Governance, Risk Management & Compliance

Menguatnya Cengkeraman Sang Naga

Sabtu 7 Mei 2016 3:45:0

Kondisi kelebihan dana di China dimanfaatkan oleh pemerintah dan pengusaha Indonesia untuk menangguk dana-dana tersebut. Berbagai kerjasama pun dibentuk dan dilakukan agar memperlancar dana-dana tersebut masuk Indonesia.

Dengan kondisi ekonomi dan infrastruktur yang hampir terpenuhi seluruhnya, China memiliki kelebihan dana karena makin sedikit proyek-proyek pembangunan yang harus dikerjakan di dalam negerinya. Indonesia, sebaliknya, hampir semua sektor ekonomi dan infrastruktur masih belum terpenuhi dan membutuhkan pendanaan. Kedua kutub inilah yang akhirnya bertemu.

Tidaklah mengherankan jika pemerintah Indonesia sangat akrab dengan China belakangan ini. Bahkan Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan bahwa saat ini China sedang mengubah pendekatan ekonominya dari yang berbasis investasi ke berbasis konsumsi, sehingga sedikit mengalami perlambatan ekonomi sejak tahun lalu.

China dinilai tidak membutuhkan lagi pembangunan besar-besaran pada jalan tol atau pembangkit listri karena semuanya sudah terbangun, meski dana untuk itu tersedia. “Mereka punya uang dan tidak punya obyek untuk investasi dalam negeri. Mereka sudah over investment, makanya strategi kita ke China mengubah dari perdagangan ke investasi,” kata Bambang.

Oleh karena itu kecenderungan maraknya investasi China di Indonesia dan kerjasama perusahaan Indonesia dengan China dengan mudah bisa dijelaskan. Saat ini gelombang investasi perusahaan Negeri Panda itu seperti tidak mau berhenti. Hingga saat ini lebih 1.000 perusahaan China beroperasi di Indonesia, baik bidang infrastruktur, kelistrikan, energi, komunikasi, agrikultural, manufaktur dan sektor lainnya.

Salah satu perusahaan China yang sempat menjadi buah bibir adalah Sonangol yang menggarap proyek energi di Blok Cepu Jawa Tengah bersama PT Surya PT Surya Energi Raya milik Surya Paloh. Bahkan perusahaan ini membentuk PT China Sonangol Media Invesment yang merupakan perusahaan hasil kerjasama antara Media Group dengan PT China Sonangol Land.

Perusahaan ini kemudian mendirikan kantor 59 lantai yang berdiri di lahan bekas perbelanjaan eX Plaza di Kawasan Thamrin yang pembukaannya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Dalam sambutannya, presiden menyebut keberadaannya merupakan pertanda ekonomi Indonesia mulai bangkit.

“Ini sinyal baik, gedung dengan investasi besar 8 triliun, bertingkat 59 lantai. Ini juga tunjukkan bahwa bisnis properti ke depan akan semakin baik. Tidak mungkin ke depan ekonomi gak baik tapi bangun gedung sebesar ini, tidak mungkin,” kata Presiden saat itu.

Selain itu, China Sonangol juga berkongsi dengan Grup Sampoerna dan memiliki saham Sampoerna Strategic Square Jakarta. Di Bali, China Sonangol masuk ke Intercontinental Bali Resort, hasil kongsi dengan Grup Media milik Surya Paloh.

Di bisnis energi, perusahaan pelat merah asal Tiongkok, China Huadian, membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Mulut Tambang Sumatera Selatan 8. Nilai investasi PLTU berkapasitas 2x600 Megawatt (MW) ini sekitar 1,5 miliar dolar AS. China Huadian menggandeng PT Bukit Asam Tbk di proyek ini.
Menurut Joko Pramono, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, targetnya, PLTU ini beroperasi tahun 2018. Pengolahan mineral juga tak luput. China Metallurgical Group Corp menggandeng PT Indosmelt menggarap smelter. Menurut Natsir Mansur, Direktur Utama Indosmelt, China yang menanggung semua biayanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, boleh dibilang China merupakan investor paling agresif di sektor migas Indonesia. Pada awal 2002, CNOOC mengakuisi seluruh operasi migas Repsol-YPF senilai 585 juta dollar AS sehingga menjadikannya produsen minyak lepas pantai terbesar di Indonesia dengan output 125.000 barel per hari.

Selanjutnya September 2002, CNOOC juga menandatangani kontrak 500 juta dollar AS untuk membeli 2,6 juta ton per tahun gas alam dari Tangguh, Papua. Pada saat hampir bersamaan dengan akuisisi CNOOC atas Repsol-FPF, PetroCina juga berhasil membeli seluruh aset Devon Energy (AS) di Indonesia seharga 262 juta dolar AS.

Beberapa saat kemudian, PetroChina sudah mendapatkan kontrak kerja sama migas dengan Pertamina di Sukowati dan Tuban, lapangan migas yang bertetangga dengan Blok Cepu.

Perdalam Ekspansi

China juga memuluskan langkah untuk memperkuat cengkeramannya ke Indonesia dengan membentuk ASEAN-China Centre (ACC) sejak 2011. Lima fokus kerja sama yang akan diperhatikan oleh lembaga ini, yaitu bidang perdagangan, investasi, pendidikan, kebudayaan dan pariwisata.

Untuk mendirikan ACC, China rela menjadi penyumbang terbesar hingga 90 persen, sementara sisanya dibagi rata 11 negara anggota ASEAN. Tujuan utama ACC adalah memperkuat perdagangan dua arah antara negara-negara ASEAN dan China, setelah setahun sebelumnya diterapkan ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA).

Investasi China makin merambah ke segala bidang setelah pada November 2014, Jokowi bertandang ke Beijing, China, ditandatangani 12 MoU investasi antara 11 perusahaan domestik dengan investor China senilai 17,8 miliar.

Pasca penandatanganan itu, Grup Maspion menggandeng Shining Resources Co Ltd untuk membangun pabrik plat tembaga di Gresik, Jawa Timur senilai 120 juta dollar AS. Sejak tahun 2013 lalu perusahaan peralatan elektronik dan rumah tangga ini memang telah berminat membangun smelter alumina untuk memenuhi kebutuhan bahan baku alumunium bagi perseroan.

Melalui salah satu anak usaha yakni PT Alumindo Light Metal Industry Tbk, grup ini berminat investasi dalam pembangunan smelter pengolahan bauksit untuk alumina dan alumina ingot serta nikel. Setiap tahunnya, Maspion Grup membutuhkan pasokan 200 ribu ton alumunium, padahal, Inalum hanya memiliki kapasitas alumina ingot sebanyak 250.000 ton per tahun dengan mayoritas, 60 persen untuk ekspor. Berarti hanya 40 persen atau 100.000 ton untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Di bidang otomotif juga ada PT Indomobil Sukses Internasional Tbk yang akan mengajak perusahaan China membangun industri komponen kendaraan. Menurut Jusak Kertowijoyo, Presiden Direktur Indomobil, pihaknya akan bekerjasama membangun industri komponen otomotif dengan China.

Sebelumnya Indomobil memasukkan mobil dari China ke Indonesia, namun lantaran kalah bersaing dengan mobil Jepang perusahaan itu memilih industri komponen kendaraan. Saat ini produk otomotif China yang masuk pasar Indonesia antara lain Geely, Chery, Foton, dan FAW. Untuk alat berat ada merek Sunny, Robby, Sani.

Selanjutnya PT Zadasa berhasil menggandeng Shen Zhen Tian He Wei Hang dengan investasi mencapai 5,510 juta dolar AS. Perusahaan ini bergerak di bidang logistik dan dimiliki oleh Natsir Mansyur yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog.

Perusahaan yang masuk dalam salah satu anggota rencana pembangunan tol laut tersebut berencana mendatangkan 1.500 kapal berukuran 1.500-3.000 Teus dari China. Natsir mengatakan mulai tahun ini akan didatangkan 500 kapal setiap tahunnya. Menurut Dirut PT Zadasa ini, proses mendatangkan kapal China ini, akan dilakukan dalam 5 tahun ke depan. Disebutkan pula, pihaknya akan menggelontorkan dana sekita Rp 15 triliun untuk pembelian kapal ini.

Ada pula PT Resteel Industry Indonesia, usaha gabungan (joint venture) antara perusahaan baja lokal PT Trinusa Group dengan perusahaan baja asal China Shanxi Haixin Iron and Steel Group Co. Pada KTT APEC Resteel Industry berhasil mendapatkan perjanjian kerja sama dengan China Railway Construction, perusahaan BUMN konstruksi terbesar kedua di China. Resteel Industry sendiri berencana untuk membangun pabrik baja di Batam. Kapasitas pabrik dirancang 18 ribu ton per line. Selain membangun pabrik baja, perusahaan patungan itu juga membangun smelter sejenis di Tojo Una Una, Provinsi Sulawesi Tengah.

Selanjutnya, PT Integra Mining Nusantara berhasil menggandeng Jiangsu Wei-Wei Mining untuk melakukan MoU investasi yang nilainya mencapai 775 juta dolar AS. PT Integra Mining Nusantara adalah perusahaan yang bergerak dibidang Pertambangan & Perdagangan biji Nikel. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan yang dijadwalkan untuk mengoperasikan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter).

Lalu PT Kayan Hydro Energy makin dekat untuk merealisasikan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Kayan, Bulungan, Kalimantan Utara. Pada tanggal 9 November lalu di KTT APEC perusahaan ini telah menandatangani MoU dengan Shanghai Electric Power Ltd. untuk membangun PLTA dengan nilai investasi mencapai 17,8 miliar dollar AS.

Sementara PT Adaro Power, perusahaan subsidiary dari PT Adaro Energy Tbk berhasil mengajak China Shenhua Overseas untuk bekerja sama dengannya. Konsorsium J-Power, Ithocu dan Adaro adalah pemenang tender proyek PLTU Jawa Tengah 2×1000 MW pada tanggal 17 Juni 2011 yang selanjutnya telah membentuk PT Bhimasena Power Indonesia sebagai entitas pelaksana proyek. Skema KPS yang akan diterapkan di dalam proyek ini adalah Build-Own-Operate-Transfer (BOOT) dengan masa konsesi selama 25 tahun. Proyek ini diperkirakan mulai beroperasi komersial (Commercial Operation Date/COD) pada akhir 2016.


Non Bank

CIMB Niaga Persembahkan Film ‘Banda The Dark Forgotten Trail’

Film ini menuturkan ulang kisah sejarah Kepulauan Banda

Aset Jamkrindo Syariah Tumbuh 135 Persen

Aset JamSyar tumbuh 123 persen bila dibandingkan dengan

Zakat untuk UKM Dikembangkan

Zakat yang ditunaikan Jamkrindo Syariah menambah daftar

AAJI: Q1/2017 Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 16,4 Persen

Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak

Portofolio

Tradisi ‘Bendera Putih’ BEI

Lagi-lagi PT Bursa Efek Indonesia merevisi targetnya. K

Siap Go Private, Saham LAMI Dibuyback Pendirinya

BEI telah mengkonfirmasi bahwa sedikitnya dua emiten te

CIMB dan China Galaxy Jajaki Kerjasama Stockbroking

Dalam usaha patungan tersebut, kedua perusahaan yang te

AAEI Ajak Masyarakat Berinvestasi Saham

AAEI mengajak masyarakat agar tak ragu lagi untuk berin

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi