Governance, Risk Management & Compliance

LPS Putuskan Pertahankan Suku Bunga Penjaminan

Senin 13 Mei 2019 12:56:0

Keputusan mempertahankan suku bunga penjaminan ini diambil dengan mempertimbangkan tren suku bunga yang melandai, kondisi likuiditas yang membaik serta stabilitas sistem keuangan yang berada dalam kondisi stabil.

JAKARTA, Stabilitas—Berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankantingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di Bank Umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

"Bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum tetap di 7 persen dan valasnya tetap di 2,25 persen. Sementara untuk penjaminan simpanan rupiah BPR tetap di posisi 9,50 persen."papar Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Halim menuturkan, keputusan mempertahankan tingkat suku bunga penjamin diambil dengan mempertimbangkan beberapa faktor salah satunya adalah dengan memperhatikan tren suku bunga simpanan perbankan yang terpantau sudah melandai dan berada di level stabil.

"Dari sisi likuditas juga relatif membaik namun masih terdapat beberapa upside serta tantangan dari luar negeri,"ujarnya.

Selain tren suku bunga yang melandai dan likuidtas, Halim menjelaskan keputusan ini juga diambil setelah memperhatikan kondisi stabilitas sistem keuangan yang berada pada kondisi yang stabil. LPS mempertimbangkan penyelesaian perang dagang AS dan China yang belum kondusif serta ancaman Trump menaikkan bea masuk barang dari China.

Halim menuturkan,tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku untuk periode tanggal 15 Mei 2018 hingga 25 September 2019.

"Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin."imbuh Halim

Lebih jauh Halim menambahkan, berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

LPS juga mengimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan. (Is)

LPS Likuidasi BPR Legian

Fri, 21 Jun 2019 - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan melakukan proses likuidasi klaim nasabah

LPS Umumkan Pembayaran Tahap 3 Dana Nasabah BPRS Safir Bengkulu

Wed, 22 May 2019 - LPS mengumumkan pembayaran tahap 3 dilakukan kepada 1014 nasabah serta mengingatkan nasabah untuk waspada kepada provokasi yang ditimbulkan pihak yang tidak tidakbertanggungjawab.

Manfaatkan Data Kependudukan, LPS Gandeng Kemendagri

Thu, 16 May 2019 - Kerja sama ini bertujuan memaksimalkan tugas LPS dalam menangani bank bermasalah.

Ditutup OJK, LPS Siapkan Proses Likuidasi PT BPRS Muamalat Yotefa

Wed, 15 May 2019 - Lembaga Penjaminan SImpanan akan melakukan tugasnya dalam melikuidasi BPR Yotefa yang telah dicabut ijin usahanya oleh OJK.

Januari Hingga April LPS Tutup 3 Bank

Mon, 13 May 2019 - LPS melaporkan selama tahun 2019 telah menutup 3 BPR. Dengan demikian, LPS tercatat telah melakukan likuidasi terhadap 95 bank, 1 di antaranya merupakan Bank umum.



Non Bank

Tanamduit Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) T

DJP, DJBC dan DJA Kolaborasi Optimalkan Kesadaran Bayar Pajak

Kolaborasi ini memunculkan beberapa program untuk mengo

Sri Mulyani Lantik Pejabat Eselon II dan Eselon III Kementerian Keuangan

Menkeu juga mengingatkan kepada para pejabat di Kemenke

Kantongi Izin BI, Cashlez Siap Lebarkan Sayap

Setelah sebulan mengajukan izin beroperasi 2 tahun yang

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi