Governance, Risk Management & Compliance

Laba Bersih BRIsyariah Meningkat 150% di Triwulan I 2020

Selasa 5 Mei 2020 16:6:0

Terkait pandemi virus Corona yang terjadi di Indonesia, BRIsyariah mengakui hal itu akan berdampak pada bank. Namun hal tersebut belum nampak pada triwulan I 2020.

JAKARTA, Stabilitas - PT Bank BRIsyariah Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp75,15 milyar pada triwulan I 2020, meningkat sebesar 150% dibandingkan triwulan I 2019. Sementara asset BRIsyariah pada triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp42,2 milyar, meningkat 9,51% dibandingkan triwulan I 2019. Tidak hanya mencatat pertumbuhan laba, pertumbuhan pembiayaan dan dana murah Perseoran juga mengalami pengingkatan yang signifikan.

Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar menyatakan pertumbuhan pembiayaan BRIsyariah di triwulan I 2020 mencapai 34,28% year-on-year (yoy), sementara pertumbuhan dana murah (CASA) mencapai 77,51% (yoy). Di triwulan I 2020, total pembiayaan yang disalurkan BRIsyariah menjadi sebesar Rp30,45 T dan total dana murah yang berhasil dihimpun menjadi sebesar Rp16,86 T.

Prestasi ini didukung oleh leadership dari manajemen yang secara konsisten meningkatkan kompetensi SDM, digitalisasi proses pembiayaan, penajaman pasar sasaran, monitoring, penentuan KPI yang jelas dan penerapan budaya sadar risiko dalam menyalurkan pembiayaan.

Salah satu faktor pertumbuhan CASA BRIsyariah adalah tabungan payroll yang tumbuh 46% yoy dari Rp429,6 milyar pada triwulan I 2019 menjadi Rp627,2 milyar. Tabungan payroll memang menjadi salah satu fokus BRIsyariah dalam mengembangkan bisnisnya, karena dari sini didapat ekspansi pasar dengan pemilihan pasar secara selektif. Melalui peningkatan tabungan payroll membuka potensi peningkatan penyaluran pembiayaan salary based financing.

"Ini juga merupakan strategi pemilihan bisnis yang memiliki daya tahan lebih tinggi pada saat pandemi. Karena cash flow nasabah tabungan payroll terpantau oleh kami, sehingga pembiayaan nasabah payroll ini beresiko lebih rendah," jelas Alun.

Di sisi pembiayaan, pertumbuhan pembiayaan BRIsyariah pada triwulan I 2020 disokong oleh pembiayaan segmen ritel. Pembiayaan ritel BRIsyariah pada triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp20,5 triliun, tumbuh 49,74% yoy. Pembiayaan ritel ini termasuk segmen kecil menengah dan kemitraan, konsumer serta mikro.

Secara rinci, pembiayaan segmen kecil menengah dan kemitraan tercatat sebesar Rp6,07 triliun pada Maret 2020 tumbuh 71% yoy. Pembiayaan segmen konsumer pada Maret 2020 tercatat sebesar 8,94 triliun, tumbuh 31,6% yoy. Sementara pembiayaan segmen mikro tumbuh 63,55% Yoy, tercatat sebesar Rp5,6 triliun pada Maret 2020. Pertumbuhan pembiayaan ritel ini selaras dengan visi misi BRIsyariah, yaitu menjadi bank ritel terkemuka dengan beragam layanan.

Selain fokus pada pertumbuhan pembiayaan dan DPK, BRIsyariah juga terus memperhatikan kesehatan bank. NPF BRIsyariah pada triwulan I 2020 tercatat 2,95%, turun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019, yang mencapai 4,34%. Financing to Deposit Ratio juga ada pada batas aman, yakni 92,11%. Hal ini menunjukkan fungsi intermediari perbankan yang optimal.

Terkait pandemi virus Corona yang terjadi di Indonesia, BRIsyariah mengakui hal itu akan berdampak pada bank. Namun hal tersebut belum nampak pada triwulan I 2020. Untuk itu BRIsyariah akan semakin selektif dalam melakukan ekspansi bisnis.

"Kami tetap selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Selain itu kami juga akan mengidentifikasi nasabah-nasabah yang usahanya berpotensi terdampak pandemi virus Corona. Bagi nasabah pembiayaan yang usahanya terdampak pandemic virus corona, BRIsyariah menawarkan keringanan dalam bentuk restrukturisasi pembiayaan. Sesuai dengan arahan OJK, kami memberikan kesempatan keringanan/restrukturisasi pembiayaan kepada nasabah pembiayaan yang usahanya terdampak Covid-19 serta mengalami kesulitan pembayaran angsuran," jelas Alun.

Restrukturisasi pembiayaan ini diperuntukkan nasabah mikro, kecil, menengah yang memenuhi persyaratan. Syaratnya antara lain kolektabilitas nasabah sebelum wabah Covid-19 termasuk lancar. Selain itu nasabah beritikad baik, bersikap kooperatif dengan mengisi form assessment, dan usahanya memiliki prospek baik.

"Kami mohon nasabah dapat kooperatif dengan memenuhi persyaratan yang diperlukan. Namun bagi nasabah yang tidak terdampak serta memiliki kemampuan untuk membayar agar tetap melakukan pembayaran angsuran sesuai dengan waktunya," tutup Alun.

Jamkrindo Jamin Kredit Modal Kerja UMKM

Tue, 07 Jul 2020 - Program ini dijalankan pemerintah sebagai stimulus untuk menggerakkan perekonomian yang terdampak pandemi covid-19.

BNI Syariah Wajibkan Transaksi Kartu Kredit Pakai PIN

Tue, 07 Jul 2020 - Direktur Bisnis Ritel & Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengatakan mayoritas pemegang kartu kredit syariah Hasanah Card telah menggunakan PIN untuk keamanan dan kenyamanan bertransaksi.

BNI Syariah Gandeng UIN Mataram Dalam Layanan Virtual Account

Fri, 03 Jul 2020 - Potensi kerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini cukup besar salah satunya terkait dengan potensi pembayaran SPP/UKT Mahasiswa baik sarjana maupun pasca sarjana sebesar Rp 35 miliar.

HUT ke-50, Jamkrindo Berkomitmen Tingkatkan Dukungan Bagi Pelaku UMKM

Wed, 01 Jul 2020 - Pada tahun 2020 ini Jamkrindo juga berhasil menapaki tonggak sejarah baru. Perum Jamkrindo bertransformasi sebanyak dua kali, dari Perum Jamkrindo ke PT Jamkrindo (Persero), hingga kini menjadi PT Jamkrindo.

PIP Salurkan 400 Miliar Melalui Pegadaian

Fri, 26 Jun 2020 - Pemberian pembiayaan tersebut ditandai dengan penandatangaan akad pembiayaan berlangsung di kantor PIP.

LPEI dan Bank Mandiri Sepakati Kerjasama Penjaminan Kredit

Fri, 26 Jun 2020 - Kerjasama LPEI dan Bank Mandiri bertujuan untuk mendorong pembiayaan untuk industri yang berorientasi ekspor.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi