Governance, Risk Management & Compliance

Pakar Ekonomi: 2017 Penuh Tantangan Eksternal

Rabu 18 Januari 2017 13:49:0

Tantangan eksternal tampaknya lebih berat dibandingkan dengan 2016. Kemenangan Trump sebagai Presiden AS membawa aliran modal kembali ke AS yang melemahkan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah dan prospek meningkatnya proteksi ekonomi di negara m

JAKARTA, Stabilitas—Ekonomi Indonesia 2016 ditandai dengan inflasi yang rendah 3,02 persen, pertumbuhan kredit yang relatif rendah sekitar 9 persen, nilai rupiah yang pada mulanya stabil namun menjelang akhir tahun cukup volatil karena efek terpilihnya Trump sebagai Presiden AS, dan pertumbuhan sekitar 5 persen.

Empat belas paket kebijakan pemerintah juga belum memberikan pengaruh yang signifikan dalam mendorong investasi swasta. Sekalipun Menko Ekuin menyatakan lebih dari 90 persen peraturan yang harus dirubah telah dilakukan, namun pelaku ekonomi dalam dan luar negeri belum melihat implementasi kebijakan yang mendorong mereka untuk berinvestasi lebih besar.

Pertumbuhan kredit hanya sekitar 9 persen sekalipun Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga kebijakan selama enam kali dan menurunkan uang muka untuk kredit kepemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor. Dengan ekonomi yang melambat dan relatif tingginya NPL sekalipun masih di tingkat aman 3,1 persen, bank cenderung sangat hati-hati dalam menyalurkan kredit.

Harapan ekonomi pada 2017 dapat lebih baik daripada di 2016. Anggota Dewan Pakar The Habibie Center, Umar Juoro mengatakan perbaikan ekonomi belum secara signifikan karena pemerintah maupun analis pada umumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi hanya paling tinggi sekitar 5,3 persen.

“Tantangan eksternal tampaknya lebih berat dibandingkan dengan 2016. Kemenangan Trump sebagai Presiden AS membawa aliran modal kembali ke AS yang melemahkan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah dan prospek meningkatnya proteksi ekonomi di negara maju,”kata Umar, di Jakarta, Rabu (18/01).

Kemungkinan konflik dagang antara AS dan Tiongkok akan juga berimbas pada Indonesia. Dengan prospek inflasi yang tinggi, the Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga dua kali di 2017. Hal ini akan semakin mendorong aliran modal keluar dari negara berkembang.

“Di dalam negeri tantangannya adalah pemerintah masih akan kesulitan memenuhi target penerimaan pajak, sekalipun tergetnya diturunkan, dalam keadaan ekonomi yang masih relatif lemah. Konsekuensinya pemerintah juha belum dapat menjalankan kebijakan ekonominya dengan optimal, padahal sektor swasta mengharapkan stimulasi dari pemerintah”lanjut Umar.

Melemahnya perkembangan ekonomi global juga berdampak pada ekspor yang tidak menggembirakan. “Perkembangan ekonomi dunia yang masih lemah dan kemungkinan meningkatnya proteksionisme membuat prospek ekspor belum lagi menggembirakan. Tinggal bagaimana lebih jauh mendorong perkembangan ekonomi domestik,”katanya.

Walaupun demikian, tantangan tersebut bisa saja dialihkan kepada sektor yang berpeluang serta segera diatasi.

“Sekalipun perkiraan ekonomi 2017 hanya sedikit lebih baik daripada 2016, sebenarnya masih tetap terbuka untuk tumbuh lebih tinggi, jika kembali permasalahan yang menghambat investasi di 2016 dapat lebih baik untuk diatasi. Begitu juga fasilitasi bagi perkembangan produksi, distriubusi, dan konsumsi dalam negeri dapat lebih baik lagi,”tutup Umar.

 

Bank Indonesia: Ekonomi 2017 Diperkirakan Tumbuh 5,2 Persen

Thu, 08 Sep 2016 - Proyeksi BI sejalan dengan target Kementerian Keuangan yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2017 di kisaran 5,1-5,2 persen.

Perdagangan Global Lemah, Ekspor-Impor Tak Bisa Jadi Andalan Pertumbuhan 2017

Thu, 08 Sep 2016 - Konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,1 persen pada 2016 diperkirakan masih bisa bertahan pada 2017, atau bahkan bisa tumbuh sedikit lebih besar.

OJK Rilis Izin Usaha Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan

Wed, 13 Jan 2016 - Keberadaan LPIP di Indonesia menjadi strategis, karena merupakan salah satu infrastruktur keuangan yang dapat melengkapi penyediaan informasi perkreditan yang selama ini hanya dapat diperoleh melalui layanan Sistem Informasi Debitur.

Krisis Likuiditas Jadi Concern Banyak Pihak

Mon, 08 Dec 2014 - Likuditas global saat ini mulai mengetat yang disebabkan oleh rencana bank sentral AS yang akan melakukan penghentian kebijakan stimulus yang dibarengi dengan menaikkan suku bunga acuan (Fed Rate).



Non Bank

CIMB Niaga Persembahkan Film ‘Banda The Dark Forgotten Trail’

Film ini menuturkan ulang kisah sejarah Kepulauan Banda

Aset Jamkrindo Syariah Tumbuh 135 Persen

Aset JamSyar tumbuh 123 persen bila dibandingkan dengan

Zakat untuk UKM Dikembangkan

Zakat yang ditunaikan Jamkrindo Syariah menambah daftar

AAJI: Q1/2017 Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 16,4 Persen

Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak

Portofolio

Tradisi ‘Bendera Putih’ BEI

Lagi-lagi PT Bursa Efek Indonesia merevisi targetnya. K

Siap Go Private, Saham LAMI Dibuyback Pendirinya

BEI telah mengkonfirmasi bahwa sedikitnya dua emiten te

CIMB dan China Galaxy Jajaki Kerjasama Stockbroking

Dalam usaha patungan tersebut, kedua perusahaan yang te

AAEI Ajak Masyarakat Berinvestasi Saham

AAEI mengajak masyarakat agar tak ragu lagi untuk berin

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi