Governance, Risk Management & Compliance

Minat Investor Berinvestasi di tanamduit Tumbuh Signifikan di Tengah Pandemi Covid-19

Senin 1 Juni 2020 14:16:0

tanamduit menargetkan dana kelolaan reksa dana hingga akhir 2020 senilai Rp500 miliar atau melonjak lebih dari 160% dibandingkan realisasi akhir 2019 meski di dalam kondisi pandemi Covid-19.

JAKARTA, Stabilitas - Masa pandemi Covid-19 ternyata tidak menyurutkan minat nasabah platform digital wealth management "tanamduit" untuk berinvestasi. Secara year to date (per 26 Mei 2020), total dana kelolaan reksa dana dan SBR tanamduit mencapai Rp430 Bio dan khususnya untuk reksadana tumbuh 20% . Adapun jika melihat nilai volume transaksi jual beli atau GMV sejak awal beroperasi telah mencapai Rp2.47 triliun

tanamduit adalah plaform digital yang membantu customer secara komprehensif dalam mengeksekusi rencana keuangan dan memonitor perkembangan capaian investasinya.

Co-Founder & Managing Director tanamduit (PT Star Mercato Capitale) Rini Hapsari menyatakan, di tengah pandemi Covid-19 dan pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)justru "tanamduit" mencatat lonjakan dana kelolaan sejak pertengahan April hingga akhir Mei 2020,.

"Secara umum minat investasi nasabah-nasabah tanamduit tetap tumbuh walaupun pada saat awal pandemi Covid-19 di bulan Maret pertumbuhan AUM sedikit tertahan. Namun, di pertengahan bulan April sampai sekarang (akhir Mei 2020) minatnya naik signifikan," ujar Rini dalam keterangan tertulis kepada pers di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Menurut Rini, ditengah situasi pandemi dan PSBB serta situasi pasar modal Indonesia yang bergejolak, nasabah masih tetap aktif melakukan investasi secara rutin melalui platform tanamduit yang memberikan kemudahan untuk berinvestasi secara aman di mana saja. Hal ini juga merupakan buah hasil strategi edukasi yang dilakukan secara aktif dan berkesinambungan melalui media digital seperti social media, webminar dan whatsapp group.

Tercatat jumlah nasabah yang melakukan KYC (Know Your Customer) di platform tanamduit melesat 31% menjadi 230 ribu nasabah pada 26 Mei 2020 dari 175 ribu nasabah pada Desember 2019.  Selain itu, melonjaknya minat investasi nasabah sejak pertengahan bulan lalu juga memanfaatkan momentum murahnya valuasi pasar saham yang sudah tertekan sejak pandemi Covid-19 merebak dan ditetapkan sebagai pandemi global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) awal Maret lalu.

Secara lebih rinci, Rini menjelaskan asset under management (AUM) tanamduit pada akhir Desember 2019 adalah Rp350 Miliar, namun dikarenakan kondisi pasar modal yang bergejolak AUM sempat turun baik karena adanya redemption juga karena adanya penurunan nilai aktiva bersih sebagai dampak dari turunnya harga saham dan obligasi yang menjadi portofolio reksa dana sebagai imbas dari pandemi Covid-19.

Pada akhir Mei 2020 ini AUM di tanamduit menjadi Rp430 miliar, dimana terjadi perubahan komposisi AUM di produk reksa dana; reksa dana saham yang akhir tahun 2019 adalah 25% menjadi 42% di akhir Mei, sedangkan bobot AUM reksa dana pasar uang turun dari 58% menjadi 48%. Hal ini menggambarkan bahwa edukasi tanamduit kepada nasabah-nasabahnya untuk memanfaatkan rendahnya harga-harga saham dengan berinvestasi di reksa dana saham untuk jangka waktu yang panjangmulai membuahkan hasil yang baik.

tanamduit juga aktif sebagai Mitra Distribusi penjualan Surat Berharga Negara ritel yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan RI sejak pertama kali dijual secara online melalui platform seperti yang dijalankan oleh tanamduit. Pada bulan Juni 2020 tanamduit akan berpartisipasi memasarkan SBN Obligasi Ritel Serie ORI 017 dan berharap dapat meningkat nilai penjualannya dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Sambut Era New Normal

Founder dan Chairman tanamduit Indra Suryawan menambahkan tanamduit tetap menargetkan dana kelolaan reksa dana hingga akhir 2020 senilai Rp500 miliar atau melonjak lebih dari 160% dibandingkan realisasi akhir 2019 meski di dalam kondisi pandemi ini. Selain itu, tanamduit juga membidik dana kelolaan Surat Berharga Negara senilai Rp336 miliar di 2020 atau meningkat dibanding pada akhir 2019 sebesar Rp186 miliar.

Untuk mencapai target tersebut, Indra menjelaskan strategi bisnis menghadapi era new normal di tengah pandemi Covid-19 dengan semakin mengintensifkan edukasi investasi bagi nasabah. Dengan melakukan edukasi dan menjalin komunikasi  dengan nasabah diharapkan minat investasi masyarakat untuk berinvestasi semakin bertumbuh. "Kami aktif melakukan edukasi kepada nasabah-nasabah. Kita bagi menjadi 2 kategori nasabah ritel," ungkapnya.

Indra menjelaskan kategori nasabah pertama, yang mengerti pentingnya berinvestasi dan bermaksud menambah jumlah investasi. Nasabah-nasabah ini diundang bergabung dalam Whatsappgroup, setiap hari mendapatkan edukasi dan update soal informasi terkini tentang perkembangan ekonomi global dan domestik, khususnya yang berkaitan dengan pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap pasar keuangan.

"Kami meng-encourage nasabah untuk memanfaatkan momentum rendahnya harga-harga saham dengan berinvestasi di reksa dana saham untuk jangka waktu 3 tahun atau lebih. Hasilnya cukup baik, jumlah AUM naik cukup baik terutama sejak awal April 2020 di mana volatilitas harga saham mulai mereda," kata Indra.

Adapun Kelompok kedua adalah investor yang masih ragu-ragu untuk berinvestasi dan masih kategori pemula. "Kami melakukan edukasi melalui media sosial seperti Instagram, IGTV, Facebook, dan webinar untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya investasi demi kepentingan masa depan nasabah sendiri," Indra menambahkan.

Sementara itu, tanamduit akan senantiasa menambah pilihan  instrumen investasi untuk memastikan nasabah memiliki pilihan investasi yang tepat disetiap kondisi, terangnya.

Jamkrindo Jamin Kredit Modal Kerja UMKM

Tue, 07 Jul 2020 - Program ini dijalankan pemerintah sebagai stimulus untuk menggerakkan perekonomian yang terdampak pandemi covid-19.

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Fri, 03 Jul 2020 - Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agung rupanya tidak diketahui oleh semua Anggota BPK.

Indonesia Naik Peringkat Menjadi Upper Middle Income Country

Fri, 03 Jul 2020 - Kenaikan ini akan memperkuat kepercayaan serta persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia.

Bentjok Pertanyakan Kepemilikan Saham Grup Bakrie Atas Jiwasraya

Tue, 30 Jun 2020 - Benny Tjokro, menyebut bahwa saat ini Jiwasraya diketahuinya memiliki saham Grup Bakrie.

Kemenperin Buka Jalan Pelaku IKM Ikut Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Tue, 30 Jun 2020 - 15 satker Kemenperin prioritaskan belanja barang kepada IKM

Realisasi Stimulus Fiskal dan Pemulihan Ekonomi Nasional Meningkat

Tue, 30 Jun 2020 - Proses administrasi dan verifikasi yang rigid menjadi kendala implementasi stimulus.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi