Governance, Risk Management & Compliance

Koperasi Obor Mas Melakukan Spin Off dan Membentuk Holding

Rabu 14 Agustus 2019 12:7:0

Spin off dilakukan untuk mengembangkan usaha koperasi ke sektor riil.

MAUMERE, Stabilitas— Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas kembali melaksanakan kegiatan Seminar dan Rapat Anggota Khusus yang bertempat di Hotel Lokarya Indah Beach, di Maumere, Kabupaten  Sikka, Propinsi NTT. Kegiatan ini diikuti oleh 257 orang yang merupakan perwakilan dari kelompok-kelompok anggota Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas.

Kegiatan Rapat Anggota khusus ini diselenggarakan dalam rangka membuat keputusan dalam rencana pengembangan kegiatan pemekaran (spin off) usaha Kopdit Obor Mas ke sektor rill.

Sebelum dilaksanakan kegiatan Rapat Anggota sebelumnya diikuti dengan kegiatan Seminar Sehari yang mengundang narasumber Romanus Woga, Wakil Bupati Sikka yang juga merupakan tokoh koperasi dan Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) yang dimoderatori oleh Frans Su dari Puskopdit Swadaya Utama.

"Sekarang ini adalah era perubahan dunia, maka koperasi juga harus melakukan perubahan. Dunia tidak lagi seperti sebelumnya yang berubah secara linier tapi berubah secara eksponensial. Kalau ingin menjadi negara maju harus lakukan perubahan,"ujar Bupati Sikka Frensiskus Roberto Diogo dalam sambutannya saat membuka acara seminar di Maumere.

Frensiskus menambahkan, spin off ini penting dan pemerintah akan selalu mendukung. Dukungan kongkritnya pemerintah memberikan kebijakan trade off, memberikan subsidi BBM untuk pengangkutan produk-produk eksportasi, dan juga dukungan pengembangan produk lokal terutama dari bahan baku kelapa dan coklat.

Andreas Mbete, selaku ketua Koperasi mengatakan. Kegiatan seminar dan rapat anggota ini adalah sebagai upaya pengembangan koperasi. Dikatakan bahwa Kopdit Obor Mas yang sudah beranggotakan 84 ribu orang dengan asset 700 miliar lebih ini sudah saatnya melakukan spin off untuk menjawab kebutuhan anggota.

Manajer Kopdit Leonardus Frediyanto Moat Lering menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk juga memberikan alternatif bagi anggota untuk berinvestasi dan memicu anggota untuk melakukan usaha-usaha produktif.

Suroto dalam pemaparan seminar yang diikuti secara antusias oleh perserta mengatakan bahwa trend koperasi dunia saat ini juga keberhasilanya didukung oleh rekayasa kelembagaan dalam bentuk pengembangan group atau holding dari bisnis-bisnis multisektor koperasi.

Dicontohkan oleh Suroto keberhasilan pengembangan Group koperasi yang integratif di Kalimantan Barat seperti Keling Kumang Group yang awalnya hanya koperasi kredit sekarang berkembang jadi berbagai koperasi di sektor ritel, jasa perhotelan, pertanian, dan bahkan selenggarakan pendidikan.

"Bahkan tahun ini bukan hanya SMK, mereka juga telah berhasil mendirikan Institut Teknologi,"kata Suroto.



Non Bank

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa QII 2019 Tumbuh 31,9%

Di kuartal Kedua 2019, total Pendapatan Premi memang me

AAJI Gali Potensi Pasar Asuransi Jiwa di Segmen Milenial

AAJI kembali menyelenggarakan DRIM AAJI 2019 pada 25-27

Dukung Inklusi Keuangan, Cigna Bermitra dengan Lifepal

PT Asuransi Cigna meresmikan kerja sama dengan Lifepal,

Perluas Pasar Sumatera, Generali Resmikan Kantor Baru di Palembang

Pembukaan kantor lantaran didukung oleh potensi dan tin

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi