Governance, Risk Management & Compliance

Mantan Menkeu JB Sumarlin Wafat

Jumat 7 Februari 2020 11:25:0

JB Sumarlin merupakan salah satu tokoh ekonomi yang melakukan gebrakan hebat dalam mendongkrak ekonomi Indonesia di era Orba.

JAKARTA, Stabilitas - Salah satu think tank ekonomi Orba Baru yang juga mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Johannes Baptista (JB) Sumarlin wafat pada hari Kamis (6/2/2020) kemarin, pukul 14.15 WIB di RS Carolus, Jakarta. 

JB Sumarlin merupakan salah satu tokoh ekonomi yang melakukan gebrakan hebat dalam mendongkrak ekonomi Indonesia di era Orde Baru. Atas prestasinya, pria kelahiran Blitar 7 Desember 1932 itu pernah diganjar penghargaan terbaik dunia dari majalah Euromoney. Penghargaan itu diberikan di sela acara the Annual Meetings of World Bank-IMF di Washington DC, Amerika Serikat, 1989 silam.

Sumarlin menempuh pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Universitas California Amerika Serikat (AS) untuk meraih gelar Master of Arts (M.A) pada 1960. Gelar doktor Ph.D dia dapatkan dari Universitas Pittsburg AS pada 1968.

Sebelum masuk ke instansi pemerintah, dia pernah bekerja sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan sempat bekerja di sebuah perusahaan industri di Jakarta. Bahkan di masa revolusi fisik berperan serta bergerilya sebagai anggota Palang Merah Indonesia, dan sebagai anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) di Jawa Timur.

Perjalanan karir di Kementerian Keuangan dirintisnya sejak melakukan Gebrakan Sumarlin I pada tahun 1987. Pada saat itu menjabat sebagai Ketua Bappenas dan Menteri Keuangan ad Interim.

Gebrakan Sumarlin I adalah pengetatan moneter dengan cara menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Hal ini dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia untuk mengatasi perekonomian Indonesia yang menghadapi kesulitan.

Gebrakan Sumarlin I berhasil menunjukkan perkembangan yang membaik dengan angka pertumbuhan 5,7 persen melebihi target rata-rata pertumbuhan 5 persen (1988).

Selanjutnya pada Kabinet Pembangunan V, Sumarlin menjabat sebagai Menteri Keuangan. Di sini ia mengambil langkah pengendalian inflasi dan memperkuat struktur perkreditan yakni Paket Kebijakan Deregulasi di Bidang Moneter, Keuangan dan Perbankan, Paket Maret 1989 dan Paket Januari 1990.

Namun, kebijakan ini justru menghasilkan ekspansi kredit perbankan yang berlebihan dan kurang selektif. Pada 1991, dia kembali mengekang laju inflasi dan berangsur turun menjadi 4,9 persen.

Selama hidup, Sumarlin juga mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra Adiprana III dan pernah meraih Bintang Grootkuis in de Orde van Leopold II dari pemerintah Belgia pada 1975.

 

Sri Mulyani Lantik Ketua LPEI Baru

Wed, 01 Jan 2020 - Sri Mulyani meminta kepada LPEI agar menjadi lembaga yang mampu berkontribusi bagi peningkatan ekspor nasional.

Kemenkeu Sampaikan Perkembangan Temuan Moge di Dalam Pesawat Garuda

Thu, 05 Dec 2019 - Selain penemuan 18 boks itu, Bea Cukai Soekarno Hatta tidak menemukan pelanggaran kepabeanan di bagian kabin dan penumpang pesawat.

Menkeu: Kepedulian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

Fri, 11 Oct 2019 - Kegiatan bersih-bersih Pantai Tanjung Pasir Tangerang merupakan rangkaian dari peringatan Hari Oeang ke-73 pada tahun ini.



Non Bank

Laba Bersih CNAF untuk Dividen dan Pengembangan Bisnis

RUPST menyetujui Laporan Tahunan Perseroan dan mengesah

OJK Minta Lembaga Keuangan Beri Keringanan Cicilan

Bank/Leasing wajib melakukan asesmen dalam rangka membe

Menkeu Lantik Febrio Nathan Kacaribu Sebagai Kepala BKF

Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama ini merupa

LPS Dapat Kewenangan Baru Jalankan Perppu

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendukung penerbitan Pe

Portofolio

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Jelang Tutup Tahun, Kinerja Pasar Modal Positif

IHSG masih mencatatkan pertumbuhan positif meskipun dal

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi