Governance, Risk Management & Compliance

Kencana Energi Siap Lepas 25% Saham ke Publik

Senin 22 Juli 2019 12:51:0

Rencananya jumlah saham yang bakal dilepas sebanyak-banyaknya 977.683.300 lembar saham atau setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

JAKARTA, Stabilitas - PT Kencana Energi Lestari Tbk telah memastikan bakal melepas sebagian sahamnya ke publik melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).Rencananya jumlah saham yang bakal dilepas sebanyak-banyaknya 977.683.300 lembar saham atau setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Saham tersebut ditawarkan dengan kisaran harga Rp250 hingga Rp420 per saham, sehingga dana segar yang bisa diraup perusahaan dari aksi korporasi ini bisa diperkirakan sebesar Rp255 miliar hingga Rp410 miliar.

"Proses IPO ini akan kami lakukan pada 20 Agustus 2019 mendatang. Persiapan sudah kami lakukan dengan beberapa aspek, yaitu menggunakan laporan keuangan konsolidasi yang diaudit untuk cut off 31 MAret 2019, lalu juga perijinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI)," ujar Chief Financial Officer (CFO) PT Kencana Energi Lestari Tbk, Giat Widjaja, dalam public expose perusahaan, di Jakarta, Jumat (19/7) lalu.

Dalam proses IPO kali ini, menurut Giat, pihaknya juga berencana melakukan employee stock allocation (ESA) sebanyak-banyaknya dua persen dari jumlah saham yang bakal dilepas, atau sekitar 19,55 juta saham. Guna membantu proses yang ada, perusahaan telah menunjuk RHB Sekuritas, Bahasa Sekuritas dan Mirae Asset Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi perusahaan.

Terkait prospek atas respon pasar terhadap sahamnya, Giat meyakini bakal mendapatkan respon yang bagus dari kalangan investor Tanah Air. "Kami memiliki profil usaha yang unik dengan business model penyediaan energi terbarukan (renewable energy) yang didukung dengan kontrak penyediaan listrik jangka panjang power purchase agreement (PPA) kepada PLN. Kerjasama ini berlaku selama 20 tahun hingga 30 tahun sejak dioperasikannya pembangkit listrik tenaga air. Dengan konsep bisnis semenarik ini, saya yakin respon investor bakal sangat bagus," tutur Giat.

Senada dengan Giat, Chief Executive Officer sekaligus chairman PT Kencana Energi Lestari Tbk, Henry Maknawi, meyakini bahwa profil perusahaannya bakal diminati investor lantaran memiliki prospek bisnis yang sangat menjanjikan. Tak hanya itu, peluang pengembangan usaha di sektor yang digelutinya juga masih sangat luas dan menggiurkan.

"Sehingga dengan terbukanya peluang kepemilikan modal oleh publik, maka kami juga berkesempatan untuk dapat mengakses alternative pembiayaan lain, yang bakal memperkuat potensi pertumbuhan usaha," papar Henry.

Nantinya, sebesar 55 persen dari dana hasil IPO ini rencananya bakal digunakan untuk mendukung pengembangan usaha hydro power plant dan energi terbarukan lain. Lalu sekitar 25 persen lagi bakal dimanfaatkan sebagai modal kerja. "Terakhir, sekitar 20 persen akan kami gunakan untuk belanja modal," tandas Henry.

Akuisisi Holcim, Semen Indonesia Makin Siap Hadapi Perdagangan Bebas

Mon, 19 Aug 2019 - Posisi Holcim Indonesia (SMCB) di pasar juga cukup kuat, sehingga bergabungnya SMCB ke Semen Indonesia tentu sangat menguntungkan.

Cederai Kerjasama, Perusahaan Selandia Baru Somasi Bangun Cipta Kontraktor

Thu, 15 Aug 2019 - HIL merasa dirugikan lantaran pihak BCK dianggap tidak melaksanakan bagian dari pekerjaannya secara professional.

Layanan Wakaf Saham Diluncurkan

Thu, 08 Aug 2019 - Galeri wakaf saham ini nantinya akan menjadi tempat sinergi antara empat pihak untuk melakukan transaksi jual beli saham syariah.

Pendapatan Indika Energy Turun di Semester I 2019

Wed, 31 Jul 2019 - Turunnya harga batu bara juga berdampak pada penurunan laba perseroan.

Indofood Catat Penjualan Rp38.61 Triliun

Wed, 31 Jul 2019 - Turunnya harga CPO telah memberikan tekanan bagi kinerja group agrobisnis Indofood.

Dikepung Sentimen Negatif, BWPT Optimistis Harga CPO Bakal Kembali Moncer

Mon, 29 Jul 2019 - Hampir semua pengusaha sawit saat ini mengalami tekanan yang cukup berat.



Non Bank

Kian Mudah, Adira Perkenalkan Klaim #1JariBeres

Sepanjang tahun 2019, Adira Insurance telah menerima 4.

Kredivo Luncurkan Inovasi Terbaru

Melalui aplikasi ini, pengguna bisa memilih opsi cicila

Adira Insurance Buka Kantor Perwakilan di Pusat Perbelanjaan

Keberadaan kantor representatif Adira Insurance ingin m

Gandeng Ralali.com, ASM Maksimalkan E Commerce

Secara korporasi, kerjasama dengan Ralali.com ini juga

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi