Governance, Risk Management & Compliance

Morenzo Abadi Perkasa Siap Melantai di Bursa

Kamis 26 Desember 2019 14:54:0

Hasil dana IPO akan digunakan untuk pembayaran utang pokok perseroan dan utang pokok anak perusahaan

JAKARTA, Stabilitas - PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk yang bergerak dalam bidang usaha pengolahan distribusi hasil perikanan rajungan dan makan laut beku merencanakan akan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham sebanyak-banyaknya 807.400.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp50 setiap saham atau sebesar 35,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum. Saham yang ditawarkan dengan kode ticker CRAB kepada masyarakat dengan Harga Penawaran masih belum ditetapkan harga dalam penjualan sahamnya.

Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 403.700.000 Waran Seri I yang menyertai saham baru Perseroan atau sebanyak-banyaknya 27 persen) dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini disampaikan. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru selain pemegang saham hasilkonversi MCB yang  namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan.

"Setiap pemegang dua saham baru Perseroan berhak memperoleh satu Waran Seri I dimana setiap satu) Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru Perseroan yang dikeluarkan dari portepel," jelas Ratna Sari Ismianti, Sekretaris Perusahaan Morenzo Abadi Perkasa.

Dalam aksi korporasi ini, lanjut Ratna, Perseroan dibantu oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek yakni PT NH Korindo Sekuritas Indonesia.

Jadwal penawaran umum yaitu Masa Penawaran Awal(book building) berlangsung pada tanggal 17 - 26 Desember 2019 dan diharapkan Tanggal Efektif pada 31 Desember 2019. Sementara Masa Penawaran Umum diperkirakan dapat dilaksanakan pada 2 - 6 Januari 2020 dan Perkiraan Tanggal Penjatahan pada 7 Januari 2020. Adapun Tanggal Distribusi Saham dan Refund Secara Elektronik diperkirakan pada 8 Januari 2020 dan diharapkan saham perdana Perseroan dapat dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 atau 10 Januari 2020.

Selanjutnya, Rencana Penggunaan Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, seluruhnya akan digunakan oleh Perseroan sekitar 58,6 persen akan digunakan untuk pembayaran utang pokok Perseroan dan pembayaran utang pokok Perusahaan Anak yaitu PT Mutiara Laut Abadi, sekitar 26,08 persen akan digunakan untuk belanja modal Perseroan dan Perusahaan Anak dan sekitar 15,26 persen akan digunakan untuk modal kerja untuk operasional Perseroan dan Perusahaan Anak.

 

 

WIKA Beton Bukukan Laba Bersih 2019 Sebesar Rp510,71 Miliar

Fri, 27 Mar 2020 - Melihat positifnya hasil kinerja tahun 2019, WIKA Beton menetapkan target laba bersih sebesar Rp561,2 miliar pada tahun ini.

PT Tower Bersama Infrastructure Umumkan Penawaran Obligasi Rupiah

Fri, 27 Mar 2020 - Saat ini perseroan memiliki struktur utang yang sangat kuat, dengan utang yang sepenuhnya terlindung nilai, jangka panjang dan masih banyak ketersediaan komitmen yang belum digunakan.

Tekan Dampak Covid-19, OJK Pangkas Waktu Perdagangan Saham

Wed, 25 Mar 2020 - Penyingkatan jam perdagangan dan waktu operasional serta penyesuaian waktu proses penyelesaian berlaku sejak 30 Maret 2020.

Puradelta Lestari Tbk Catat Lonjakan Laba Bersih

Mon, 23 Mar 2020 - Emiten berkode saham DMAS itu mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 168,41 persen dari posisi tahun 2018 sebesar Rp496,25 miliar.

OJK & Otoritas Bursa Tetap Jaga Kelangsungan Bursa Efek

Mon, 23 Mar 2020 - OJK dan SRO juga akan terus mengupayakan keberlangsungan aktivitas perdagangan bursa efek yang teratur, wajar dan efisien, dan layanan pasar modal kepada seluruh stakeholders.

Tumbuh 26,42%, Laba Bersih WIKA Tahun 2019 Capai Rp2,62 Triliun

Sat, 21 Mar 2020 - Tahun ini Wika menargetkan dapat memperoleh laba bersih Rp2,92 Triliun atau tumbuh 11,41% dibandingkan dengan realisasi Tahun 2019.


Non Bank

Menkeu Lantik Febrio Nathan Kacaribu Sebagai Kepala BKF

Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama ini merupa

LPS Dapat Kewenangan Baru Jalankan Perppu

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendukung penerbitan Pe

BI Sebut Modal Asing Keluar Rp167 Triliun

Menurut perry terjadi kericuhan di pasar keuangan membu

Portofolio

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Jelang Tutup Tahun, Kinerja Pasar Modal Positif

IHSG masih mencatatkan pertumbuhan positif meskipun dal

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi