Governance, Risk Management & Compliance

Kobexindo Pangkas Saham IPO Jadi 12%

Rabu 27 Juni 2012 19:34:31

  Jakarta - PT Kobexindo Tractors merevisi jumlah saham yang akan dilepas pada moment penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dari 30% (858 juta lembar saham) menjadi hanya 12% (272,5 juta lembar saham) dari 

 

Jakarta - PT Kobexindo Tractors merevisi jumlah saham yang akan dilepas pada moment penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dari 30% (858 juta lembar saham) menjadi hanya 12% (272,5 juta lembar saham) dari  modal disetor setelah penawaran perdana.

Menurut Humas Soputro, Presiden Direktur PT Kobexindo Tractors, revisi target saham IPO lebih dipengaruhi oleh kondisi pasar global yang masih bergejolak. "Jadi bukan karena minimnya minat investor ya. Karena dari hasil roadshow kita, investor baik lokal maupun domestik sangat antusias dengan posisi Kobexindo saat ini, dengan catatan kinerja yang baik, dan sangat prospektif ke depan," kata Humas Soputro di Jakarta, Rabu (27/6).

Dikatakan dia, berkurangnya target saham IPO otomatis memangkas target perolehan dananya. Jika dari rencana awal pelepasan saham IPO hingga 30% bisa meraup dana sekitar Rp500 miliar, pasca revisi saham IPO menjadi 12%, dana perolehan menjadi hanya Rp109 miliar. Adapun harga saham IPO dipatok sebesar Rp 400 / lembar saham.

"Dengan perolehan dana yang berkurang, alokasi dana IPO kita fokuskan untuk modal kerja 70% dan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 30%. Untuk pembayaran utang kita tunda, karena itu rolloffer," ujar Humas.

Dia menjelaskan, capex senilai 30% dari hasil IPO atau senilai Rp 30 miliar itu berkurang dari rencana awal yang sebesar Rp 120 miliar. Pengurangan capex juga disesuaikan dengan target revenue perseroan. "Jika sebelumnya revenue ditargetkan Rp 2 triliun hingga akhir tahun, mungkin terkoreksi ke Rp 1,6 triliun. Itu batas atas. Hingga Maret revenue kita sudah tercatat Rp 445 miliar," ungkap Humas.

Kendati demikian, Humas menegaskan revisi target saham tersebut tidak mengganggu target perolehan net margin (laba bersih) perseroan hingga akhir tahun nanti. "Kendati saham IPO berkurang, kita optimis bisa menjaga laba bersih tetap tumbuh di atas 50% hingga akhir tahun nanti," kata Humas.

Tahun 2011, lanjut dia, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp80 miliar. Dengan target laba di atas 50% maka akhir tahun ini perseroan menjaga capaian laba di level Rp 123 miliar. "Sesuai janji kita kepada investor, bahwa kita tetap akan memberikan laba per saham yang menguntungkan, kendati target saham IPO dipangkas. Laba per saham kita sebesar Rp 54,2 / saham," kata Humas.

Untuk diketahui, sesuai jadwal prosesi IPO, perseroa akan melakukan penawaran umum saham IPO pada Kamis, tanggal 28 Juni 2012. Dengan catatan hari ini, Rabu 27 Juni 2012, perseroan berhasil mengantongi ijin efektif dari Bappepam-LK. "Jika belum, kita akan sesuaikan saja (mundur)," kata Humas.



Non Bank

Allianz Life Indonesia Perkenalkan Asuransi Jiwa Unit Link Terbaru

Sampai 2019 produk asuransi jiwa unitlink masih mendomi

MTF Beri Restrukturisasi Rp 5 Triliun bagi Pelanggan Terdampak Covid-19

Mandiri Tunas Finance menyalurkan 11.000 Paket Sembako

Menkeu Jelaskan Latar Belakang Perppu Nomor 1 Tahun 2020

Sri Mulyani menjelaskan, Perppu dikeluarkan untuk bisa

Portofolio

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Mandiri Sekuritas Permudah Proses Pembukaan Rekening Efek

Mandiri Sekuritas mendorong masyarakat berinvestasi di

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi