Governance, Risk Management & Compliance

LPEI Fasilitasi UKM dengan Calon Pembeli

Rabu 16 Oktober 2019 1:41:0

UMKM binaan merupakan peserta Coaching Program for New Exporters (CPNE) yang telah mendapatkan pelatihan serta pendampingan dari LPEI selama satu tahun ini.

JAKARTA, Stabilitas--  Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank memfasilitasi UKM binaan untuk bertemu dengan calon pembeli di acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 yang diselenggarakan selama 5 hari (16–20 Oktober 2018) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Banten. UKM binaan merupakan peserta Coaching Program for New Exporters (CPNE) yang telah mendapatkan pelatihan serta pendampingan dari LPEI selama satu tahun ini.

Sejak program CPNE dijalankan sudah ada 2.200 UKM Berorientasi Ekspor yang mengikuti pelatihan CPNE dengan klasifikasi UMKM harus memiliki produk berorientasi ekspor unggulan, memiliki staf minimal 3 orang, memiliki email, telah memiliki pasar domestik, familiar dengan transaksi elektronik / marketplace. Sejak tahun 2018 para mitra binaan diperkaya dengan Digital Handholding Program yaitu pelatihan untuk UMKM agar siap memasuki pasar internasional via marketplace global.

Upaya LPEI mempertemukan UKM binaan dengan pembeli luar negeri pada acara TEI ini, diharapkan dapat menjadi peluang besar bagi UKM untuk melangkah menjadi eksportir langsung.

Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly mengatakan, Indonesia Trade Expo ini adalah suatu acara yang dibuat untuk calon buyers. LPEI sangat commit dan support terhadap kegiatan seperti ini. LPEI mengikutsertakan UKM binaan dari program CPNE.

"Melalui program CPNE ini, LPEI melakukan pendampingan, pelatihan packaging, bagaimana membuat desain yang baik, bagaimana memasarkan, juga bagaimana meng-handle order. Ini sudah kami lakukan sejak 2015," papar Sinthya Roesly, Rabu (16/10/2019) di Tangerang, Banten.

Melalui TEI 2019, tambah Sinthya paling tidak buyer sudah melihat kalau produk Indonesia mempunyai kualitas yang cukup baik dan berikutnya penjualan dari binaan LPEI bisa meningkat. Apalagi LPEI telah mendapatkan informasi, sudah ada yang berpotensi mendapatkan buyer, sudah ada yang janji, sudah ada yang mau order.

Pada pameran produk ekspor Indonesia bertaraf internasional dengan fokus business to business ini, LPEI akan memfasilitasi sebanyak 62 UKM mitra binaan siap ekspor. UKM tersebut berkategori multi produk, yaitu HandyCraft, Garment dan Food & Beverage.

Dukungan LPEI pada Ekspor Nasional

Sebagai lembaga khusus milik pemerintah, LPEI diberi mandat oleh Kementerian Keuangan  sebagai fiscal tools pemerintah yang mendukung kinerja ekspor nasional melalui Pembiayaan Ekspor Nasional (PEN). Strategi dan program kerja LPEI beriringan dengan strategi dan program ekspor pemerintah yang menitikberatkan pada 2 hal yaitu peningkatan daya saing dan diversifikasi pasar produk ekspor.

Fasilitas produk yang diberikan LPEI adalah Pembiayaan, Penjamin dan Asuransi serta Jasa Konsultasi yang memberikan daya saing kepada para eksportir, khususnya yang bergerak di sektor bidang prioritas Pemerintah antara lain memberikan nilai tambah (hilirisasi) atau yang mempunyai nilai multiplier tinggi kepada perekonomian. Pembiayaan kepada segmen UKM ekspor dilakukan dengan cara direct financing, business linkage (skema pembiayaan plasma-inti), channeling melalui lembaga keuangan bank dan bukan bank.

LPEI turut berupaya meningkatkan kapasitas UKME untuk memasuki pasar global melalui kegiatan Jasa Konsultasi, yaitu berupa program CPNE dalam membantu para pelaku UMKM Indonesia agar menjadi UMKM berorientasi ekspor dan juga menyiapkan sebanyak mungkin calon-calon eksportir yang handal dan tangguh, baik ekspor secara langsung maupun tidak langsung dan siap bersaing di pasar global.

Total negara tujuan ekspor debitur LPEI telah mencapai lebih dari 165 negara. Perluasan pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional termasuk Bangladesh, Pakistan, Nigeria dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika.

Strategi ke depan LPEI ini adalah melakukan positioning, dan aliensi strategis serta partnership. "Positioning" melihat posisi negara Indonesia di dalam global value chains (GVC) dan kemudian menempatkan peran LPEI di dalam peran value chain kegiatan ekspor nasional yang sejalan dengan program ekonomi nasional karena LPEI hanya salah satu bagian dari mata rangkai kegiatan ekspor nasional secara keseluruhan.

LPEI juga bekerja sama dengan kementerian/lembaga daerah terkait kegiatan ekspor baik regional maupun global termasuk kerja sama dengan Eximbank/Export Credit Agency negara lain dan lembaga multilateral.

Dalam upaya memajukan ekspor nasional, LPEI bersinergi dengan Kementerian Perdagangan (Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional) yang dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman mengenai kerja sama dalam pengembangan ekspor. Nota Kesepahaman tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan jumlah pelaku ekspor melalui program serta dukungan fasilitasi kepada para pelaku usaha.

Pada acara TEI ini, LPEI yang menjadi salah satu sponsor resmi "Export Financing Support" dan juga sebagai narasumber pada acara regional discussion dan beberapa acara lain termasuk seminar, senior officials meeting, business counseling dan business matching.

Melalui ajang pameran, seminar dan diskusi ini, LPEI akan terus berupaya meningkatkan perannya dalam menjalankan mandat yang diberikan Pemerintah untuk meningkatkan daya saing melalui Pembiayaan Ekspor Nasional - "Your Reliable Trading Solution". Test

Sukses Ekspansi Pisang Goreng Madu Berkat Aplikasi Paxel

Tue, 19 Nov 2019 - Keberhasilan ekspansi bisnis Pisang Goreng Madu Bu Nanik karena pengusaha UMKM ini bermitra dengan Paxel

Maybank Laksanakan Program Training Pengembangan Produk Tenun

Thu, 14 Nov 2019 - Program Training Pengembangan Produk Tenun ini dilaksanakan di empat wilayah Indonesia yang terkenal akan produk kerajinan tenunnya.

Fintech Do-It dan AIQQON Jalin Kerja Sama Strategis

Mon, 07 Oct 2019 - Kerja sama ini menargetkan jutaan UMKM Go Digital.

Bank Wakaf Mikro Salurkan Pembiayaan Nasabah Klaster Batik

Wed, 02 Oct 2019 - Bank Wakaf Mikro(BWM) yang hingga September 2019 telah mencapai 53 BWM di 16 Provinsi dan telah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp27,7 miliar kepada 21.557 nasabah.

BCA Syariah Dorong Millenial Berwirausaha

Wed, 18 Sep 2019 - Pembiayaan untuk segmen UMKM di BCA Syariah sampai dengan Agustus 2019 telah mencapai Rp1,01 triliun atau sekitar 20,33 persen dari total portofolio pembiayaan perusahaan sebesar Rp4,95 triliun.



Non Bank

Allianz Indonesia Lakukan Berbagai Automasi Digital

Hal ini merupakan langkah Allianz Indonesia untuk mempe

CIMB Niaga dan BPJPH Sinergi Dukung Industri Halal

Kerja sama CIMB Niaga melalui Unit Usaha Syariah (UUS)

Digibank Jadi Mitra Distribusi Obligasi Ritel Indonesia

ORI016 adalah salah satu instrumen SBN yang ditawarkan

Fintech Do-It dan AIQQON Jalin Kerja Sama Strategis

Kerja sama ini menargetkan jutaan UMKM Go Digital.

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi