Governance, Risk Management & Compliance

Pakar Syariah: Kuasai Aset Jakarta, Asing Adalah Bahaya Laten

Kamis 22 Desember 2016 2:28:0

"58 persen itu dikuasai oleh konglomerasi, 24 persen itu oleh BUMN-BUMN, sekitar 10 persen itu koperasi formal dan sekitar 8 persen oleh sekitar 50 jutaan usaha mikro. Jadi kita lihat betapa ketimpangan disini..."

Jakarta, Stabilitas—Pertumbuhan ekonomi di tahun 2017 diperkirakan mencapai 5,1 sampai 5,3 persen, namun masuknya resiko global yang datang dari Amerika Serikat dan Tiongkok perlu di diwaspadai, terutama Tiongkok yang sangat concern pada perekonomian, karena dalam waktu yang lama menjadi pelopor ekonomi global.

Pakar Ekonomi Syariah, Syafi’i Antonio dalam diskusi Outlook Ekonomi Syariah 2017 mengatakan walaupun kenaikan diperkirakan mencapai 5,1 sampai 5,3 persen, banyak hal yang perlu diwaspadai. “Kita tahu bahwa secara global, growth antara 5,1 sampai 5,3 persen, namun permasalahannya tumbuh tapi tumbuhnya tanpa pemerataan yang baik. Ini menjadi sangat berbahaya demandnya tumbuh, kemiskinan banyak, pengangguran banyak secara keseluruhan,”kata Antonio, di Jakarta, Kamis (22/12).

Selain itu, komposisi penguasaan aset juga perlu diantisipasi mengingat lebih dari 50 persen dikuasai oleh konglomerasi. Jika dibiarkan hal tersebut berdampak pada pemerataan yang sulit dikendalikan, padahal jika populasi muslim Jakarta yang banyak dapat mengambil alih penguasaan aset, diperkirakan akan berdampak pada pemerataan yang baik khususnya di Jakarta yang merupakan pusat pengendalian ekonomi.

“saya rasa ini yang harus dilihat secara serius kalau tidak ini bisa jadi suatu bahaya laten ada beberapa kajian itu mengatakan kalau muslim Jakarta itu jumlahnya sekitar 83 sampai 87 persen, yang saudara-saudara kita yang non muslim itu sekitar 13 itu population composisition. Yang kristiani sekitar 9 persen yang hindu, budha, konghucu itu sisanya, nah tapi penguasaan aset dari saudara-saudara kita ini justru sangat berbahaya, jadi 58 persen itu dikuasai oleh konglomerasi, 24 persen itu oleh BUMN-BUMN, sekitar 10 persen itu koperasi formal dan sekitar 8 persen oleh sekitar 50 jutaan usaha mikro. Jadi kita lihat betapa ketimpangan disini. Nah saudara kita yang muslim itu cuma menguasai yang 8,”kata Syafii.

Syafii mengatakan komposisi berdasar agama bukan suatu hal yang rasis, karena mengingat jumlah populasi dominan yang rentan terhadap keamanan dan keadilan. “yang paling banyak terjadi di negara lain dalah riots , jika dikaitkan dengan peristiwa 212 sebetulnya ada ketidakadilan sharing of economy, hal semacam ini kalau tidak diantisipasi bisa menjadi semacam snowball,”ungkap Syafii.

Salah satu alasan mengapa pengusaan aset di Jakarta perlu dikendalikan salahsatunya adalah 60 persen perputaran uang terjadi diJakarta, tak hanya itu kegiatan pasar modal, kegiatan kementerian, BUMN juga berpusat di Jakarta.

“Karena Jakarta mengontrol konglomerasi, siapapun yang memimpin Jakarta memiliki direct, saya khawatir kalau dilempar begitu saja sama dengan melawan merci dengan bajaj,”lanjut Syafii.

Adanya pengelolaan ekonomi secara Islam (Syariah) di Jakarta menjadi hal yang yang sangat diperlukan, sebab adanya Islamic distribution mengupayakan seluruh kekayaan tersebar secara merata, hal ini sejalan dengan konsep zakat.

“Maka diperlukan affirmative policy dan equity yang bagus, insya Allah ini bisa sangat baik. Economy of zakat itu salah satu keindahan Islam dalam berekonomi, seluruh aset harus menyebar secara menyeluruh. Jadi siapapun harus bisa memerhatikan keseimbangan proporsional, karena biar bagaimanapun Jakarta memiliki control kebijakan yang besar,”jelas Syafii.

Jokowi Luncurkan Pembayaran Zakat Lewat Agen Laku Pandai

Wed, 14 Jun 2017 - Penyaluran zakat melalui agen Laku Pandai merupakan salah satu bentuk implementasi dari Peraturan Presiden No.82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang mendukung pencapaian target keuangan inklusif sebesar 75 persen di tahun 2

Mandiri Amal Insani Bidik Nadzir Internasional

Fri, 13 Jan 2017 - Di tahun 2016 jumlah penerima manfaat Mandiri Amal Insani berjumlah 63.251 orang di dalam maupun luar negeri dengan besar dana penghimpunan Rp50,7 miliar dengan prosentase terbesar 50 persen pada produk zakat.

Badan Wakaf Jakarta Belum Berperan

Thu, 22 Dec 2016 - Berdasarkan laporan dari BAZ, dari Rp 330 miliar, baru Rp 33 miliar yang tersalurkan.

Baznas Siap Uji Coba Indeks Nasional

Tue, 13 Dec 2016 - "Insya Allah yang akan kita lakukan adalah field project di beberapa wilayah untuk kemudian kita hitung indeks zakatnya. Di 2017 kita akan deklarasikan secara nasional...."

Atasi Kemiskinan, BAZNAS Luncurkan Indeks Zakat Nasional

Tue, 13 Dec 2016 - Indeks ini adalah indikator yang dapat memberikan gambaran peran zakat mengatasi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan mustahik dan menunjukan tahap perkembangan institusi zakat dilihat dari internal kelembagaan, partisipasi masyarakat, maupun dukungan



Non Bank

Presiden Jokowi: Pengembangan Ekonomi Digital Butuh Kebijakan yang Akomodatif

Pengaturan yang akomodatif menjadi semakin penting, aga

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi d

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games

OJK Temukan 182 Fintech dan 10 Entitas Penawaran Investasi Tanpa Izin

Jumlah peer to peer lendingtidak berijin yang ditemukan

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi