Governance, Risk Management & Compliance

Pengembangan UMKM Butuh Ekosistem yang Kondusif

Selasa 18 Desember 2018 18:51:0

Meskipun mampu berkontribusi sebanyak 60% terhadap PDB, UMKM Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain permodalan dan akses pembiayaan, lemahnya kapasitas SDM, serta keterbatasan jangkauan pasar.

JAKARTA, Stabilitas-- Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia membutuhkan ekosistem yang kondusif untuk dapat tumbuh secara berkualitas. Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto, dalam Seminar "Menciptakan Ekosistem untuk Mendukung UMKM Tumbuh dan Naik Kelas" di Jakarta (18/12).

"Untuk itu, diperlukan berbagai unsur yang mendukung pengembangan UMKM dari hulu hingga ke hilir, antara lain produk, promosi, dan pembiayaan. Dalam mendukung terciptanya ekosistem yang kondusif untuk pengembangan UMKM diperlukan keterlibatan dan kerjasama berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia,"ujar Erwin.

Erwin menambahkan, melalui koridor pelaksanaan tugasnya Bank Indonesia terus mendorong perluasan program-program pengembangan UMKM yang berfokus pada pengendalian inflasi dan penurunan defisit transaksi berjalan, antara lain melalui perluasan pengembangan klaster UMKM untuk komoditas pangan strategis dan bidang kerajinan. Bank Indonesia juga mendorong pengembangan UMKM melalui segenap peraturan yang mendukung dan pemanfaatan platform digital untuk dapat memperluas pasar. Selain itu, Bank Indonesia juga mendorong UMKM melalui keikutsertaan dalam berbagai expo baik nasional maupun internasional sehingga dapat memicu UMKM semakin meningkatkan skala usaha dan menjadi eksportir yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Data Kementerian Koperasi dan UKM (2017) menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia mendominasi jumlah unit usaha yaitu sebanyak 62,9 juta atau 99,99% dan mampu berkontribusi sebesar 60,0% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, UMKM dikenal memiliki resistensi tinggi terhadap krisis karena pada umumnya berbasis bahan baku dan memiliki target pemasaran domestik. Di balik potensi tersebut, UMKM Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain permodalan dan akses pembiayaan, lemahnya kapasitas SDM, serta keterbatasan jangkauan pasar.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat implementasi program UMKM, antara lain meliputi peningkatan kapasitas UMKM melalui edukasi dan pelatihan, pengembangan dan fasilitasi pemanfaatan infrastruktur keuangan pendukung, seperti SI APIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) dan pemeringkatan UMKM, maupun penerbitan ketentuan pendukung,"tutup Erwin.

Maybank Raup Laba Bersih Rp 2,2 Triliun di 2018

Mon, 18 Feb 2019 - Maybank mencatat pendapatan bunga bersih tumbuh 5,2 persen menjadi Rp 8,1 triliun pada Desember 2018 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,7 triliun. Marjin bunga bersih pun meningkat sebesar 7 basis poin menjadi 5,2 persen.

NPI Kuartal IV 2018 Surplus US5,4 Milyar

Fri, 08 Feb 2019 - Bank Indonesia mencatat surplus transaksi modal dan finansial dalam keseluruhan tahun 2018 mencapai US$ 25,2 miliar.

BI: Optimisme Konsumen Tetap Terjaga

Thu, 07 Feb 2019 - Bank Sentral kembali merilis hasil survei konsumen pada bulan Januari 2019. Survei menyatakan Indeks Keyakinan Konsumen berada pada level optimis.

Cadangan Devisa RI Turun Karena Bayar Utang LN

Thu, 07 Feb 2019 - Cadangan devisa RI per Januari menurun akibat pembiayaan utang luar negeri. Namun menurut BI, cadangan devisa RI dinilai masih cukup tinggi dan berada di atas standar kecukupan internasional.

BI dan Menkeu: Inilah Saatnya Investor Tanam Modal

Wed, 30 Jan 2019 - Bank Sentral dan Kemenkeu mengajak investor untuk berinvestasi di Indonesia. Ajakan investasi ini didukung oleh kestabilan perekonomian Indonesia yang diprediksikan tetap terjaga ke depannya.

Salurkan 200M ke UMKM, Mandiri Gandeng BukaLapak

Mon, 28 Jan 2019 - Bank Mandiri menggandeng PT BukaLapak.com dalam kerja sama menyalurkan kredit bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Tahun 2018, Mandiri telah menyalurkan pembiayaan modal kerja sebesar Rp 78,23 triliun kepada pelaku UMKM di Indonesia.



Non Bank

IdEA Akan Gelar Pasar E-Commerce 2019

Menyadari potensi besar industri e-commerce di Indonesi

Penetrasi Pasar Jadi Tantangan E-commerce menjadi Unicorn

Asosiasi E-commerce Indonesia menilai penetrasi pasar b

Chubb Life Tunjuk Budi Tatawidjaja Sebagai Direktur Kepatuhan

PT Chubb General Insurance mengangkat Budi Tatawidjaja

Riset HSBC: Baru 30 Persen Orang Indonesia Sadar Investasi

Penelitian HSBC menunjukkan masih banyak orang Indonesi

Portofolio

Hadirkan Produk Derivatif GOFX, Pasar ICDX Semakin Liquid

GOFX adalah kelompok produk derivatif komoditi, terdiri

Pemanfaatan data Dispendukcapil, KSEI: Pembuatan Rekening Lebih Mudah

kerjasama ini dilakukan untuk memperdalam pasar investa

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi