Governance, Risk Management & Compliance

Wiranto: Jangan Hanya Fokus Pada SDA

Senin 16 Januari 2017 4:2:0

Pertumbuhan ekonomi tentu dapat juga sebagai penentu growth domestic, dan sekarang ini kami masyarakat ini yang masih bertumbuh kepada penghasilan-penghasilna non jasa.

JAKARTA, Stabilitas—Kontribusi sektor jasa kepada pendapatan negara berkisar 50 persen. Perbankan menempati prosesntase terbesar diatas pasar modal. Walaupun demikian, hal tersebut tidak membuat sektor jasa memberi andil besar terhadap GDP.

Menkopolhukam RI, Wiranto mengatakan masyarakat masih banyak mengandalkan sektor non jasa. Padahal ekonomi merupakan salah satu faktor penentu kesejahteraan masyarakat, jika masyarakat hanya fokus pada satu sektor, ke depan akan jauh tertingal.

“Memang suatu negara termasuk Indonesia, ukuran kesejahteraan masyarakatnya diukur dari pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi tentu dapat juga sebagai penentu growth domestic, dan sekarang ini kami masyarakat ini yang masih bertumbuh kepada penghasilan-penghasilna non jasa,”ucap Wiranto pada Grand Launching Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera, di Jakarta, Senin(16/1).

Kekayaan Sumber Daya Alam dinilai tidak bersifat jangka panjang, sebab sewaktu-waktu akan habis. Untuk itu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan keterampilan, masyarakat didorong untuk merambah kepada sektor jasa.

“Sejak republik ini berdiri maka penghasilan ini akan tergantung pada national resources sumber daya alam yang kita miliki, yang ini pasti akan tergerus dan habis,” jelas Wiranto.

Selain itu, Wiranto mengatakan ketahanan negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi datang dari pengetahuan dan keterampilan warga negaranya. “Kalau kita tidak punya keahlian, tidak punya pendapatan lain di luar itu, pasti suatu saat negara ini akan suilit, buktinya bahwa ada satu negara yang tanpa memiliki suatu kekayaan alam bisa eksis dan maju itu banyak,”tandasnya.

Begini Kondisi Stabilitas Jasa Keuangan

Wed, 12 Apr 2017 - Ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global pada Maret 2017, terpantau berkurang

Hanya 21,84% Penduduk Yang Well Literate

Thu, 18 Dec 2014 - Hasil survei OJK juga menunjukkan bahwa semakin rendah strata sosial masyarakat maka semakin rendah pula tingkat literasinya.



Non Bank

Siap Dirilis Maret, BI: Izin LinkAja Masih Diproses

Menjelang dirilis Maret mendatang, aplikasi fintech ga

IdEA Akan Gelar Pasar E-Commerce 2019

Menyadari potensi besar industri e-commerce di Indonesi

Penetrasi Pasar Jadi Tantangan E-commerce menjadi Unicorn

Asosiasi E-commerce Indonesia menilai penetrasi pasar b

Chubb Life Tunjuk Budi Tatawidjaja Sebagai Direktur Kepatuhan

PT Chubb General Insurance mengangkat Budi Tatawidjaja

Portofolio

Hadirkan Produk Derivatif GOFX, Pasar ICDX Semakin Liquid

GOFX adalah kelompok produk derivatif komoditi, terdiri

Pemanfaatan data Dispendukcapil, KSEI: Pembuatan Rekening Lebih Mudah

kerjasama ini dilakukan untuk memperdalam pasar investa

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi