Governance, Risk Management & Compliance

OJK: Bisnis Model Aggregator Paling Diminati Startup

Senin 22 Juli 2019 11:29:0

Selain bisnis aggregator, OJK memperkirakan tren pengembangan startup yang akan menjamur selanjutnya dalah model bisnis digital verification.

JAKARTA, Stabilitas - Model bisnis agregator (pengumpulan informasi) tercatat paling banyak diminati oleh perusahaan rintisan (startup). Tercatat dari 34 permohonan yang masuk regulatory sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bacht 1, 11 diantaranya berbisnis model aggregator. Sementara, di bacht 2, dari 14 permohonan ada 4 startup yang mengembangkan bisnis aggregator.

Kepala Group Inovasi Keuangan Digital OJK, Triyono menjelaskan model bisnis agregator lebih banyak mengumpulkan informasi. Ia mencontohkan, KPR Academy yang mengumpulkan informasi mengenai harga-harga rumah KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

"Jadi, masyarakat tidak perlu lagi mengantri di sebuah bank atau bersusah payah shopping around. Mereka membantu masyarakat membuat keputusan dalam membeli produk jasa keuangan," kata Triyono dalam Media Briefing OJK, Jumat (19/7/2019).

Berdasarkan data OJK, startup dengan model bisnis aggregator pada bacht 1 regulatory sandbox yang sudah tercatat diantaranya, ALAMI, Disitu, DokterDana, Cekaja dan Kreditpedia. Di bacht 2 startup aggregator yang tercatat meliputi Bandingin, Lifepal, Pinjaman Pedia, dan WAQARA.

Selain aggregator, model bisnis lain yang akan dikembangkan startup dan sekarang permohonannya diberikan status tercatat, di batch 1: financial planner (4 startup), credit scoring (3), blockchain-based (4), financing agent (3), claim service handling (2), project financing (2), online distress solution (1), social network & robo advisor (1), funding agent (1), online gold depository (1), digital DIRE/Dana Investasi Real Estat (1). Sedangkan di batch 2: project financing (3), financial planner (2), credit scoring (1), financing agent (1), verification non-CDD (1), tax & accounting (1), E-KYC (1).

Kembali ke model bisnis aggregator, melihat banyaknya minat startup mengembangkan model bisnis aggregator, maka OJK akan membuat peraturan mengenai model bisnis aggregator ini.

"Di bacht 1 ada potensi yang menurut kami bisa menjadi potensi aturan berikutnya. Prediksi kami aggregator ini sudah harus diatur karena bisnisnya agak beda-beda tipis dengan [bisnis] keagenan," tutur Triyono.

Selain bisnis aggregator, OJK memperkirakan tren pengembangan startup yang akan menjamur selanjutnya dalah model bisnis digital verification. Pasalnya, hampir semua platform lembaga keuangan membutuhkan verifikasi digital.

"[Digital Verification] akan sangat banyak ke depan karena hampir semua platform lembaga keuangan pasti butuh verifikasi digital. Prediksi saya, ini akan sangat banyak di masyarakat," jelasnya.

Kolaborasi Grab dan Tamasia, Bisa Beli Emas dari Aplikasi

Thu, 28 Nov 2019 - Mitra GrabKios bisa menjual tabungan emas Tamasia mulai Rp10.000 yang akan dikonversikan dengan gram sesuai harga emas saat itu.

PermataBank dan Kredivo Salurkan Kredit 1 Triliun Rupiah

Thu, 28 Nov 2019 - Kerja sama ini dilakukan guna mendukung target inklusi keuangan tahun 2019 sebesar 75 persen.

Strategi IKNB Hadapi Tantangan Berat Tahun Depan

Thu, 28 Nov 2019 - Begitu juga dengan asuransi. Unit link diprediksi akan tetap mendominasi. Seperti pada tahun sebelumnya, menguasai pasar hingga 47 persen dari total premi asuransi jiwa.

Kembangkan Bisnis, ATIC Akuisisi Tiga Perusahaan Fintech

Thu, 28 Nov 2019 - Setidaknya tiga perusahaan fintech telah diakuisisi ATIC dengan nilai investasi mencapai Rp50 miliar.

HUT OJK ke 8: Tingkatkan Kontribusi Perekonomian Nasional & Inklusi Kesejahteraan Masyarakat

Fri, 22 Nov 2019 - Di usianya ke 8 tahun OJK harus berperan lebih aktif dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta memastikan terjaganya perlindungan konsumen dan masyarakat yang akan membuka lebar kesempatan masyarakat meningkatkan kesejahteraannya.

BNI Syariah Gandeng Ammana Fintek Syariah Terkait Pemanfaatan Produk dan Jasa Perbankan Syariah

Thu, 07 Nov 2019 - Dengan kerjasama ini BNI Syariah memiliki peran sebagai pemberi dana dalam hal pembiayaan dan melakukan analisa, verifikasi serta filter/scoring awal terhadap mitra yang akan dibiayai berdasarkan rekomendasi Ammana Fintek.



Non Bank

Strategi IKNB Hadapi Tantangan Berat Tahun Depan

Begitu juga dengan asuransi. Unit link diprediksi akan

Aset CNAF Tembus Rp3,3 Triliun pada Sembilan Bulan Pertama 2019

Penyaluran pembiayaan CNAF sebesar Rp2,45 triliun per 3

Allianz Indonesia Lakukan Berbagai Automasi Digital

Hal ini merupakan langkah Allianz Indonesia untuk mempe

CIMB Niaga dan BPJPH Sinergi Dukung Industri Halal

Kerja sama CIMB Niaga melalui Unit Usaha Syariah (UUS)

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi