Governance, Risk Management & Compliance

Mendag Ajak Para Perwakilan RI di Luar Negeri Lakukan Diplomasi Ekonomi

Jumat 10 Januari 2020 6:2:0

Kepala perwakilan RI tersebut dinilai berperan memantau pemanfaatan skema preferensi yang sudah diimplementasikan, membantu penyelesaian sengketa dagang.

JAKARTA, Stabilitas-- Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengajak para kepala perwakilan Indonesia di luar negeri sebagai mitra kerja Kementerian Perdagangan untuk melakukan diplomasi ekonomi untuk melakukan diplomasi ekonomi dalam meningkatkan ekspor Indonesia. Para perwakilan Indonesia tersebut antara lain Duta Besar, Konsulat Jenderal, Atase Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), dan para pejabat fungsional ekonomi.

"Kami harap para perwakilan Indonesia di luar negeri semakin aktif memperjuangkan kepentingan perdagangan Indonesia, khususnya dalam meningkatkan ekspor Indonesia ke luar negeri," ujar Mendag Agus saat menjadi narasumber diskusi panel pada rapat kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri tahun 2020 di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, hari Jumat (10/1/2019).

Diskusi panel yang diadakan dalam rangkaian rapat kerja Kementerian Luar Negeri mengangkat tema "Mengatasi Defisit Neraca Perdagangan: Meningkatkan Ekspor dan Mengamankan Pasar Dalam Negeri". Turut hadir sebagai narasumber Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, serta dimoderatori Plt. Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri.

Menurut Mendag Agus, peran para kepala perwakilan RI diperlukan terutama untuk menginformasikan kebijakan nontarif (Non Tariff Measures/NTM) dan hambatan nontarif (Non Tariff Barrier/NTB) yang menjadi penghambat masuknya produk Indonesia serta aturan yang dapat diduga melanggar perjanjian WTO di negara akreditasi.

Selain itu, kepala perwakilan RI tersebut juga berperan memantau pemanfaatan skema preferensi yang sudah diimplementasikan, membantu penyelesaian sengketa dagang, menggali dan menyampaikan informasi peluang ekspor barang dan jasa, menarik investasi sektor barang/jasa. Peran lainnya yaitu melakukan pendekatan intensif khususnya kepada sejumlah negara di Afrika dan Timur Tengah agar merespons usulan Indonesia untuk merundingkan perjanjian perdagangan preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA).

"Untuk mengoptimalkan ITPC dan Atdag, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Perdagangan akan menuntaskan re-orientasi tugas perwakilan perdagangan di wilayah akreditasi. Kami harap upaya ini dapat didukung Kementerian Luar Negeri, kementerian teknis terkait, asosiasi, dan para pelaku ekspor," tandas Agus.

Agus menegaskan kembali mandat yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Perdagangan yaitu menjaga neraca perdagangan dengan mempercepat penyelesaian perundingan perdagangan, mengendalikan impor secara selektif, dan mengoptimalkan peranan Atdag dan ITPC agar memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekspor di wilayah akreditasi.

Selanjutnya Agus menjelaskan, dengan target pertumbuhan ekspor nonmigas di kisaran 7,75?11,09 persen, maka strategi peningkatan ekspor nonmigas diarahkan untuk mengamankan pasar ekspor utama dan memperluas pasar ekspor baru.

Selain itu, langkah yang dilakukan juga dengan meningkatkan daya saing; diversifikasi produk ekspor, dan fasilitasi perdagangan; menggiatkan promosi ekspor dan memperkuat pencitraan Indonesia; memanfaatkan niaga elektronik (e-commerce) untuk produk domestik; menyederhanakan prosedur ekspor dan kemudahan impor bahan baku; optimalisasi ITPC; meningkatkan pengamanan perdagangan; serta mempercepat penyelesaian perundingan perdagangan internasional.

Terkait dengan penguatan dan pengamanan pasar dalam negeri, lanjut Agus, Kementerian Perdagangan juga akan terus fokus pada peningkatan daya saing produk dalam negeri.

"Kementerian Perdagangan terus berupaya mengendalikan impor melalui pengawasan standar produk, tertib ukur dan tertib niaga, perlindungan industri dalam negeri, dan peningkatan perdagangan berjangka komoditas ke arah penentu harga," pungkas Mendag.

Mendag Serahkan Donasi Kemendag Peduli di DIY

Fri, 03 Jul 2020 - Kementerian Perdagangan gencar mendorong pasar rakyat beroperasi kembali dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Kemendag Fasilitasi Penandatanganan Kerja Sama Perusahaan Australia dengan Eksportir Indonesia

Fri, 22 May 2020 - Ini merupakan Implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IACEPA).

Wamendag Dorong Pengembangan UMKM di Indonesia

Mon, 18 May 2020 - Kemendag menggandeng Google untuk mengembangkan industri digital di Indonesia, salah satunya di sektor UMKM.

Mendag Pastikan Persediaan dan Harga Gula Stabil

Mon, 11 May 2020 - Operasi pasar juga dilakukan dengan menggerojok puluhan ribu ton gula ke pasar rakyat di Jawa dan Sumatera.

Kemendag Salurkan Bantuan Alat Kesehatan untuk Pasar Rakyat

Sat, 09 May 2020 - Bantuan Kemendag di Jawa Tengah akan didistribusikan kepada 35 pasar rakyat di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.

Mendag Minta Pasar Rakyat Tetap Harus Beroperasi

Mon, 04 May 2020 - Dampak dari penyebaran virus corona itu, sangat berpengaruh kuat pada ekonomi masyarakat, baik daya beli masyarakat yang menurun maupun para pedagang pasar rakyat dan ritel yang juga melemah transaksi penjualannya



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi