Governance, Risk Management & Compliance

KUR 2018 Dialokasikan Lebih Besar, Mencapai Rp 120 Triliun

Jumat 19 Januari 2018 13:52:0

Target KUR 2018 meningkat dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp 106, 6 triliun. Sementara jumlah debitur penerima KUR tahun 2018 sebesar 4 juta penerima.

JAKARTA, Stabilitas -- Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM)  Yuana Setyowati mengatakan, target  penyaluran kredit untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2018 sebesar Rp 120 triliun. Atau meningkat dibanding tahun 2017 yang mencapai Rp 106, 6 triliun. Sementara jumlah debitur penerima KUR tahun 2018 sebesar 4 juta penerima.

“Target  penyaluran kredit untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2018 sebesar Rp 120 triliun. Atau meningkat dibanding tahun 2017 yang mencapai Rp 106, 6 triliun,” kata  Yuana Setyowati dalam diskusi Tantangan Penyaluran KUR 2018 di Jakarta, Kamis (18/1).

Sementara tingkat suku bunga pinjaman KUR pada tahun 2018 ini turun 2 persen, dari 9 persen menjadi 7 persen. “Untuk tingkat suku bunga pinjaman KUR pada tahun 2018 ini  sebesar 7 persen atau turun 2 persen dari  sebelumnya 9 persen,” tegasnya.

Dia menjelaskan, penyaluran KUR tahun ini dilakukan oleh 15 Bank Umum dan swasta, 19  BPD, 4 Lembaga keuangan non bank dan 2 koperasi. Adapun target penyaluran KUR 2018 paling besar BRI  dengan jumlah Rp 79,7 triliun dengan komposisi paling besar  yakni KUR mikro Rp 68.880, Ritel Rp 10,6 triliun dan TKI sebesar Rp 224 triliun. Kemudian Bank Mandiri  sebesar Rp 14,56 triliun yang terdiri dari KUR mikro Rp 4, 4 triliun, ritel Rp 10 triliun dan TKI Rp 11 miliar dan BNI sebesar Rp 13, 4 triliun dengan rincian  Rp 3,36 triliun untuk mikro,  Rp 9,85 untuk ritel dan untuk TKI Rp 224 miliar.

Yuana juga menambahkan, pada tahun 2017 lalu mencapai Rp 96, 71  triliun atau  90, 7  persen dari target Rp 106 triliun. Jumlah itu naik sedikit dibanding tahun 2016 yang hanya tercatat sebesar Rp 94,4 triliun dari target Rp 100 triliun. Meski naik sedikit, namun dengan target yang lebih tinggi tersebut capaian tahun ini tidak optimal. “Capaian KUR hingga 31 Desember 2017 capai Rp 96,, 71  triliun dari target Rp 106 triliun,” tegasnya.

Adapun kredit KUR yang disalurkan pada tahun 2017 lalu  antara lain untuk KUR mikro mencapai Rp 65, 17 triliun dengan 3,8 juta debitur, KUR ritel sebesar Rp 32,32 triliun dengan 217,1 debitur serta untuk KUR TKI sebesar Rp 329,631 juta dengan 22,663 debitur.

Dikatakan,  perbankan yang paling banyak menyalurkan KUR adalah Bank Rakyat Indonesia ( BRI) yakni sebesar Rp 69,6 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 3.711.704 juta orang, diikuti oleh Bank Mandiri sebesar Rp 13,3 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 208.058 ribu orang, Bank BNI sebesar Rp 9,7 triliun dengan jumlah debitur sebesar 60.907 orang, Bank BCA Rp 104,5 miliar dengan jumlah debitur 1.279 orang, Bank Bukopin sebesar Rp 104,5 miliar dengan debitur 1.279 orang dan 31 bank lainnya.

Sementara berdasarkan wilayah, hingga 31 Oktober 2017 lalu, Jawa Tengah masih menjadi wilayah dengan penyerapan KUR tertinggi secara nasional dengan total Rp 16,2 triliun, diikuti Jawa Timur sebesar Rp 15,6 triliun, lalu Jawa Barat sebesar Rp 11,7 triliun, Sumatera Utara sebesar Rp 3,8 triliun, Bali sebesar Rp 3,2 triliun, DKI Jakarta sebesar Rp 2,8 triliun dan 28 wilayah lainnya.

Sementara Deputi Direktur Spesialis Penelitian Mikroprudensial Bank Umum Otoritas Jasa Keuangan ( OJK)  Mohamad Miftah mengatakan, dari Rp 120 triliun  target KUR tahun ini akan diprioritaskan untuk sektor produktif  yakni sekitar 50 persen atau  meningkat dari tahun laku yang hanya 40 persen.

Miftah juga menambahkan, tahun ini pemerintah juga mengubah pola subsidi bunga KUR. Pada tahun 2007-2014  subsidi bunga diberikan kepada perbankan dengan tingkat suku bunga KUR kepada nasabah sebesar 12 persen. Sementara pada tahun 2015  hingga ’2016 subsidi dibayar pemerintah tetapi pemerintah menurunkan tingkat suku bunga KUR menjadi 9 persen. Dan pada tahun 2018 ini  suku bunga KUR juga turun menjadi 7 persen. Sementara pada tahun 2017 lalu penyaluran KUR mencapai Rp 96,7 triliun atau sekitar 90,7 persen dari target Rp 106,6 triliun.

Dipaparkan, adapun rincian KUR yang disalurkan tersebut yakni untuk mikro sebesar 67,4 persen, ritel 32,3 ,persen dan TKI 0,3,persen dengan tingkat  kredit bermasalah atau NPL dan KUR sangat kecil yakni 0,30 persen.

Adapun sektor penyaluran kredit KUR ini untuk sektor perdagangan sebesar 58 persen, pertanian 24 persen , jasa 11 persen, pengolahan 5 persen, perikanan 1,6 persen, konsumer 0,005, persen.

Ini Skema Baru Penyaluran KUR 2018

Fri, 19 Jan 2018 - Untuk mendukung percepatan penyaluran KUR di 2018 pihaknya bekerjasama dengan Pemda melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada UMKM untuk mengakses KUR.

Mandiri Sekuritas Terima Kunjungan Securities Board of Nepal

Fri, 07 Oct 2016 - Kunjungan ini bertujuan untuk berbagi informasi serta transfer pengetahuan mengenai praktik bisnis perusahaan sekuritas di industri pasar modal Indonesia.

Pasarkan Produk di Indonesia, Aberdeen Gandeng Mandiri Sekuritas

Tue, 04 Oct 2016 - PT Aberdeen Asset Management secara resmi menggandeng PT Mandiri Sekuritas untuk kinerja pemasaran produk reksadananya.

Pemerintah Genjot Serapan Dana KUR Capai Rp 100 Triliun Akhir Tahun

Sun, 26 Jun 2016 - Sampai dengan Juni tahun 2016, total serapan di Bali capai Rp 600 miliar lebih. Sementara untuk seluruh Indonesia mencapai Rp 7,1 triliun.

Banggar: Penurunan Defisit Kurangi Bunga Utang Rp 500 Miliar

Thu, 23 Jun 2016 - Asumsi makro yang disepakati adalah pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, tingkat inflasi 4 persen, suku bunga SPN 3 bulan 5,5 persen, dan nilai tukar rupiah Rp13.500 per dolar AS

Suku Bunga Turun Dorong Penerbitan Obligasi Korporasi

Mon, 20 Jun 2016 - “Suku bunga sedang menuju tren turun, biasanya perusahaan memang banyak menerbitkan surat utang karena mereka mengejar momen bunga rendah…" 



Non Bank

Dongkrak Soliditas, Askrindo Grup Kumpulkan Anak Usaha

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengumpulkan ti

Jamkrindo dan LPDB KUMKM Kerjasama Pembiayaan Syariah ke Koperasi dan UMKM

Perum Jamkrindo terus mendukung kegiatan penjaminan bag

tanamduit, Digital Platform Beli Reksa Dana

Di tengah munculnya berbagai digital platform yang memb

Perkoperasian Diharapkan Jadi Materi Kuliah Magister Kenotariatan PTN

“Sekurang-kurangnya peningkatan kualitas koperasi dim

Portofolio

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Tradisi ‘Bendera Putih’ BEI

Lagi-lagi PT Bursa Efek Indonesia merevisi targetnya. K

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi