Governance, Risk Management & Compliance

Menkeu Tegaskan Peran Penting Teknologi Dalam Mendorong Pertumbuhan Inklusif

Selasa 9 Oktober 2018 14:46:0

"Kita harus membahas ini dalam level global, saling berbagi tentang pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek termasuk hak intelektual, perpajakan dan pertukaran data agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara inklusif..."

NUSA DUA, Stabilitas -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa perkembangan teknologi memiliki kemampuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif bila didukung dengan kebijakan yang tepat sasaran dari pemerintah.

"Pesatnya perkembangan teknologi saat ini memberikan kekhawatirkan negara-negara berkembang di dunia termasuk pengaruhnya dalam pertumbuhan ekonomi namun demikian, tiap negara harus mampu mengubah resiko tersebut menjadi sebuah hal positif yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," ujar Menkeu saat membuka acara "Pathways to Prosperity" sebagai bagian dari Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa (09/10).

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Rwanda Dr. Uzziel ndagijimana, Menteri Keuangan Tanzania Dr. Philip Isdor Mpango dan CEO Mojochat Kamal Bahttachrya.

Lebih Lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa masyarakat global dan regional regional harus mendukung negara berkembang untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam berbagai aspek yaitu hak intelektual, perpajakan, kompetisi internasional maupun pertukaran data antar wilayah.

"Kita harus membahas ini dalam level global, saling berbagi tentang pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek termasuk hak intelektual, perpajakan dan pertukaran data agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara inklusif, " ujar Menkeu.

Penguatan SDM

Sebelumnya, dalam High Level Parliamentary Meeting sebagai rangkaian acara International Monetary Fund – World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meetings 2018, Senin (08/10), di Nusa Dua, Bali, Menkeu Sri Mulyani menyatakan bahwa Investasi Sumber Daya Manusia adalah kunci penuntasan kemisikinan dan motor utama penggerak perekonomian suatu Negara.

"SDM adalah kunci penuntasan kemiskinan dan motor utama dalam menggerakan perekonomian, untuk itu semua Negara di dunia menyadari betapa pentingnya investasi Sumber Daya Manusia, yang menjadi pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana cara melakukannya?," ujarnya. 

Menkeu menjelaskan bahwa ada 3 aspek penting yang harus diprioritaskan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu Kesehatan, Pendidikan dan kesetaraan Gender yang mana jika dikelola melalui program-program yang komprehensif dari pemerintah akan menghasilkan kualitas SDM yang mampu bersaing di era Ekonomi digital saat ini.

"Ekonomi Digital adalah masa depan yang merubah tatanan dunia. Ekonomi digital menuntut kreatifitas yang diperoleh dari kesehatan yang baik, pendidikan yang cukup dan kesempatan yang sama oleh para pelakunya, untuk pemerintah harus menyediakan sistem pengelolaan yang komprehensif," Jelas Menkeu.

Pada Kesempatan ini, Menkeu juga mengajak seluruh Negara peserta untuk bekerjasama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Secara Global.

TBIG Siapkan Global Bond Hingga US$850 Juta

Tue, 21 May 2019 - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk bersiap menerbitkan global bond dengan total nilai diperkirakan hingga US$850 juta.

OJK Perkuas Pengawasan Sektor Jasa Keuangan Berbasis TI

Tue, 14 May 2019 - Pengembangan aplikasi OBOX dilakukan melalui dua fase. Fase pertama kepada 10 bank pilot project dan fase kedua kepada 104 bank umum secara bertahap hingga akhir Desember 2019

Kemenkeu Gandeng Beberapa Kementerian Dorong Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pariwisata

Fri, 26 Apr 2019 - Usaha itu dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada pengusaha di daerah pariwisata demi meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar daerah pariwisata.

Sri Mulyani Bahas Ekonomi Bersama Mahasiswa Indonesia di AS

Wed, 10 Apr 2019 - Di hadapan mahasiswa Indonesia di New York, Menkeu menyampaikan pentingnya menempatkan tabungan ke aset finansial. MEnurut Sri Mulyani, tantangan rendahnya saving rate di indonesia diakibatkan dana yang tidak dialokasikan ke finasial aset.

Menkeu dan Gubernur BI Hadiri Pertemuan AFMGM di Thailand

Mon, 08 Apr 2019 - Dalam pertemuan tersebut, AFMGM menyepakati berbagai agenda yang diusulkan Thailand, sebagai Chairman ASEAN, yang bertajuk "Advancing Partnership for Sustainability" dengan salah satu elemen utama, yakni konektivitas, melalui peningkatan fasilitasi perda

Lantik Sejumlah Pejabat, Menkeu Minta Tunjukkan Prestasi

Thu, 28 Mar 2019 - Menkeu juga berharap, mereka dapat menunjukkan kecintaan kepada NKRI dengan cara bekerja sepenuh hati dan mengukir prestasi sebaik-baiknya.



Non Bank

ASM Bagikan Asuransi Mikro dan Celengan Impian Untuk Masyarakat Sentani

PT Asuransi Sinar Mas (ASM) menyelenggarakan kegiatan L

Amartha Fintek Resmi Kantongi Izin Usaha OJK

Amartha menjadi salah satu dari lima perusahaan fintech

Buana Finance Optimistis Bisnis Pembiayaan Bakal Membaik

PT Buana Finance Tbk meyakini bahwa bisnis pembiayaan k

Buana Finance Optimistis Bisnis Pembiayaan Bakal Membaik

PT Buana Finance Tbk meyakini bahwa bisnis pembiayaan k

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi