Governance, Risk Management & Compliance

Mantan Pegawai Kepatuhan UOB Bobol Data

Senin 4 Januari 2016 13:38:0

Seorang rentenir menggunakan data itu untuk memperluas basis bisnisnya dengan menghubungi pelanggan UOB dan menawarkan pinjaman kepada mereka.

Jakarta - Mantan pegawai divisi kepatuhan di United Overseas Bank (UOB) pada Senin (4/1) dihukum 12 minggu penjara karena memberikan informasi rinci mengenai pelanggan kepada seorang rentenir. Demikian dikutip dari laman resmi Channel News Asia, media online di Singapura hari ini.

Koh Chee Tong, 30, menghadapi empat tuduhan lewat UU Penyalahgunaan Komputer dan Cybersecurity, sementara 20 tuduhan lain tengah dipertimbangkan selama hukumannya. Dia sebelumnya didakwa bersalah di pengadilan pada 25 November tahun lalu.

Kejadian ini bermula ketika Koh terbukti memberikan data dan informasi terkait nasabah potensial milik UOB kepada seorang rentenir kakap bernama ‘Ah King’. Hal itu dilakukannya karena terjerat utang karena judi sebesar 16.000 dolla Singapura pada rentenir itu.

Koh mendapatkan data dan informasi itu melalui database pelanggan bank. Ah King  kemudian menggunakan rincian data itu untuk mencoba dan memperluas basis pelanggannya dengan menghubungi pelanggan UOB itu untuk menawarkan mereka pinjaman. Para pelanggan UOB yang dihubungi itu kemudian melaporkan kepada polisi setelah menerima telepon yang bernada pemaksaan dari Ah King.

Pada sidang bulan November, Wakil Jaksa Penuntut Umum pengadilan Singapura, Sanjiv Vaswani mengatakan tindakan Koh telah "menyimpang jauh dari sifat pekerjaannya" sebagai staf kepatuhan. Vaswani mendesak pengadilan untuk menjatuhkan penjara enam bulan, karena menilai tindak Koh sebagai "membahayakan integritas sektor perbankan".

Di Indonesia, telemarketing yang menawarkan produk bank marak terjadi meski kebanyakan dilakukan oleh lembaga keuangan formal. Namun demikian, pencurian data dan informasi

pribadi nasabah (phishing) mulai marak terjadi terutama dari pembobolan lewat Internet. 

Namun, pengacara Kalidass Murugaiyan mengatakan Koh terpaksa memberikan Ah King rincian pelanggan UOB karena itu adalah pilihan yang paling berat. Kalidass mengatakan denda yang tinggi akan menjadi hukuman yang cukup, dan mengatakan pengadilan bahwa kliennya adalah benar-benar menyesal, dan bahwa ia telah melakukan pelanggaran "yang bodoh", dan menegaskan bahwa tindakan kliennya itu tidak benar-benar merugikan para korban.

"Ini adalah kasus yang aneh," kata Kalidass, dan menambahkan bahwa Koh "sengaja memilih orang dengan latar belakang keuangan yang sehat ketika memilih nama dari database bank". Hal itu diyakini akan mengurangi keinginan nasabah untuk memerlukan pinjaman ilegal dari Ah King. 

Koh mengadapi  hukuman 2 tahun penjara atau denda 5.000 dollar Singapura per tuntutan.


Non Bank

Allianz Life Indonesia Perkenalkan Asuransi Jiwa Unit Link Terbaru

Sampai 2019 produk asuransi jiwa unitlink masih mendomi

MTF Beri Restrukturisasi Rp 5 Triliun bagi Pelanggan Terdampak Covid-19

Mandiri Tunas Finance menyalurkan 11.000 Paket Sembako

Menkeu Jelaskan Latar Belakang Perppu Nomor 1 Tahun 2020

Sri Mulyani menjelaskan, Perppu dikeluarkan untuk bisa

Portofolio

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Mandiri Sekuritas Permudah Proses Pembukaan Rekening Efek

Mandiri Sekuritas mendorong masyarakat berinvestasi di

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi