Governance, Risk Management & Compliance

OJK Luncurkan Buku Literasi Keuangan untuk SMA Versi Elektronik

Kamis 6 Juli 2017 16:12:0

OJK akan terus berupaya menyediakan materi literasi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan berbagai lapisan masyarakat agar dapat membentuk masyarakat yang cerdas keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Jakarta, Stabilitas--Otoritas Jasa Keuangan terus mengembangkan program literasi keuangan ke berbagai kalangan dengan memperbarui materi buku literasi keuangan tingkat SMA melalui versi elektronik dan menerbitkan buku literasi keuangan untuk segmen profesional dan pensiunan.

“OJK akan terus berupaya menyediakan materi literasi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan berbagai lapisan masyarakat agar dapat membentuk masyarakat yang cerdas keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Soetiono saat peluncuran buku tersebut di Jakarta, Kamis, (6/7).

Buku “Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan” tingkat SMA (kelas X) sebelumnya telah diterbitkan pada tahun 2014, dan sejak bulan Juni 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menetapkan materi mengenal lembaga jasa keuangan sebagai bagian dari kompetensi inti dan kompetensi dasar pada Kurikulum 2013 (K-13) untuk tingkat SMA.

Sebagai materi wajib dalam K-13, buku tersebut perlu dimiliki oleh seluruh siswa tingkat SMA, sehingga untuk meringankan biaya pencetakan dan distribusinya, OJK berinisiatif membuat buku versi elektronik atau e-book sehingga bisa lebih mudah dan murah mengakses dan mendapatkan materi buku tersebut.

Cakupan materi dalam buku tersebut antara lain adalah pengenalan OJK, Perbankan, Pasar Modal dan Industri Keuangan Non Bank (termasuk Perasuransian, Lembaga Pembiayaan, Dana Pensiun, dan Pergadaian). Adapun dalam edisi terbaru tahun 2017 telah ditambahkan dengan materi perpajakan sebagai wujud kerjasama OJK dengan Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan RI.

“Versi e-Book ini didesain secara apik dengan konsep audio visual yang memiliki fungsi audio, video, dan gambar animasi yang mendukung konten buku serta disesuaikan dengan tema pada masing-masing bab, sehingga memiliki tampilan yang lebih menarik dari versi cetaknya,” kata Kusumaningtuti.
Selain menarik dan ramah lingkungan karena tidak perlu biaya cetak, pemanfaatan versi e-Book ini juga sangat praktis dan mudah dibawa, karena dapat langsung diakses dan disimpan pada PC, notebook, smartphone, tablet, maupun perangkat elektronik lainnya. Upaya ini merupakan langkah OJK dalam mengikuti perkembangan informasi teknologi yang begitu pesat di Indonesia.
Selain upaya peningkatan literasi pada jenjang edukasi formal, OJK bersama dengan industri keuangan juga berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui penyediaan materi literasi keuangan berupa buku yang kontennya lebih bersifat umum dan praktis untuk berbagai segmen, antara lain segmen profesional dan pensiunan. Buku-buku tersebut terdiri dari pengetahuan praktis tentang perbankan, pasar modal, perasuransian, pembiayaan dan dana pensiun.

Buku literasi keuangan tersebut disusun berdasarkan standar core-competency dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk kelompok profesional dan pensiunan, menggunakan bahasa yang ringan dengan contoh-contoh yang lekat dengan kehidupan sehari-hari, dengan tetap mengedepankan aspek manfaat dan risiko, hak dan kewajiban, biaya-biaya, mekanisme perolehan produk, serta cara mendapatkan produk dan layanan jasa keuangan.

Buku-buku dimaksud diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya para profesional dan pensiunan dalam memahami, memilih, dan menggunakan produk serta layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) kedua yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2016 menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 29,66% dan indeks inklusi keuangan sebesar 67,82%.
Angka tersebut meningkat dibanding hasil SNLIK pada 2013, yaitu indeks literasi keuangan 21,84% dan indeks inklusi keuangan 59,74%. Dengan demikian telah terjadi peningkatan pemahaman keuangan (well literate) dari 21,84 persen menjadi 29,66 persen, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan (inklusi keuangan) dari 59,74 persen menjadi 67,82 persen

Budi Hikmat: Rupiah Tidak Punya Hak Untuk Menguat

Wed, 05 Dec 2018 - "Mesin penghasil dolar lebih lemah dibanding penghasil dolar. Pasti rupiah melemah. Rupiah juga masih terbantu dana asing yang masuk."

OJK: Perbankan Indonesia Siap Terapkan Kelanjutan Standar Basel III

Mon, 03 Dec 2018 - Tidak seperti pada Basel I dan II yang diterapkan di seluruh bank umum, penerapan standar Basel III ini hanya diterapkan pada golongan bank tertentu, khususnya Bank BUKU 4, BUKU 3 dan Bank Asing.

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Fri, 30 Nov 2018 - Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk meningkatkan likuiditas melalui percepatan re-investment dari modal investor maupun efisiensi operasional serta menambah kapasitas transaksi Perusahaan Efek.

OJK Cabut Sanksi PT Tirta Finance

Mon, 26 Nov 2018 - Pencabutan sanksi pembekuan kegiatan usaha perusahaan pembiayaan tersebut dituangkan dalam Surat Nomor S-681/NB.2/2018 tanggal 8 November 2018.

Memasuki Usia ke-7, Ini Harapan OJK

Mon, 26 Nov 2018 - Untuk jangka panjang, masyarakat bisa mengedukasi anaknya dengan lebih baik untuk dapatkan ruang bersosialisasi dengan baik serta usahanya meningkat dan naik kelas dari mikro kecil ke mikro dan kemudian naik menjadi UMKM.

OJK Resmikan Transaksi Bursa T+2

Sun, 25 Nov 2018 - Ini merupakan aturan yang memangkas waktu penyelesaian di Bursa Efek Indonesia (BEI), dari yang semula tiga hari atau T+3 menjadi hanya dua hari saja.


Non Bank

Industri Halal Indonesia Masih Tertinggal

Dalam mengembangkan Industri halal, tentunya tidak terl

Amartha Konsisten Gandeng UMKM Perempuan

PT Amartha Mikro Fintek terus berkomitmen menyalurkan p

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencata

AXA Mandiri Berikan Penghargaan bagi Bengkel Rekanan Terbaik

Program STAR WORKSHOP AWARD memberikan penghargaan kepa

Portofolio

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk m

Dorong Milenial Investasi, SGE Gelar Festival

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia, gen

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi