Governance, Risk Management & Compliance

Masuki Semester-II 2020, WIKA Optimistis Jalankan Aktivitas Operasi

Kamis 16 Juli 2020 10:45:0

Perseroan memiliki optimisme baru untuk mengembalikan ritme bisnisnya di tengah berbagai tantangan yang terjadi,

JAKARTA, Stabilitas - PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. [WIKA] menyadari sepenuhnya bahwa Pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi proses bisnis Perseroan, sehingga Perseroan memandang perlu untuk melakukan review terhadap target-target yang semula telah dicanangkan pada awal tahun.

Beberapa kondisi makro, seperti; likuiditas keuangan yang ketat, peninjauan ulang terhadap anggaran pembangunan infrastruktur, dan terbatasnya arus mobilisasi sumber daya adalah sebagian dari beberapa faktor yang berpengaruh para pelaku bisnis di tanah air, termasuk WIKA.

"Sejalan dengan digulirkannya fase adaptasi kebiasaan baru, Perseroan memiliki optimisme baru untuk mengembalikan ritme bisnisnya di tengah berbagai tantangan yang terjadi, termasuk adanya penilaian dari sebagian pihak tentang peningkatan risiko terhadap bisnis Perseroan," kata Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya melalui siaran pers yang diterima redaksi.

Selain itu, lanjut Mahendra, beberapa analis terkemuka, seperti: DBS Securities, RHB Research, dan Samuel Sekuritas Indonesia masih merekomendasikan Buy untuk saham WIKA dengan upside rata-rata 25 persen. Hal ini menunjukkan bahwa WIKA masih memiliki kapasitas untuk tetap tumbuh ke depan.

Rasio kemampuan arus kas Perseroan untuk memenuhi kewajiban utang jangka pendek atau Debt Service Coverage Ratio (DSCR) pada kuartal I-2020 yang berhasil ditorehkan Perseroan berada pada angka 2,18x (dari minimal level covenant 1x). Hal itu menunjukkan bahwa EBITDA Perseroan cukup untuk membayar utang berbunga yang jatuh tempo di tahun yang sama.

Pada kuartal-I 2020, analisis tingkat utang Perseroan dari tinjauan Interest Coverage Ratio (ICR) berada pada besaran 3,18x (dari minimal level covenant 2x). Dengan demikian, proyeksi atas kemampuan WIKA untuk membayar utang berada pada ambang optimis bukan sebaliknya, menjadi kekhawatiran.

Pun halnya pada parameter kondisi gearing ratio. WIKA pada kuartal-I 2020 berada pada posisi 1,04x (dari maksimal level covenant 2,5x).

"WIKA akan menjaga rasio utang tetap sehat di bawah level covenant." terang Mahendra Vijaya optimistis.

Prudent dan Konsisten di Tengah Pandemi
Dalam kondisi Pandemi yang saat ini masih berlangsung, WIKA tetap akan mengedepankan asas prudential dan konsisten menjalankan aktivitas operasinya. Komitmen ini menjadi penting sebagai bagian dari membangun optimisme ke depan.

Ada beberapa hal yang menjadi dasar keyakinan itu, antara lain beberapa poin berikut. Pertama, masih tingginya kepercayaan pemerintah terhadap WIKA yang ditunjukkan dengan adanya beberapa proyek strategis yang ditawarkan. Terbukti dengan keikutsertaan Perseroan pada beberapa tender proyek pemerintah dengan total nilai mencapai Rp15 Triliun.

Kedua, masih positifnya dukungan dari institusi-institusi keuangan nasional dan internasional bagi WIKA. Medio Juni lalu, Perseroan telah menandatangani kesepakatan kredit modal kerja dengan PT Bank Chinatrust Indonesia (CTBC Indonesia) dengan nilai Rp300 Miliar. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito dan Direktur Keuangan Ade Wahyu bersama Iwan Satawidinata selaku CEO CTBC Indonesia.

Kesepakatan dengan perbankan dari Taipei tersebut menunjukkan bahwa masih tingginya kepercayaan perbankan terhadap kinerja sektor konstruksi di tengah pandemi.

Ini sekaligus mendukung upaya kami untuk mengembalikan ritme pembangunan proyek infrastruktur sejalan dengan pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru.

Dengan demikian infrastruktur yang dibangun bisa segera memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ungkap Mahendra Vijaya.

Poin ketiga yang memperbesar keyakinan Perseroan pada masa pandemi ini adalah kapasitas kontrak dihadapi Perseroan yang nilainya relatif besar. Hingga Mei 2020, Perseroan memiliki order book sebesar Rp80,71 Triliun yang masih bisa diproduksi hingga tahun 2022.

"WIKA memiliki rekam jejak yang kompetitif-efektif dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis berskala mega. Kuncinya adalah mempercepat penerimaan arus kas operasi yang lebih baik sehingga menjaga likuiditas Perseroan." pungkas Mahendra.

SIG Dukung Pemerintah Dalam Percepatan Pembangunan Perumahan

Wed, 29 Jul 2020 - Bersama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk, SIG menjalin kerjasama berupa penyediaan teknologi konstruksi One Day One Home (Dynahome) sebagai solusi pembangunan rumah dengan metode cetak di tempat.

SIG Manfaatkan Sampah Perkotaan Untuk Energi Alternatif

Tue, 21 Jul 2020 - Fasilitas pemanfaatan sampah perkotaan (Municipal Solid Waste/MSW) menjadi RDF mampu mengolah limbah sampah domestik sebesar 120 ton per hari yang dapat menghasilkan 60 ton RDF per harinya.

Kemenperin Siapkan Kawasan Industri Terpadu untuk Tarik Investor Potensial

Wed, 08 Jul 2020 - Kemenperin akan menawarkan lahan kawasan industri terpadu dengan total 12.500 hektare kepada investor.

OJK Dorong Sektor Riil Bergerak di New Normal

Wed, 24 Jun 2020 - OJK mendukung langkah Pemerintah yang menempatkan uang negara kepada bank umum dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

Kemendag Dorong Bisnis Ritel Jadi Motor Pemulihan Ekonomi

Fri, 19 Jun 2020 - Insentif untuk sektor ritel akan diberikan selama enam bulan ke depan.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi