Governance, Risk Management & Compliance

SBR009 Semakin Diburu Investor Milenial

Senin 17 Februari 2020 20:5:0

Penerbitan Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR009 mencapai Rp 2,26 triliun, dan melebihi target indikatif yang ditetapkan sebelumnya senilai Rp 2 triliun.

JAKARTA, Stabilitas -- Pada hari ini, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) atas nama Menteri Keuangan telah melaksanakan Penetapan Hasil Penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR009. SBR009 merupakan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel pertama yang diterbitkan di tahun 2020.

Total volume pemesanan pembelian SBR009 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp2.255.246.000.000,00 (dua triliun dua ratus lima puluh lima miliar dua ratus empat puluh enam juta rupiah). Dana hasil penjualan SBR009 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2020, antara lain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

SBR009 ditawarkan sejak 27 Januari hingga 13 Februari 2020, dengan harga yang terjangkau mulai Rp 1 juta. Pemerintah pun memberikan tingkat kupon yang sama bagi investor yang membeli di Rp 1 juta maupun di jumlah maksimal Rp 3 miliar, yaitu 6,30 persen per tahun.

Beberapa capaian atas penjualan SBR009 adalah sebagai berikut:

1. Penjualan SBR009 berhasil melebihi target indikatif sebesar Rp2 triliun, dengan total investor sebanyak 11.247.

2. Jumlah investor baru SBR009 ini sebanyak 6.539 investor (58,14 persen dari total investor SBR009) dengan jumlah nominal pembelian SBR009 sebesar Rp1,13 triliun (50,02 persen dari total seluruh nominal pembelian SBR009).

3. Total jumlah investor baru didominasi oleh generasi milenial yaitu sebanyak 55,0 persen.

4. Investor setia yang selalu membeli SBR secara online dari seri SBR003 hingga SBR009 sebanyak 99 investor dengan nominal pembelian sebesar Rp18,70 miliar, yang didominasi oleh Generasi X.

5. Penerbitan SBR009 berhasil menjangkau seluruh provinsi (34 provinsi) di Indonesia.

Adapun detil profil investor SBR009 adalah sebagai berikut:

1. Mayoritas investor SBR009 ( 71,01 persen) melakukan pemesanan dengan nominal s.d. 100 juta, tetapi bila dilihat dari volume pemesanan, sebagian besar investor membeli pada nominal >1 miliar.

2. Jumlah investor terbesar SBR009 berasal dari Generasi Milenial, dengan jumlah 5.733 investor (50,97 persen). Namun, apabila dilihat berdasarkan volumenya, pemesanan terbesar dilakukan oleh Generasi Baby Boomers (Rp943 miliar atau 41,82 persen dari total pemesanan SBR009).

3. Berdasarkan profesi, jumlah investor SBR009 didominasi Pegawai Swasta (4.107 investor). Namun, secara volume didominasi oleh Wiraswasta (Rp867 miliar).

4. Rata-rata volume pemesanan SBR009 per investor sebesar Rp200,52 juta.

5. Terdapat 886 investor yang melakukan pembelian sebesar Rp1 juta.

6. Sebaran jumlah investor SBR009 berdasarkan kelompok usia dan profesi yang lebih rinci adalah sebagai berikut:

Kelompok Usia

1. Generasi Z (>2000) / <19 tahun (Jumlah Investor 0,51 persen)

2. Generasi Milenial (1980 – 2000) / 19-39 tahun (Jumlah Investor 50,97 persen)

3. Generasi X (1965 – 1979) / 40-54 tahun (Jumlah Investor 28,03 persen)

4. Generasi Baby Boomers (1946 – 1964) / 55–73 tahun (Jumlah Investor 28,03 persen)

5. Generasi Tradisionalis (1928 – 1945) / 74–91 tahun (Jumlah Investor 1,71 persen)

Kelompok Profesi

1. Pegawai Swasta (Jumlah Investor 36.52 persen)

2. Wiraswasta (Jumlah Investor 19,34 persen)

3. PNS/ TNI/ Polri (Jumlah Investor 10,97 persen)

4. Pelajar/Mahasiswa (Jumlah Investor 8,53 persen)

5. Ibu Rumah Tangga (Jumlah Investor 9,43 persen)

6. Pensiunan (Jumlah Investor 3,29 persen)

7. Pegawai Otoritas/Lembaga/BUMN/BUMD (Jumlah Investor 2,78 persen)

8. Profesional (Jumlah Investor 2,61 persen)

9. Lainnya (Jumlah Investor 6,53 persen)

Pembagian usia generasi mengacu pada Sprague (2008), Casey and Denton (2006)

 

Pokok-pokok Ketentuan dan Persyaratan SBR009 adalah sebagai berikut:

1. Periode Registrasi

Setiap saat pada Mitra Distribusi yang telah ditetapkan

2. Masa Penawaran

Pembukaan: 27 Januari 2020 pukul 09.00 WIB

Penutupan: 13 Februari 2020 pukul 10.00 WIB

3. Bentuk dan Karakteristik Obligasi

Obligasi Negara tanpa warkat; Tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder; Tidak dapat dicairkan sampai dengan jatuh tempo, kecuali pada masa Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption)

4. Tanggal Penetapan Hasil Penjualan 17 Februari 2020

5. Tanggal Setelmen 19 Februari 2020

6. Tanggal Jatuh Tempo 10 Februari 2022

7. Minimum Pemesanan Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah)

8. Maksimum Pemesanan Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)

9. Jenis Kupon Mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) dengan suku bunga acuan adalah BI 7-Day Reverse Repo Rate.

  1. Tingkat Kupon

• Tingkat Kupon untuk periode 3 bulan pertama (tanggal 19 Februari 2020 s.d. 10 Mei 2020) adalah sebesar 6,30 persen, berasal  dari suku bunga acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon yaitu sebesar 5,00 persen ditambah spread tetap 130 bps (1,30 persen).

• Tingkat Kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada Tanggal Penyesuaian Kupon sampai dengan Jatuh Tempo.

• Penyesuaian Tingkat Kupon didasarkan pada suku bunga acuan ditambah spread tetap 130 bps (1,30 persen).

• Tingkat kupon sebesar 6,30 persen adalah berlaku sebagai tingkat kupon minimal (floor) dan Tingkat kupon minimal tidak berubah sampai dengan jatuh tempo.

11. Pembayaran Kupon Tanggal 10 setiap bulan

12. Pembayaran Kupon Pertama Kali 10 April 2020* (long coupon)

*Dalam hal tanggal pembayaran kupon bukan pada hari kerja, maka pembayaran kupon dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga.

13. Periode Pengajuan Early Redemption

Pembukaan : 24 Februari 2021 pukul 09.00 WIB

Penutupan : 4 Maret 2021 pukul 15.00 WIB

14. Tanggal Setelmen Early Redemption 10 Maret 2021

15. Nilai Maksimal Early Redemption 50 persen dari setiap transaksi pembelian yang telah dilakukan pada masing-masing Mitra Distribusi

Setelah penerbitan SBR009, Pemerintah berencana menawarkan 5 (lima) seri SBN ritel lainnya pada tahun 2020, yaitu:

SR012 (24 Februari – 18 Maret 2020)

SBR010 (23 Juni – 9 Juli 2020)

ST007 (28 Agustus – 23 September 2020)

ORI017 (1-22 Oktober 2020)

ST008 (26 Oktober – 12 November 2020)

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Fri, 03 Jul 2020 - Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agung rupanya tidak diketahui oleh semua Anggota BPK.

Bentjok Pertanyakan Kepemilikan Saham Grup Bakrie Atas Jiwasraya

Tue, 30 Jun 2020 - Benny Tjokro, menyebut bahwa saat ini Jiwasraya diketahuinya memiliki saham Grup Bakrie.

Minat Investor Berinvestasi di tanamduit Tumbuh Signifikan di Tengah Pandemi Covid-19

Mon, 01 Jun 2020 - tanamduit menargetkan dana kelolaan reksa dana hingga akhir 2020 senilai Rp500 miliar atau melonjak lebih dari 160% dibandingkan realisasi akhir 2019 meski di dalam kondisi pandemi Covid-19.

Mandiri Sekuritas Permudah Proses Pembukaan Rekening Efek

Thu, 16 Apr 2020 - Mandiri Sekuritas mendorong masyarakat berinvestasi di pasar modal secara digital.

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

Wed, 08 Apr 2020 - SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembiayaan anggaran, termasuk untuk menghadapi wabah virus Corona (COVID-19).



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi