Governance, Risk Management & Compliance

Paradigma Baru Menjawab Masalah Perekonomian Indonesia

Selasa 17 Januari 2012 17:26:27

Judul Buku : The Indonesian Economy: Entering a New Era, Editor : Aris Ananta, Muljana Soekarni, dan Sjamsul Arifin, Tahun Terbit : 2011, Penerbit : ISEAS Publishing, Jumlah Halaman : 427   Krisis ekonomi global yang berdampak signifi

Judul Buku : The Indonesian Economy: Entering a New Era, Editor : Aris Ananta, Muljana Soekarni, dan Sjamsul Arifin, Tahun Terbit : 2011, Penerbit : ISEAS Publishing, Jumlah Halaman : 427

 

Krisis ekonomi global yang berdampak signifikan pada perubahan keuangan dan perekonomian global berimbas, juga pada Indonesia. Tetapi, Indonesia menjadi sedikit negara yang dapat melewati krisis ekonomi yang terjadi di tahun 2008 – 2009. Apa yang membuat Indonesia mampu melewati krisis? Mampukah Indonesia menghadapi tantangan baru agar ekonomi tetap tumbuh ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi global?

Dalam buku The Indonesian Economy: Entering a New Era diungkapkan bagaimana Indonesia sukses melewati krisis dari dua tinjauan utama, yaitu kebijakan moneter dan fiskal serta ekonomi domestik. Buku ini ditulis oleh para peneliti, praktisi dan pakar dari hasil kolaborasi antara Bank Indonesia selaku regulator perbankan nasional dengan ISEAS – Institute of Southeast Asian Studies Singapore. Buku ini diawali dengan mengkaji kebijakan ekonomi pembangunan era orde baru hingga gambaran komprehensif kajian kebijakan-kebijakan yang diambil Indonesia pada saat krisis ekonomi.

Ada bagian dari buku ini yang merupakan bagian krusial pada buku ini, yaitu pencarian paradigma baru dalam perspektif Indonesia. Pada bab ini dikatakan bahwa Indonesia butuh perubahan paradigma pembangunan dengan menitikberatkan pada ekonomi domestik. Boleh jadi, inilah bagian paling menarik karena mengkaji secara mendalam alternatif paradigma baru ekonomi pembangunan yang bertumpu pada pemecahan masalah-masalah lama dalam negeri. Di antaranya kemiskinan, pengangguran, minimnya infrastruktur, korupsi, dan distribusi sumber daya yang tidak merata antara daerah dan pusat.

Dengan menggunakan model analisis Structural Equation Modelling (SEM), Aris Ananta, Muljana Soekarni dan Sjamsul Arifin yang merupakan kontributor sekaligus editor dalam buku ini mencoba menganalisis dan menjawab berbagai hubungan variabel ekonomi yang kompleks. Singkat kata, buku setebal lebih dari empat ratus halaman adalah buku yang harus dimiliki untuk studi kebijakan oleh pelaku ekonomi, pengambil kebijakan bahkan para peneliti dalam mendapatkan perspektif pembangunan ekonomi dari mereka yang terlibat. (Giri A. Wardhani)

 



Non Bank

"tanamduit", Digital Platform Beli Reksa Dana

Di tengah munculnya berbagai digital platform yang memb

Perkoperasian Diharapkan Jadi Materi Kuliah Magister Kenotariatan PTN

“Sekurang-kurangnya peningkatan kualitas koperasi dim

Asuransi Cakrawala Proteksi Resmikan Cabang Medan

Pada kuartal III / 2017 ACP mencatat pencapaian premi s

Kolaborasi Tekfin Indonesia dan Australia

Perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 1 Desember

Portofolio

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Tradisi ‘Bendera Putih’ BEI

Lagi-lagi PT Bursa Efek Indonesia merevisi targetnya. K

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi