Governance, Risk Management & Compliance

Penetrasi Asuransi Indonesia Rendah

Rabu 7 Desember 2016 19:51:0

Tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi Indonesia baru mencapai 2,63% dari PDB dan Rp1,2 juta per tahunnya.

JAKARTA,Stabilitas—Walaupun mengalami peningkatan aset pada akhir 2016 sebesar 50,96 persen, industry asuransi masih belum mencapai seluruh lapisan masyarakat. Sampai dengan Bulan September 2016, tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi Indonesia baru mencapai 2,63% dari PDB dan Rp1,2 juta per tahunnya.

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan, Firdaus Djaelani mengatakan tingkat penetrasi dan densitas asuransi Indonesia ini masih relatif rendah apabila dibandingkan dengan negara negara di kawasan. “Tingkat penetrasi asuransi di negara Singapura, Malaysia dan Thailand mencapai lebih dari 5%,”jelasnya di Jakarta, Rabu (7/12).

Rendahnya penetrasi asuransi tentunya merupakan suatu peluang yang besar untuk digarap oleh para pelaku di industri jasa keuangan. Potensi ini juga semakin terbuka lebar dengan makin besarnya jumlah masyarakat yang tergolong middle income class dan lebih tingkat pendidikan masyarakat. Produk dan layanan “beyond banking” mulai dibutuhkan mereka, yang salah satunya adalah produk Asuransi.

Tidak dapat dipungkiri jika rendahnya tingkat penetrasi asuransi nasional disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah karena minimnya tingkat literasi asuransi di kalangan masyarakat Indonesia, keterbatasan kompetensi sumber daya manusia yang ahli di bidang asuransi, serta kurangnya kekuatan modal investor dalam negeri yang dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperluas jaringan para pemegang polis.

“Oleh karenanya, pengembangan terhadap industri asuransi merupakan tugas kita bersama dan harus dilakukan secara massivemelalui langkah- langkah strategis dan komprehensif termasuk dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Industri asuransi Nasional. Kebutuhan sumber daya manusia yang handal sangat diperlukan karena dalam kegiatan usaha perasuransian melekat risiko-risiko yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan yang berpotensi menyebabkan kegagalan usaha,”ucap Firdaus

Dalam perspektif ini yang sangat prinsip dari kegiatan asuransi adalah terdapat risiko yang memiliki dampak signifikan terhadap “nama besar dan nama baik” industri perasuransian, yakni risiko sebagai penanggung risiko pihak lain. Hal tersebut karena perusahaan asuransi menyelenggarakan kegiatan yang menghimpun dana masyarakat melalui penyedian proteksi atas risiko yang mungkin terjadi. Perusahaan asuransi dituntut untuk mampu menjaga kepercayaan pemegang polis yang sudah mengalokasikan dananya guna mendapat manfaat di masadepan. (Ima)

 

 

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Sat, 08 Dec 2018 - Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencatatkan total pendapatan (income) Rp 149,87 triliun, melambat dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 177,42 triliun atau mangalami perlambatan 15,5%.

OJK dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Launching Asuransi Perikanan

Tue, 13 Nov 2018 - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali meluncurkan asuransi perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil.

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Fri, 14 Sep 2018 - Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games 2018 antara lain dengan melayani 383 Kasus Rawat Jalan, 61 Kasus Rawat Inap dan 3 Kasus Evakuasi Medis.

Bhinneka Life Kenalkan Asuransi pada Petani Tasikmalaya

Wed, 08 Aug 2018 - "Dalam tiga tahun ke depan, kita akan memberikan edukasi perencanaan keuangan di bidang asuransi kepada para petani anggota BUMDes seluruh Indonesia. Salah satunya adalah Edukasi Perencanaan Keuangan di bidang Asuransi bagi para Petani Tasikmalaya..."

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Thu, 02 Aug 2018 - Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya selalu berkuat pada berapa komisi yang saya dapatkan. Padahal sejatinya agen asuransi itu memberikan yang terbaij kepada calon nasabah untuk tujuan proteksi mereka dan jangan pernah memikirkan komisi.

Untuk Kemudahan Nasabah, Sequis Life Luncurkan Aplikasi Polisku

Tue, 08 May 2018 - Sequis Polisku yaitu aplikasi mobile dan website untuk memudahkan nasabah dalam mengakses informasi polis dan melakukan berbagai transaksi.



Non Bank

Pelanggaran Fintech, Pertemuan OJK dan LBH Belum Ada Titik Temu

Belum ada titik temu disebebkan belum ada kesepahaman m

Industri Halal Indonesia Masih Tertinggal

Dalam mengembangkan Industri halal, tentunya tidak terl

Amartha Konsisten Gandeng UMKM Perempuan

PT Amartha Mikro Fintek terus berkomitmen menyalurkan p

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencata

Portofolio

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk m

Dorong Milenial Investasi, SGE Gelar Festival

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia, gen

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi