Governance, Risk Management & Compliance

McKinsey: Indonesia Jadi Negara Dengan Digitalisasi Tercepat di Asia

Senin 11 Februari 2019 21:5:0

Perkembangan DIgital Banking di INdoneia dinilai mampu melampaui perkembangan di negara lain seperti KOrea dan Taiwan.

JAKARTA, Stabilitas -- Perusahaan konsultan manajemen bisnis McKinsey & Company dalam penelitiannya mengungkapkan, Indonesia merupakan negara dengan kemajuan digital tercepat di dunia. Guillaume de Gantes, Partner, Indonesia, McKinsey & Company, dalam paparannya menyebutkanpertumbuhan di Indonesia lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara maju lain di kawasan Asia termasuk Korea dan Taiwan.

"Didorong juga penggunaan smartphone di Indonesia yang makin meningkat dan juga penggunaan digital banking dalam bertransaksi menjadi faktor pendorong,"kata Guillaume di Kantor McKinsey, Senin (11/2/2019).

Lebih jauh dijelaskan, kemajuan di Indonesia juga didukung oleh makin banyak orang yang tidak terpaku hanya pada satu produk keuangan seperti sebelumnya, apalagi ditopang dengan keberagaman produk yang ditawarkan.

"Makin banyak yang sadar dengan adanya layanan produk digital jadi makin banyak beralih. Banyak yang menawarkan produk beragam, jadi banyak juga yang pilih gunakan dua atau lebih dari produk yang ditawarkan,"tuturnya.

Dalam hasil penelitiannya, McKinsey menncatat, pada 2014, internet banking di Indonesia tumbuh 21 persen dan mengalami kenaikan di tahun 2017 hingga 35 persen atau naik 1,7 kali lipat. Untuk  penggunaan smartphone pada 2014 penetrasinya di Indonesia sebesar 33 persen, di tahun 2017 sudah naik menjadi 57 persen atau naik 1,7 kali lipat.

Sementara, untuk overall digital tahun 2014 Indonesia mencapai 36 persen, dan naik 1,6 kali lipat pada 2017 menjadi 58 persen. Sedangkan rata-rata pertumbuhan internet banking, penggunaan smartphone dan overall digital di negara maju asia dan negara berkembangnya hanya berkisar 1 kali lipat atau paling tinggi 1,5 kali lipat.

Pertumbuhan internet banking negara maju di Asia hanya tumbuh 1 kali lipat dari tahun 2014 ke tahun 2017. Penggunaan smartphone tumbuh 1,2 kali lipat dan secara umum penggunaan digital hanya tumbuh 1,1 kali lipat. Begitu juga dengan pertumbuhan ketiga aspek tersebut di negara berkembang Asia masing-masing hanya tumbuh 1,5 kali lipat.

Penetrasi Fintech Indonesia Baru Lima Pesen

Mon, 11 Feb 2019 - Penelitian McKinsey menyebutkan penetrasi fintech di Indonesia baru menyentuh 5 persen, lebih rendah dibandingkan Hongkong dan China yang telah melampaui 50 persen.



Non Bank

Adira Insurance Buka Kantor Perwakilan di Pusat Perbelanjaan

Keberadaan kantor representatif Adira Insurance ingin m

Gandeng Ralali.com, ASM Maksimalkan E Commerce

Secara korporasi, kerjasama dengan Ralali.com ini juga

Koperasi Obor Mas Melakukan Spin Off dan Membentuk Holding

Spin off dilakukan untuk mengembangkan usaha koperasi k

Merchant Cashlez Terima Pembayaran dengan GoPay

Lebih dari 6.000 Merchant Cashlez Bisa Terima Pembayara

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi