Governance, Risk Management & Compliance

Mandiri dan LinkAja Perluas Layanan Transaksi

Jumat 1 Nopember 2019 12:25:0

KIolaborasi ini untuk mengakselerasi pencapaian keberhasilan gerakan nasional non-tunai. Sinergi antar BUMN ini juga diwujudkan dalam bentuk akseptasi pembayaran LinkAja pada merchant-merchant Mandiri di berbagai lini usaha.

JAKARTA, Stabilitas -- Pengguna aplikasi LinkAja sudah dapat melakukan isi ulang saldo uang elektronik e-money dan bertransaksi di berbagai merchant Bank Mandiri. Ini merupakan bentuk optimalisasi jaringan pembayaran yang telah dimiliki masing-masing pihak.

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi menyampaikan kolaborasi ini untuk mengakselerasi pencapaian keberhasilan gerakan nasional non-tunai. Sinergi antar BUMN ini juga diwujudkan dalam bentuk akseptasi pembayaran LinkAja pada merchant-merchant Mandiri di berbagai lini usaha.

Antara lain, merchant online e-commerce (Bukalapak dan Blibli), transportasi (Citilink dan Dwidaya), F&B (KFC, Chatime, Upnormal Group, dan Hoka-Hoka Bento), Kawasan Wisata (Taman Safari Indonesia), Department Store (Ramayana dan Sarinah), Health & Beauty (Watsons), Book Store (Gramedia), Retailer (Jumpstart & Caffe Pierro – Vending Mesin Kopi, Astragraphia – Vending Mesin Printer, Smart Locker, ABN – Vending Mesin Sosro & Pocari Sweat T1 & T2 Bandara) serta program promosi untuk merchant-merchant yang menerima transaksi menggunakan LinkAja.

Hal ini melengkapi kerja sama berupa fitur top up saldo Mandiri e-money dan update saldo e-money pada aplikasi LinkAja yang telah dimulai sejak September 2019.

"Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah yang optimal kepada kedua belah pihak, termasuk merchant rekanan Bank Mandiri dan masyarakat umum pengguna Mandiri e-money," kata Hery saat melakukan seremoni kerja sama bersama CEO Finarya Danu Wicaksana di Jakarta, Jumat (1/11).

Hery menambahkan, kerja sama ini juga dapat memperkuat jaringan akseptasi retail merchant Bank Mandiri. Terutama untuk transaksi menggunakan kode QR, serta meningkatkan transaksi EDC di merchant-merchant Mandiri dari pengguna LinkAja.

Hingga September 2019, Bank Mandiri mengoperasikan lebih dari 230 ribu mesin EDC dengan jumlah frekuensi transaksi harian mencapai 570 ribu transaksi senilai Rp 3 triliun. Kerja sama ini juga akan memperkokoh posisi Bank Mandiri sebagai salah satu market leader di bisnis micro payment.

Bank Mandiri selaku perusahaan perbankan juga membuka kesempatan kolaborasi dan terbuka terhadap inovasi digital untuk percepatan pertumbuhan ekonomi baik makro maupun mikro di seluruh penjuru Indonesia. Direktur Utama Finarya Danu Wicaksana mengemukakan, kerja sama strategis antara Bank Mandiri dan LinkAja merupakan wujud komitmen dalam akselerasi digitalisasi transaksi di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Kami harap kehadiran fasilitas layanan isi saldo kartu Mandiri e-money dan perluasan penerimaan transaksi di berbagai merchant Bank Mandiri dapat semakin memperkaya pilihan layanan bagi pengguna setia kami," katanya.

LinkAja Luncurkan Layanan Syariah

Tue, 14 Apr 2020 - Layanan Syariah LinkAja mengedepankan tiga kategori utama produk layanan syariah, yaitu Ekosistem ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf), Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid, serta Digitalisasi Pesantren dan UMKM.

BTN Akan Akuisisi Perusahaan Modal Ventura

Thu, 29 Aug 2019 - Sarana Papua Ventura akan jadi perusahaan modal ventura milik Bank BTN dalam rangka penyertaan modal ke PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang mengelola LinkAja.

Bank Mandiri Luncurkan Kartu Kredit Prioritas

Thu, 08 Aug 2019 - Dengan Kartu Kredit prioritas ini, nasabah dapat menikmati layanan priority travel experience yang memberikan kemudahan dalam mengelola bisnis dan investasi selagi travelling dengan akses airport lounge dan complimentary wifi di seluruh dunia.

BNI Syariah Tandatangani MoU dengan LinkAja Terkait Sistem Pembayaran Digital

Tue, 14 May 2019 - Bank BNI Syariah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan perusaaan pemilik LInkAja untuk mengembangkan layanan berbasis digital. Selain BNI Syariah, LInkAja juga menjalin kerja sama dengan 3 bank lainnya.

Kuartal Pertama Mandiri Raup Laba 7,2 Triliun

Mon, 29 Apr 2019 - Selain mengalami peningkatan laba, Bank Mandiri juga berhasil menekan angka kredit macet hingga 2.68 persen.



Non Bank

Allianz Life Indonesia Perkenalkan Asuransi Jiwa Unit Link Terbaru

Sampai 2019 produk asuransi jiwa unitlink masih mendomi

MTF Beri Restrukturisasi Rp 5 Triliun bagi Pelanggan Terdampak Covid-19

Mandiri Tunas Finance menyalurkan 11.000 Paket Sembako

Menkeu Jelaskan Latar Belakang Perppu Nomor 1 Tahun 2020

Sri Mulyani menjelaskan, Perppu dikeluarkan untuk bisa

Portofolio

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Mandiri Sekuritas Permudah Proses Pembukaan Rekening Efek

Mandiri Sekuritas mendorong masyarakat berinvestasi di

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi