Governance, Risk Management & Compliance

Moody's Pertahankan Peringkat Utang Indonesia Pada Baa2 Outlook Stable

Rabu 12 Februari 2020 22:1:0

Peringkat Baa2 artinya surat berharga yang diterbitkan pemerintah Indonesia masuk dalam kategori moderate credit risk dan medium grade, sementara stable outlook menggambarkan posisi rating yang akan stabil dalam beberapa waktu ke depan.

JAKARTA, Stabilitas-- Lembaga pemeringkat utang Moody’s telah mengafirmasi peringkat utang (rating) Indonesia pada posisi Baa2, dengan outlook stable. Peringkat utang Indonesia oleh Moody’s telah masuk dalam kategori investment grade sejak Januari 2012.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengatakan, dalam laporannya, Moody’s menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil, kebijakan fiskal yang baik dan pengelolaan yang pruden, dengan tingkat beban utang pemerintah dan defisit APBN yang rendah merupakan faktor positif bagi peringkat utang Indonesia.

"Moody’s juga menggarisbawahi komitmen Pemerintah dalam keberlanjutan reformasi struktural dan fiskal yang baik dan konsisten,"ujarnya.

Lebih lanjut, Moody’s juga menilai defisit APBN yang rendah menciptakan beban utang pemerintah yang juga rendah yaitu sekitar 30 persen dari PDB pada 2019, jauh di bawah rata-rata negara-negara peers yaitu 47,3 persen. Penilaian positif juga diberikan Moody’s atas posisi defisit transaksi berjalan Indonesia yang juga berada di bawah negara-negara peers. Selain itu, Indonesia dinilai mempunyai buffer yang memadai untuk menghadapi tantangan global.

"Di sisi lain, Moody’s melihat adanya risiko yang dapat timbul dari faktor lingkungan dan geografis Indonesia. Dampak yang mungkin ditimbulkan antara lain penurunan produksi pertanian, kerusakan infrastruktur dan properti,"kata Nufransa.

Ia melanjutkan, terdapat beberapa faktor yang dinilai Moody’s dapat mendorong peningkatan peringkat utang Indonesia ke depan, yakni kebijakan fiskal yang baik dan dinilai akan berkelanjutan, potensi peningkatan penerimaan negara, peningkatan pendapatan per kapita, serta pendalaman pasar keuangan dan peningkatan daya saing.

Langkah Moody’s mempertahankan peringkat utang Indonesia pada posisi Baa2 dengan outlook stable tersebut menunjukkan bahwa fokus Pemerintah pada upaya menjaga stabilitas di tengah gejolak global dinilai baik. Selain itu, reformasi struktural dan fiskal yang dijalankan Pemerintah bersama pemangku kepentingan lainnya juga dipandang memberikan hasil positif. Pengumuman Moody’s ini juga menunjukan adanya kepercayaan yang tinggi dari dunia internasional kepada perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian global. Apresiasi dari lembaga internasional terkemuka, seperti lembaga pemeringkat utang, terhadap kinerja perekonomian Indonesia memiliki peran penting untuk mewujudkan APBN yang lebih sehat, adil, dan mandiri serta perannya dalam perbaikan perekonomian Indonesia secara umum.

"Namun demikian, Pemerintah juga menyadari bahwa masih banyak tantangan yang harus diatasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan. Pemerintah telah dan akan terus melakukan langkah-langkah proaktif untuk mewujudkan hal tersebut, melalui pengelolaan APBN dan kebijakan fiskal yang kredibel dan efektif. Selanjutnya, peranan dari berbagai pihak dan masyarakat luas juga sangat penting dalam mewujudkan perekonomian yang lebih inklusif ke depan,"pungkasnya.

Respon Pemerintah Melalui APBN Jadi Kunci di Masa Pandemi

Tue, 30 Jun 2020 - Pemerintah memiliki peran sangat penting karena hampir semua sektor publik hingga swasta terkena imbas pandemi.

Menkeu Jelaskan Latar Belakang Perppu Nomor 1 Tahun 2020

Tue, 05 May 2020 - Sri Mulyani menjelaskan, Perppu dikeluarkan untuk bisa menciptakan bantalan agar ancaman itu tidak materialized.

Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Sosial di Bulan April

Thu, 16 Apr 2020 - Anggaran untuk bantuan sosial sudah mulai disalurkan lebih cepat dari rencana awal.

BKF Luncurkan Buku "Pendanaan Publik untuk Pengendalian Perubahan Iklim Indonesia Tahun 2016-2018"

Wed, 15 Apr 2020 - Buku ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah dan transparansi publik dalam pengendalian perubahan iklim.

Menkeu Lantik Febrio Nathan Kacaribu Sebagai Kepala BKF

Fri, 03 Apr 2020 - Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama ini merupakan promosi dan mutasi di lingkungan BKF dan LMAN.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi