Governance, Risk Management & Compliance

Pasca Merger, BTPN Pastikan Tidak Ada Pengurangan Karyawan

Jumat 1 Februari 2019 15:43:0

Manajemen BTPN menampik isu adanya PHK terhadap karyawan BTPN pasca merger dengan SMBCI. Hal itu disebabkan perbedaan entitas masing-masing perusahaan yang memiliki segmen usaha yang berbeda.

JAKARTA, Stabilitas—Direktur Utama BTPN Ongky Wanadjati Dana memastikan tidak akan ada pengurangan jumlah karyawan pasca melakukan merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Hal ini disampaikannya seusai konferensi pers di Menara BTPN, Jumat (1/2/2019).

"Tidak sama sekali. Karena tidak ada tumpang tindih antara bisnis korporasi kita dengan ritel,"kata Ongky menerangkan.

Lebih jauh dijelaskan Ongky, hal ini disebabkan tidak ada tumpang tindih fungsi perusahaan sehingga tidak ada pengurangan jumlah karyawan yang saat ini dimiliki kedua perusahaan namun bisa dilihat sebagai peluang untuk menambah karyawan karena perluasan bisnis.

"Biasanya setelah merger ada perusahaan yang kurangi karyawan tapi kita istimewa. Justru ini bisa menjadi kesempatan tumbuh karena cabang kita akan lebih aktif. Kan cabang sudah bisa layani nasabah korporasi."

Dengan resmi bergabungnya BTPN dan SMBCI, berikut susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi:

Komisaris Utama (Independen): Mari Elka Pangestu

Komisaris: Takeshi Kimoto

Komisaris (Independen): Ninik Herlani Masli Ridhwan

Komisaris: Chow Ying Hong

Dewan Direksi:

Direktur utama: Ongky Wanadjati Dana

Wakil Direktur Utama:Kazuhisa Miyagawa

Direktur Kepatuhan: Dini Herdini

Direktur: Yasuhiro Daikoku

Direktur: Henoch Munandar

Direktur: Adrianus Dani Prabawa

Direktur: Hiromichi Kubo

Direktur: Merisa Darwis

Pasca-merger, total aset BTPN akan menjadi Rp189,92 triliun, kredit mencapai Rp133,25 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) jadi Rp98,97 triliun. Modal naik menjadi Rp27,81 triliun. 

Pendapatan operasional BTPN mencapai Rp12,08 triliun dengan biaya operasional sebesar Rp6,41 triliun yang membuat laba bersih perusahaan menjadi Rp2,96 triliun.

BTPN juga memiliki rasio permodalan atau capital adequaty ratio (CAR) di level 22,9 persen. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross 0,7 persen dan rasio likuiditas atau loan-to-funding ratio (LFR) 86 persen.

Pasca Merger, BTPN Raup Laba Rp1.26 Triliun

Thu, 15 Aug 2019 - Setelah melakukan merger dengan Bank Sumitomo asal Jepang, BTPN mencatatkan berbagai pertumbuhan positif.

BTPN Tanggapi Positif Munculnya Kompetitor Jenius

Tue, 26 Feb 2019 - BTPN menanggapi positif makin banyaknya produk perbankan lain yang serupa dengan Jenius. BTPN menilai, dengan adanya kompetitor dapat menjadi keuntungan bagi BTPN karena dengan demikian pengguna dapat membandingkan keunggulan Jenius dengan produk lain.

BTPN Luncurkan Jenius Keyboard

Tue, 26 Feb 2019 - Bank BTPN kembali meluncurkan aplikasi digital "Jenius Keyboard" yang dapat digunakan untuk mempermudah penggunaan aplikasi Jenius

Lakukan Merger, PT Bank BTPN Resmi Beroperasi

Fri, 01 Feb 2019 - Ada tiga strategi utama yang menjadi fokus Bank BPTN melakukan merger dengan Bank Sumitomo. Salah satunya adalah memastikan proses integrasi dan sinergi kedua bank berjalan lancar.

Cegah NPL Tinggi, Bank Asing Didorong Masuk Sektor Konstruksi

Thu, 12 Mar 2015 - Nantinya perbankan nasional dapat belajar dari bank asing yang memiliki kemampuan dalam membiayai sektor konstruksi dan pertanian.



Non Bank

Kian Mudah, Adira Perkenalkan Klaim #1JariBeres

Sepanjang tahun 2019, Adira Insurance telah menerima 4.

Kredivo Luncurkan Inovasi Terbaru

Melalui aplikasi ini, pengguna bisa memilih opsi cicila

Adira Insurance Buka Kantor Perwakilan di Pusat Perbelanjaan

Keberadaan kantor representatif Adira Insurance ingin m

Gandeng Ralali.com, ASM Maksimalkan E Commerce

Secara korporasi, kerjasama dengan Ralali.com ini juga

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi