Governance, Risk Management & Compliance

Pemberdayaan UMKM Lewat Digitalisasi

Rabu 8 Juli 2020 16:27:0

Yang bertahan adalah UMKM yang melakukan adaptasi bisnis dan inovasi produk, sesuai permintaan market yang baru.

JAKARTA, Stabilitas - Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) hari ini menggelar web seminar bertajuk "Digital Economy dan Pemberdayaan UMKM: Tantangan Membangun Ekosistemnya". Pembicara utama dalam webinar ini adalah Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki. Webinar juga menghadirkan Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmaputra; Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono; dan Iqbal Farabi, Wakil Komite Tetap Bidang UMKM Kadin Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menuturkan, survey oleh beberapa lembaga memperkirakan separuh UMKM tidak akan mampu survive setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia.  "Berbeda dengan krisis 1998 di mana UMKM mampu bertahan, saat ini akibat pandemi Covid-19, sekitar 30 sampai 50 persen UMKM diperkirakan gulung tikar setelah September 2020," papar Teten dalam webinar LPPI itu.

Meski demikian pemerintah berupaya optimal untuk menyelamatkan UMKM dengan berbagai stimulus senilai Rp600 triliun, baik lewat bantuan sosial (bansos) ataupun bantuan modal kerja, agar bisa ekonomi bergerak kembali, juga menekan bertambahnya angka pengangguran dan tingkat kemiskinan. "Pemerintah berusaha membangkitkan UMKM dengan berbagai cara karena di sana ada 60 juta pengusaha UMKM, belum lagi jumlah tenaga kerjanya," kata Teten.

Namun, dari semua UMKM yang terdampak, ada UMKM yang bisa bertahan dan tumbuh. Mereka adalah UMKM yang sudah terhubung ke marketpalce, terkoneksi secara digital. Jumlahnya sekitar 13 persen.

"Yang  bertahan adalah UMKM yang melakukan adaptasi bisnis dan inovasi produk, sesuai  permintaan market yang baru. Orang sekarang lebih untuk mengkonsumsi makanan, minuman, kebutuan  kesehatan, dan kebutuhan  rumah tangga. Yang fashion berkurang. Tapi ada perajin batik jualan batik fashion ke daster, wah lakunya bukan main. Itulah inovasi dan adaptasi bisnis," jelas mantan juru bicara Presiden ini.

Menurutnya, kondisi UMKM saat ini  berbeda saat krisis di tahun  1998, dimana UMKM menjadi pahlawan ekonomi. Namun, dirinya yakin saat ini UMKM masih bisa menjadi bumper ekonomi nasional dengan stimulus yang dilakukan pemerintah.

Selain stimulus dari pemerintah, kementerian Koperasi dan UKM saat ini juga terus mendorong digitalisasi di sektor UMKM, termasuk membangun database UMKM. Pasalnya saat ini database UMKM ada di 18 kementerian dan 40 lembaga terkait, belum terintegrasi. "Ke depan, pemerintah akan terus membenahi sistem pembiayaan yang ramah, mudah dan murah bagi UMKM, supaya bisa melahirkan startup-starup baru," tegasnya.

Sementara itu, Iqbal Farabi, wakil Komite Tetap Bidang UMKM Kadin Indonesia mengatakan, mengaca kepada sejumlah strategi UMKM mulai dari pembiyaan, perpajakan, pelindungan komsmen, pendidikan sampai  sumber daya manusia,  kebanyakan UMKM bermodal nekad dan network.  Namun belum ditunjang oleh kemudahan-kemudahan di  pembiayaan.

"Berapa banyak dapatkan KUR yang diaslurkan Pemerintah? Belum semuanya dapat. Makanya UMKM lakukan kerjasama dengan platform e-commerce saat ini di pembiayaan UMKM. Fintech memang sudah masuk tapi terlalu tinggi (bunganya) bagi pembiayaan UMKM.

Menurutnya, para pelaku ekonomi digital dan UMKM sudah siap masuk ke era sekarang. Tapi memang butuh sinergi antara Kementerian terkait, lembaga lain, supaya para pelaku ini bisa naik kelas. "Ada prediksi di 2025 potensi ekonomi digital kita bisa sampai Rp200 triliun,. Ini artinya, UMKM tak bisa lagi dilihat sebelah mata.

Sedangkan  Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO menuturkan, perkembangan digital teknologi, digital ekonomi dan financial techlology menjadi opportunity di Indonesia, termasuk bagi pelaku UMKM. "Bagi OVO dan perusahaan-perusahaan digital technology yang lain, perusahaan fintech, marwah dari digital ekonomi bukan karena kami didesain regulator. Tapi karena karakter utama, ekosistemnya menyasar ke menengah bawah, UMKM. Sudah tercipta sistem untuk memanfaatkan teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan ini."

Minimalkan Risiko, 90% Member AFPI Lapor ke FIntech Data Center

Tue, 04 Aug 2020 - Dengan demikian diharapkan mitigasi risiko akan meningkat seiring banyaknya anggota yang terkoneksi dengan pusat data fintech lending ini.

Amartha Targetkan Pendanaan ke 150 Ribu UMKM

Thu, 16 Jul 2020 - Amartha percaya bahwa prospek segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pedesaan masih menjanjikan.

BNI Kembangkan Digitaliasi UMKM Dalam Program Klaster

Sat, 11 Jul 2020 - BNI sangat siap dan optimis menyambut era kemajuan teknologi dengan melakukan tranformasi transaksi perbankan dan penyaluran kredit dari yang berbasis konvensional menjadi berbasis teknologi digital.

PermataBank Berpartisipasi Dalam Program Penjaminan Kredit Modal Kerja bagi UMKM

Thu, 09 Jul 2020 - Bank Permata menjadi salah satu bank penjaminan kredit modal kerja UMKM

Menkop UKM Berharap Subsidi Bunga dan Penjaminan Modal Kerja Jadi Solusi UMKM

Wed, 08 Jul 2020 - Total penyaluran PEN untuk KUMKM hingga 7 Juli 2020 meningkat menjadi 6,82% mencapai Rp8,417 Triliun dari anggaran Rp123,460 triliun, melalui program Penempatan Dana untuk Restrukturisasi melalui Himbara sebesar Rp8,167 Triliun.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi