Governance, Risk Management & Compliance

Melantai Perdana, Saham SKRN Menguat 50 Persen

Kamis 11 Oktober 2018 11:51:0

Dengan pencatatan tersebut, SKRN menjadi emiten ke-45 yang melantai di bursa saham Indonesia di sepanjang tahun ini.

Perusahaan penyewaan crane dan alat berat, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) baru saja secara resmi melakukan pencatatan (listing) saham perdananya di Bursa Efek Indonesia. Dengan pencatatan tersebut, SKRN menjadi emiten ke-45 yang melantai di bursa saham Indonesia di sepanjang tahun ini. Dalam proses pencatatan kali ini, SKRN melepas 300 juta sahamnya atau setara dengan 20 persen dari jumlah modal yang disetor dan ditempatkan pasca penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dilaksanakan. Dengan harga penawaran sebesar Rp700 per saham, maka dari keseluruhan proses IPO perusahaan berhasil meraup dana sebesar Rp270 miliar. "Dari dana hasil IPO itu, 50 persen akan kami alokasikan untuk pembayaran uang muka pembelian alat berat, 25 persen untuk pelunasan utang perbankan dan sisanya untuk modal kerja," ujar Presiden Direktur SKRN, Yafin Tandiono Tan, usai listing, di Jakarta, Kamis (11/10).

Usai pelaksanaan IPO, menurut Yafin, pihaknya akan fokus dalam mengejar target kontrak penyewaan crane sebesar US$100 juta hingga tahun 2021 mendatang. Kontrak tersebut didapat dari berbagai sektor, mulai dari migas, infrastruktur hingga pertambangan dan perkebunan. "Saat ini kami sudah mengantongi kontrak US$40 juta dari dua perusahaan migas dan pertambangan. Jumlah ini kami targetkan terus dapat bertambah hingga tiga tahun ke depan," tutur Yafin. Dengan terus mendongkrak perolehan kontrak, lanjut Yafin, pihaknya ingin memastikan kinerja pendapatan perusahaan di tahun-tahun mendatang dapat terus berkembang. Di tahun ini saja, SKRN yakin dapat mengejar target pendapatan sebesar Rp600 miliar, atau mengasumsikan pertumbuhan sebesar 25 persen dari realisasi tahun 2017 yang sebesar Rp480 miliar. "Hingga September kami sudah berhasil realisasikan sebesar Rp452 miliar. Jadi sudah on the track. Untuk tahun depan kami targetkan ada pertumbuhan sekitar 20 persen, jadi dari estimasi tahun ini, kami kejar angka Rp720 miliar," tegas Yafin.



Non Bank

Industri Halal Indonesia Masih Tertinggal

Dalam mengembangkan Industri halal, tentunya tidak terl

Amartha Konsisten Gandeng UMKM Perempuan

PT Amartha Mikro Fintek terus berkomitmen menyalurkan p

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencata

AXA Mandiri Berikan Penghargaan bagi Bengkel Rekanan Terbaik

Program STAR WORKSHOP AWARD memberikan penghargaan kepa

Portofolio

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk m

Dorong Milenial Investasi, SGE Gelar Festival

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia, gen

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi