Governance, Risk Management & Compliance

Kinerja Operasi Semakin Kokoh, ABM Investama Kembali Bagikan Dividen

Kamis 2 Mei 2019 23:56:0

Selama tahun 2018 ABM Investama berhasil meraih laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

JAKARTA, Stabilitas – PT ABM Investama Tbk, perusahan energi batubara nasional, mengumumkan untuk membagikan dividen sebesar Rp 100 miliar atau setara dengan Rp 36,32 per lembar saham kepada para pemegang saham. Keputusan ini diambil pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ABM yang dilakukan di Hotel Veranda, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Direktur Utama ABM Andi Djajanegara mengatakan, pembagian dividen ini merupakan yang ketiga kali dilakukan perusahaan sejak ABM resmi menjadi perusahaan terbuka dengan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Desember 2011. Terakhir kali ABM memberikan dividen di tahun 2014 untuk tahun buku 2013.

"Pembagian dividen ini menjadi salah satu komitmen kami terhadap para pemegang saham yang terus mendukung strategi yang dilakukan perusahaan. Kami bersyukur bahwa tahun 2018 ABM berhasil meraih laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan ini berdiri," kata Andi di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Andi menjelaskan, keputusan manajemen untuk menjalankan strategi memperkuat bisnis inti melalui Mining Value Chain serta meningkatkan sinergi di antara seluruh entitas Grup ABM menjadi kunci dalam penguatan bisnis perusahaan. Pada 2018, pendapatan bersih ABM mencapai USD 773,07 juta, tumbuh 11,92 persen dari 2017 sebesar USD 690,73 juta. Sementara laba bersih perusahaan mencapai US$ 65,49 juta.

"Dengan strategi yang tepat dan operasional yang excellence di seluruh lini bisnis, ABM berhasil meningkatkan produksi batubara sekaligus meningkatkan efisiensi. Ke depan, penguatan bisnis ini akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan peluang yang masih terbuka di industri batubara nasional," ujarnya.

Direktur Keuangan ABM Adrian Erlangga menjelaskan, pada 2018 harga rata-rata batubara mengalami volatilitas dan cenderung menurun pada kuartal IV tahun lalu. Namun, penguatan sinergi, terutama optimalisasi operasional di antara seluruh entitas bisnis Grup ABM membuat kinerja perusahaan tetap terjaga secara positif.

Menurut Adrian, sebagai perusahaan tambang batubara terintegrasi, ABM memiliki layanan dari hulu sampai hilir yang semakin efisien. Ini adalah modal bagi ABM untuk terus memperkuat bisnisnya, baik melalui peningkatan produksi di tambang sendiri maupun melakukan aliansi strategis dengan pemilik tambang lain dengan ABM sebagai pengelola tambang batubaranya.

"Kami akan menawarkan jasa pengelolaan tambang melalui kerja sama strategis dengan pemilik tambang. Proses awal produksi hingga pemasaran batubara akan dilakukan oleh Grup ABM," jelas Adrian.

Tahun ini ABM menargetkan dapat memproduksi batubara sebanyak sekitar 12 juta ton. Produksi tersebut berasal dari tambang PT Tunas Inti Abadi (TIA) di Kalimantan Selatan dan dari tambang PT Mifa Bersaudara (Mifa) dan PT Bara Energi Lestari (BEL) di Aceh. Sejalan dengan menipisnya cadangan batubara di TIA, ABM akan lebih fokus mengembangkan tambang Mifa serta menerapkan proses Mining Value Chain pada tambang lainnya.

"Spesifikasi dan kualitas batubara yang dimiliki Mifa dan TIA masih dibutuhkan oleh sejumlah negara Asia seperti Cina, India, Vietnam dan Thailand. Kami bersyukur konsumen kami di luar negeri permintaannya masih sangat tinggi," kata Adrian.

Andi berkeyakinan bahwa di tahun 2019 industri batubara akan lebih stabil. Perekonomian global yang tetap positif dan kebutuhan batubara di dalam negeri yang juga terus meningkat akan menjadi katalisator bisnis batubara.

Sebagai perusahaan terbuka, Andi menegaskan, bahwa strategi Mining Value Chain telah sesuai dengan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG). Penerapan prinsip GCG ini terutama didasarkan pada lima (5) prinsip dasar yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.

"ABM akan terus memperkuat sinergi, terutama mendorong bisnis inti kami yaitu CK dan Reswara untuk mampu bersaing dan mengoptimalkan peluang yang sangat terbuka di industri ini," tutup Andi.

RUPST ABM 2018 juga mengumumkan perubahan susunan direksi dan dewan komisaris menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama              : Rachmat Mulyana Hamami

Komisaris                             : Mivida Hamami

Komisaris Independen  : Arief Tarunakarya Surowidjojo

Dewan Direksi

Direktur Utama                 : Achmad Ananda Djajanegara

Direktur Keuangan          : Adrian Erlangga

Jaya Ancol Bagikan Dividen Rp84 Miliar

Fri, 21 Jun 2019 - Deviden yang diberikan berasal dari laba perusahaan pada tahun 2018. Dari total laba Rp223 Miliar, sebanyak 1 persen dijadikan laba ditahan untuk pengembangan bisnis.

RUPS BTN Setujui Bagikan Dividen 20 Persen

Fri, 17 May 2019 - Dalam RUPS tersebut, selain membahas laporan keuangan perseroan, RUPS juga memutuskan untuk mengganti anggota dewan komisaris dan mengubah nomenklatur jabatan direksi.

Cetak Laba Rp25 Triliun, Mandiri Bagikan Deviden Rp11,2T

Thu, 16 May 2019 - Dalam RUPS tersebut juga disepakati pengangkatan kembali Askolani sebagai komisaris perusahaan. Selain itu pemegang saham juga sepakat perubahan nomenklatur.

BNI Bagikan Deviden Rp3,75 Triliun

Tue, 14 May 2019 - BNI memutuskan untuk menbagikan 25 persen laba kepada pemegang saham serta memanfaatkan 75 persen sisanya sebagai saldo laba ditahan yang akan digunakan untuk tambahan modal korporasi.

Waskita Bagikan Dividen Rp 990,7 Miliar

Thu, 09 May 2019 - Dalam RUPS yang diadakan di Ballroom Hotel Pullman Jakatya tersebut memutuskan akan membagikan deviden kepada para pemegang saham sebesar 25 persen dari hasil laba bersih perseroan dan akan dibagikan pada tanggal 12 Juni 2019.

RUPST CIMB Niaga Setujui Pembagian Dividen Tunai dan Perubahan Pengurus

Tue, 16 Apr 2019 - Untuk kepengurusan, CIMB hanya melakukan perombakan pada susunan dewan komisaris yakni dnegan melakukan pengangkatan Didi Syafruddin Yahya sebagai komisaris dan Sri Widowati sebagai Komisaris Independen.



Non Bank

Adira Insurance Buka Kantor Perwakilan di Pusat Perbelanjaan

Keberadaan kantor representatif Adira Insurance ingin m

Gandeng Ralali.com, ASM Maksimalkan E Commerce

Secara korporasi, kerjasama dengan Ralali.com ini juga

Koperasi Obor Mas Melakukan Spin Off dan Membentuk Holding

Spin off dilakukan untuk mengembangkan usaha koperasi k

Merchant Cashlez Terima Pembayaran dengan GoPay

Lebih dari 6.000 Merchant Cashlez Bisa Terima Pembayara

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi