumen SBN yang ditawarkan

Fintech Do-It dan AIQQON Jalin Kerja Sama Strategis

Kerja sama ini menargetkan jutaan UMKM Go Digital.

Modalku & Hipmi Jaya Bagikan Kiat Melancarkan Arus Kas Bisnis

Proses Invoice Financing yang cepat menjadikan pinjaman

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi