Governance, Risk Management & Compliance

Pengawal Transformasi

Kamis 9 Juli 2015 10:23:0

Setelah menghadapi situasi yang kurang menguntungkan di 2013, Bank Sumsel Babel mulai melakukan transformasi lewat tiga fase, yakni konsolidasi, ekspansi dan looking forward. Semuanya dijalankan bersamaan

Transformasi dalam sebuah korporasi, adalah keharusan. Upaya yang dilakukan korporasi untuk memperbaiki masa gelap sekaligus menjemput masa terangnya dalam rangka meraih kejayaan adalah satu dari sekian pengertian transformasi. Setidaknya ada tiga kondisi mengapa perusahaan harus bertransformasi. Pertama, karena bisnisnya sudah ambruk. Kedua, pada dasarnya lingkungan bisnis itu selalu berubah. Ketiga, ada perusahaan lain yang lebih antisipatif.
Setidaknya, ketiga kondisi seperti itulah yang membuat Muhammad Aidil mengambil keputusan untuk melakukan transformasi di PT Bank Sumsel Babel. “Setelah menghadapi situasi yang kurang menguntungkan di 2013, Bank Sumsel Babel mulai melakukan transformasi lewat tiga fase, yakni konsolidasi, ekspansi dan looking forward. Semuanya dijalankan bersamaan. Ketiganya merupakan road map kami menapaki bisnis perbankan di 2015,” jelas Direktur Bank Sumsel Babel ini kepada Stabilitas.
Saat mulai memimpin bank kebanggaan warga Sumatera Selatan dan Bangka Belitung pada akhir 2013, Adil memang dihadang ‘prahara’ yang membuat Bank Indonesia (BI) turun tangan. Tercatat, NPL alias kredit bermasalah periode Januari-Oktober 2012 senilai Rp811 miliar, kisaran 7,9 persen lebih tinggi dari batas toleransi lima persen. Kemudian menjadi 4,8 persen di akhir April 2013. Kondisi tersebut mendorong BI melakukan pembinaan dengan membatasi penyaluran kredit.
Bersama jajaran manajemen lainnya, Adil bertekad untuk bersama-sama mengembalikan harkat bank kebanggaan daerah itu agar bisa menjadi bank unggulan dan jadi tuan rumah di daerah sendiri. Manajemen Bank Sumsel Babel mulai membenahi bisnis kreditnya dengan melakukan proses restrukturisasi, cutloss hingga memproses ke ranah hukum semua kredit yang dianggap bermasalah dan tidak lancar. Di sisi lain, ekspansi kredit baru terus juga dilakukan dengan sikap lebih berhati-hati agar jalannya kegiatan pembiayaan lebih sehat dan kuat.
Berbagai perusahaan dan dunia usaha telah dirangkul oleh manajemen agar mau bermitra dalam layanan jasa perbankan, seperti kerja sama cash management, penyaluran kredit, penghimpunan tabungan dan pembiayaan dokumen ekspor.
Hasilnya, perlahan tapi pasti kinerja Bank Sumsel Babel mulai membaik. Dari laporan keuangan Desember 2014, Bank Sumsel Babel meraih laba sebelum dipotong pajak Rp347,65 miliar atau tumbuh 25,2 persen (YoY) dan membukukan laba bersih Rp250,69 miliar. Adil mengklaim, pencapaian laba pada 2014 tadi menjadi yang tertinggi sepanjang 57 tahun perjalanan bank ini.

Tak hanya soal perbaikan kinerja keuangan. Lewat tiga fase transformasi tadi, pria kelahiran Palembang, 29 Juli 1964 ini juga melakukan banyak terobosan. Adil terus mendorong semangat “dari kito untuk kito”. Orang Sumsel dan Babel harus memanfaatkan bank milik mereka ini untuk keperluannya. Paling tidak, menjadi pemain di daerah sendiri dengan ikut berpartisipasi dalam pembangunan di kedua wilayah selatan Sumatera ini. Dia berpikiran, bila bank ini maju, maka keuntungannya 100 persen kembali untuk daerah, untuk membangun daerah.
Apalagi dalam dua hingga tiga tahun ke depan, begitu banyak agenda penting baik skala nasional hingga internasional, sehingga diyakini pembangunan Sumsel dan Babel akan semakin menggeliat. Sebagai BPD, pihaknya tentu ingin banyak terlibat dalam tiap pembangunan dan kegiatan ekonomi di dua provinsi tersebut. “Bayangkan saja, pada tahun 2018 Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games dan sekarang ini pemerintah tengah gencar-gencarnya ingin mempercepat realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api. Jadi kami ingin berpartisipasi aktif dalam tiap pembangunan,” terang mantan atlit bola voli Sumsel ini.

Pengembangan SDM

Pengembangan sumber daya manusia (SDM), yang notabene masuk fase looking forward juga tak dilupakan Adil. Mantan bankir di BNI ini melakukan berbagai pembenahan SDM. Sebut saja program learning center yang ada di kantor pusat, kawasan Jakabaring, Palembang.
“Learning center ini menjadi semacam harapan bagi karyawan bahwa mereka harus punya mimpi untuk bisa meraih jabatan yang lebih tinggi. Makanya, untuk staf level bawah dan menengah yang ingin memperbaiki jenjang karirnya, perusahaan memfasilitasi mereka mengekuti tes seleksi dan setelahnya bisa meneruskan pendidikan di learning center tersebut,” jelas pria peraih Marketer of The Year Palembang 2015 dari MarkPlus ini.
Sementara untuk para staf level Officer Development Program (ODP), bisa meningkatkan karir dengan mengikuti seleksi meneruskan pendidikan strata S2 (magister) di universitas ternama di Tanah Air dan Luar Negeri.
Menurutnya, ketiga transformasi tadi, tidak bisa berjalan kalau tidak punya budaya perusahaan. Bank Sumsel Babel, katanya, memang punya budaya perusahaan. Namun seiring dengan perubahan jaman, budaya kerja tersebut perlu disesuaikan dengan tetap berpedoman pada visi perusahaan,”Menjadi Bank Terkemuka dan Terpercaya dengan Kinerja Unggul.”
Bersamaan dengan hari jadi Bank Sumsel Babel ke-57 (6 November 2014), Adil meluncurkan konsep budaya kerja 3S Bravo (Solid, Service, Simple Becoming Regional Victory). “Solid harus ditunjukan dalam kerja dan amanah. Service, apapun sifat dalam pelayanan harus akurat, inovatif, cepat dan ramah. Lalu, apapun yang dikerjakan harus se-simple mungkin dan profesional,” tandas Adil.


Non Bank

Presiden Jokowi: Pengembangan Ekonomi Digital Butuh Kebijakan yang Akomodatif

Pengaturan yang akomodatif menjadi semakin penting, aga

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi d

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games

OJK Temukan 182 Fintech dan 10 Entitas Penawaran Investasi Tanpa Izin

Jumlah peer to peer lendingtidak berijin yang ditemukan

Portofolio

OJK Dorong Pertumbuhan Industri di Daerah Melalui Pasar Modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perusahaan

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi