Governance, Risk Management & Compliance

Mandiri Perkirakan Nilai Tukar Hingga Akhir Tahun Rp14.200

Senin 9 September 2019 19:57:0

Peran Bank indonesia dalam mengelola kebijakan moneter dan peran Pemerintah dalam mengelola kebijakan, akan menghasilkan bauran kebijakan yang efektif dalam mendorong perekonomian nasional

JAKARTA, Stabilitas—Direktur Keuangan Mandiri, Panji Irawan memproyeksikan hingga akhir tahun ini, kurs Rupiah akan berada pada rentang 14.200 – 14.300 per dolar Amerika Serikat.

"Perkembangan ekonomi dunia terakhir ini memang kurang supportif terhadap perkembangan ekonomi nasional, tapi kami optimis hingga akhir tahun ini rupiah akan sebesar Rp14.200 sampai Rp14.300/USD,"ujar Panji dalam Media Gathering "Macro Economic Outlook 2019" di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Selain kurs rupiah, Panji juga memandang keseimbangan ekonomi internal yaitu inflasi, masih terjaga hingga akhir tahun sebesar 3,41. Menurutnya, hal ini didukung oleh fakta bahwa laju inflasi bulanan pada bulan Agustus tercatat sebesar 3,49 persen. Angka ini masih dalam rentang target Bank Indonesia yang sebesar3,5±1 persen.

Sementara itu, aliran modal asing yang masuk ke pasar obligasi dan pasar saham masing–masing sebesar 116 triliun dan 59 triliun Rupiah sampai akhir Agustus 2019, telah mendukung stabilitas nilai tukarRupiah.

"Kami masih optimis stabilitas ekonomi internal dan eksternal kedepan masih akan terjaga,"imbuhnya.

Di samping itu, Panji menambahkan, pihaknya melihat kondisi perbankan nasional juga masih cukup kuat menghadapi resiko-resiko yang timbul akibat tekanan ekonomi global, perang dagang dan pelemahan harga komoditas.

Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan nasional tercatat masih cukup tinggi, yaitu sebesar 22,6 persen pada bulan Juni 2019.

Selain itu, kualitas asset perbankan nasional juga terus membaik, dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,5 persen, menurun dibandingkan bulan Juni 2018 yang sebesar2,67 persen.

"Kami menyadari tantangan perbankan nasional kedepan akan terus meningkat. Tantangan-tantangan ini mungkin akan menekan permintaan kredit perbankan nasional. Pada saat yang bersamaan, bank-bank nasional pun akan lebih selektif dalam penyaluran kredit mempertimbangkan prospek bisnis yang semakin ketat,"bebernya.

Namun demikian, ditengah peningkatan resiko dan ketidakpastian ekonomi tersebut, dirinya melihat masih cukup banyak peluang-peluang bisnis bagi perbankan nasional baik peluang bisnis kredit dan bisnistransaksi.

Beberapa sector yang prospektif menurut Panji adalah yang didorong oleh berbagai program Pemerintah, yaitu sektor jasa kesehatan, farmasi, pendidikan, ekonomi kreatif dan pariwisata. Dirinya juga optimis pertumbuhan sektor infrastruktur kedepan masih akan baik. Selain itu, masih ada beberapa sektor lainnya yang memiliki prospek yang baik, yaitu sektor perdagangan FMCG (fast moving consumer goods) dan sektor telekomunikasi sejalan dengan membaiknya daya beli masyarakat dan terus peningkatan penetrasi penggunainternet.

Kami juga yakin peran Bank Indonesia dalam mengelola kebijakan moneter dan peran Pemerintah dalam mengelola kebijakan, akan menghasilkan bauran kebijakan yang efektif dalam mendorong perekonomian nasional.

"Perbankan nasional dalam menghadapi situasi ekonomi domestik dan global sekarang ini, akan selalu tetap memprioritaskan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko bisnis dan portfolio kredit,"pungkasnya.

Bank Mandiri Salurkan Kredit Sindikasi US$3,4 Miliar pada 2019

Mon, 13 Jan 2020 - Bank Mandiri terus meningkatkan penyaluran pinjaman sindikasi sepanjang 2019.

Tahun Baru BI Targetkan Inflasi 3.0 Persen

Thu, 02 Jan 2020 - BPS mencatat laju inflasi sepanjang 2019 sebesar 2,72 persen.

Akhir Tahun, Bank Mandiri Perpanjang Operasional Ratusan Cabang

Mon, 30 Dec 2019 - Untuk tanggal 1 Januari 2020, Bank Mandiri menyiagakan 90 kantor cabang untuk memberikan layanan perbankan terbatas bagi masyarakat.

Dorong Bisnis UMKM, Bank Mandiri Kolaborasi dengan Investree

Wed, 18 Dec 2019 - Bank Mandiri gandeng Investree dalam mengembangan bisnis usaha mikro kecil dan menengah.

Hadapi Risiko Resesi Global, Makro Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga

Tue, 12 Nov 2019 - Di tengah perkembangan ekonomi global yang penuh risiko tersebut, kinerja perekonomian Indonesia pada tahun 2019 cukup baik dengan stabilitas yang tetap terjaga dan momentum pertumbuhan yang berlanjut.

OJK Cabut Izin BPRS Hareukat Banda Aceh

Fri, 11 Oct 2019 - OJK menghimbau nasabah PT BPRS Hareukat agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPRS dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku.



Non Bank

Jelang 2020 Taspen Ganti Logo Baru

Logo baru ini merupakan wujud komprehensif dalam mempe

Esta Kapital Kantongi Izin Usaha P2P Lending OJK

Esta Kapital menawarkan imbal hasil hingga 16 persen pe

Cowdo Peroleh Ijin Usaha dari OJK

Crowdo, platform peer to peer lending Asia Tenggara men

Dukung Safety Riding, Sequis Life Perkenalkan Asuransi Super Safe Protection

Banyak hal tak terduga yang dapat terjadi saat kita ber

Portofolio

Jelang Tutup Tahun, Kinerja Pasar Modal Positif

IHSG masih mencatatkan pertumbuhan positif meskipun dal

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi