Governance, Risk Management & Compliance

Mendag Kenalkan Logo dan Maskot Harkonas 2020

Minggu 2 Februari 2020 2:44:0

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berharap Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2020 berdampak positif bagi peningkatan perlindungan konsumen di Indonesia.

JAKARTA, Stabilitas-- Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meluncurkan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2020 pada rangkaian kunjungan kerja Mendag di Surabaya, Jumat (31/1/2020).

Pada acara ini, Agus juga memperkenalkan logo dan maskot Harkonas 2020. Peluncuran logo dan maskot ini dilakukan sekaligus dalam rangka menyambut peringatan puncak Harkonas yang akan digelar pada 30 Maret 2020 mendatang.

Kemendag menetapkan logo dan maskot Harkonas 2020 sebagai sarana publikasi dan promosi kepada masyarakat. Selain itu, juga merupakan identitas bagi masyarakat dan menjadi alat pemberdayaan perlindungan konsumen.

Logo Harkonas 2020 dibuat dengan menggabungkan perisai dan gambaran dua tangan manusia yang mengepal. "Logo perisai yang menyerupai otak manusia melambangkan konsumen harus cerdas dan bijak dalam melindungi diri," jelas Mendag.

Sedangkan, maskot Harkonas 2020 digambarkan dengan bentuk binatang lumba-lumba yang menggunakan ikat kepala Jawa Timur (udeng) bermotif batik Surya Majapahit. Maskot Harkonas 2020 yang digambarkan dengan lumba-lumba merupakan lambang binatang sosial yang cerdas dan berkemampuan, bertenaga, berakal, dan berdaya melindungi diri dari ancaman.

"Maskot berbentuk lumba-lumba berarti sudah saatnya konsumen berdaya dan berkemampuan bertindak untuk mengatasi masalah. Sedangkan, udeng merupakan simbolisasi tempat diselenggarakannya Harkonas 2020 yaitu di Provinsi Jawa Timur," imbuhnya.

Agua menjelaskan, peringatan Harkonas 2020 mengangkat tema 'Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Maju' dengan subtema 'Kepercayaan Bertransaksi Menuju Konsumen Berdaya'. Adapaun peringatan puncak rencananya akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

"Harkonas 2020 menjadi momentum pemerintah untuk terus mendorong peningkatan kepercayaan konsumen dalam bertransaksi. Selain itu, juga sebagai pengingat upaya peningkatan perlindungan konsumen di Indonesia," kata dia.

Mendag menambahkan, Harkonas 2020 harus memposisikan diri sebagai bentuk kehadiran negara melindungi konsumen.

"Kita harap Harkonas 2020 dapat berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi peningkatan konsumen Indonesia," lanjut Mendag Agus.

Peringatan Harkonas 2020 akan diselenggarakan dengan serangkaian acara yaitu lomba video blog yang diselenggarakan pada 17 Februari hingga 22 Maret 2020; lomba menggambar tingkat SD pada 15 Maret 2020, donor darah pada 11 Maret 2020; lomba consumer edugames online dan pekan diskon pada 22-29 Maret 2020. Selain itu, ada juga kuliah umum edukasi konsumen pada 12 Maret 2020 dan 19 Maret 2020; penyuluhan konsumen pada 27 Maret 2020; serta klinik konsultasi perlindungan konsumen pada 7-29 Maret 2020.

Sedangkan, pada acara puncak yang berlangsung 29-30 Maret 2020 akan dilaksanakan kegiatan jalan santai (fun walk 5k), penandatanganan komitmen bersama pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik untuk mendukung sistem pengaduan konsumen terintegrasi, pemberian penghargaan Pemerintah Daerah Provinsi Terbaik Peduli Konsumen, dan pameran dengan tema 'Edukasi Konsumen'.

Kegiatan pameran Harkonas 2020 terbuka untuk umum dan akan diikuti beberapa instansi pemerintah, BUMN/BUMD, lembaga perlindungan konsumen, perusahaan telekomunikasi, pelaku usaha perbankan, perusahaan transportasi, pelaku usaha ritel, niaga elektronik (e-commerce), perusahaan jasa periklanan, dan lainnya.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono berharap, masyarakat dapat ikut berpartisipasi pada kegiatan Harkonas 2020.

"Kami berharap masyarakat dapat ikut berpartisipasi meramaikan Harkonas 2020 dan menjadi konsumen berdaya," kata Veri.

Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rolas Budiman Sitinjak mengatakan, BPKN siap mendukung pelaksanaan Harkonas 2020.

"Harkonas 2020 merupakan perwujudan kerja sama koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam mewujudkan upaya perlindungan konsumen yang optimal," ujar Rolas.

IA-CEPA Berlaku, Wamendag: Bukan Hanya Perdagangan Barang

Tue, 07 Jul 2020 - Perdagangan barang Indonesia dengan Australia mengalami defisit tetapi perdagangan jasanya mengalami surplus.

Mendag Paparkan Lima Fase New Normal Bidang Perdagangan

Tue, 02 Jun 2020 - Pembukaan aktivitas perdagangan secara bertahap dengan patuh terharap protokol pencegahan Covid-19

Kemendag Dorong Penyediaan Fasilitas Pembiayaan Ekspor Produk Organik

Sun, 31 May 2020 - UMKM diharapkan memasok produk yang tidak tersedia karena pembatasan dari negara lain

Kemendag Tandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan Go-Jek

Wed, 22 Apr 2020 - Kerja sama ini bertujuan untuk mempermudah distribusi barang kebutuhan pokok.

Mendag Optimalkan Serapan Bulog untuk Gabah dan Beras Petani melalui Permendag

Mon, 06 Apr 2020 - Peraturan tersebut mulai berlaku pada 19 Maret 2020 dengan tujuan mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras di tingkat petani.

Kemendag Perpanjang Pendaftaran GDI 2020

Fri, 27 Mar 2020 - GDI merupakan ajang penganugerahan berskala nasional bagi desainer dan pelaku usaha Indonesia yang berhasil menciptakan desain kreatif, inovatif, dan memiliki nilai komersial di pasar global.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi