Governance, Risk Management & Compliance

Kinerja BCA Syariah 2018 Tumbuh Solid

Kamis 28 Februari 2019 14:24:0

Kinerja keuangan BCA Syariah sepanjang 2018 tumbuh positif. Laba bersihnya mencapai Rp58,4 miliar ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang meningkat di atas rata-rata industri perbankan syariah

JAKARTA, Stabilitas -- Kinerja PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mencatatkan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun 2018. Pertumbuhan daris egi Aset, Pembiayaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Laba tumbuh di atas rata-rata industri perbankan syariah.

Menurut Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih, Aset BCA Syariah sampai dengan Desember 2018 tercatat Rp7,1 triliun atau meningkat 18,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) sebesar 6,0 triliun. "Pertumbuhan aset BCA Syariah salah satunya didukung oleh peningkatan DPK yang mencapai Rp5,5 triliun atau tumbuh 16,3 persen year of year  dibandingkan posisi Desember 2017 sebesar Rp4,7 triliun," papar John di acara Media Update Pemaparan Kinerja 2018 BCA Syariah, di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Selain itu, laba perusahaan juga meningkat 22,0 persen atau Rp58,4 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebesar Rp47,9 miliar. Peningkatan laba perusahaan diantaranya ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 16,9 persen yoy mencapai Rp4,9 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,2 triliun. Peningkatan pembiayaan BCA Syariah tumbuh di atas rata-rata industri perbankan syariah yang tercatat sebesar 12 persen.

John menambahkan, penyaluran pembiayaan BCA Syariah masih didomninasi oleh pembiayaan untuk sektor produktif. Komposisinya antara lain, Komersial 76,08 persen, Konsumer (3,31 persen), UMKM (20,61 persen). 

Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) berada pada  angka 0,35 persen (gross) dan 0,28 persen (nett). Hal ini menunjukkan komitmen BCA Syariah untuk menunjukkan pertumbuhan pembiayaan dan senantiasa diiringi dengan upaya untuk menjaga kualitasnya.

John berharap, pencapaian kinerja di 2018 menjadi motivasi BCA Syariah untuk terus tumbuh secara konsisten "Tahun 2019 akan semakin menantang, namun kami optimis tetap dapat menunjukkan pertumbuhan di kisaran 10-12 persen," kata John Kosasih. (Agt)

 



Non Bank

BI Sebut Modal Asing Keluar Rp167 Triliun

Menurut perry terjadi kericuhan di pasar keuangan membu

OJK Siapkan Kebijakan Stimulus Lanjutan IKNB

Perluasan bukan hanya kredit perbankan tetapi juga ke l

AIA Berikan Proteksi Lebih terkait Covid-19

Seluruh manfaat proteksi lebih ini akan melengkapi manf

Portofolio

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Jelang Tutup Tahun, Kinerja Pasar Modal Positif

IHSG masih mencatatkan pertumbuhan positif meskipun dal

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi