Governance, Risk Management & Compliance

Perbaiki Kualitas, BSM Bukukan Laba Rp325,4 M

Rabu 1 Maret 2017 20:19:0

Laba bersih yang dibukukan BSM per Desember 2016 mencapai Rp325,4 miliar

Jakarta, Stabilitas-Upaya Manajemen BSM untuk terus fokus pada peningkatan kualitas membuahkan hasil. Sepanjang tahun 2016, Bank Syariah Mandiri mencatatkan kinerja yang baik untuk seluruh indikasi.

Dari sisi kualitas aktiva produktif perseroan mencatatkan perbaikan NPF (gross) semula 6,1% per Desember 2015 menjadi 4,9% per Desember 2016. Sementara NPF (nett) turun dari 4,1% per Desember 2015 menjadi 3,1% per Desember 2016. BSM berhasil mengumpulkan recovery ex write off termasuk margin per Desember 2016 sebesar Rp537 miliar.

’’Alhamdulillah kinerja kami sudah on track, makin membaik,’’ ujar Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Agus Sudiarto.

Tahun 2016, Manajemen mulai mengimplementasikan Corporate Plan 2016-2020 setelah pada tahun 2014 dan 2015 melakukan konsolidasi untuk fokus menangani pembiayaan bermasalah.

Sepanjang tahun 2016, Manajemen melakukan penguatan fungsi 3 pilar (bisnis, risk dan operation), membentuk command center untuk memonitor nasabah yang menunggak, mengimplementasikan stop & go policy baik per produk maupun per unit atas dasar threshold, meningkatkan kemampuan dan kompetensi tenaga telecollection, program reward berupa insentif penagihan, serta melakukan lelang jaminan.

Dengan semua langkah tersebut, Manajemen berhasil membukukan laba operasional sebelum beban PPAP/CKPN sebesar Rp1,60 triliun. Secara konsisten perseroan juga memperkuat rasio pencadangan dengan membentuk biaya PPAP sebesar Rp1,17triliun. Sehingga rasio cash coverage meningkat menjadi 67,25% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 58,11%.

Adapun laba bersih yang dibukukan BSM per Desember 2016 mencapai Rp325,4 miliar, naik 12,38% dibanding laba BSM per Desember 2015 yang sebesar Rp289,6 Miliar.

Direktur Utama BSM, Agus Sudiarto menyampaikan perolehan laba bersih selain berasal dari perbaikan kualitas aktiva produktif dan juga ditopang oleh meningkatnya pendapatan bersih, pengendalian biaya overhead serta penghematan biaya CKPN.

"Total pendapatan bersih BSM per Desember 2016 naik sebesar 12,72% menjadi Rp4,96 triliun dari semula Rp4,40 triliun per Desember 2015,"lanjut Agus.

Untuk aspek efisiensi Perseroan mampu menekan biaya operasional diindikasikan dengan BOPO menjadi 94,12% per Desember 2016 dibanding 94,78% pada periode yang sama tahun sebelumnya, serta Cost to Income Ratio (CER) mencapai 61,19% membaik dibandingkan periode sebelumnya sebesar 61,77%.

Agus juga mengungkap per Desember 2016 aset BSM mencapai Rp78,8 Triliun, naik 12,03% (yoy) dari Rp70,4 Triliun pada Desember 2015 dan tetap menjadi bank syariah dengan aset terbesar.

Peningkatan aset antara lain ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 12,62% (yoy) dari Rp62,1 Triliun per Desember 2015 menjadi Rp69,9 Triliun per Desember 2016. Sekitar 49,58% atau sebesar Rp34,7 Triliun dari total DPK merupakan Low Cost Fund (Giro dan Tabungan) atau dana murah.

Di tahun 2016, BSM juga mendapatkan penambahan dana setoran modal sebesar Rp500 miliar dari Bank Mandiri pada bulan November 2016. Saat ini BSM masuk ke dalam bank kategori Buku III dengan dengan modal inti di atas Rp5 triliun. Sehingga, dari sisi permodalan BSM semakin kuat dengan indicator capital adequacy ratio (CAR) per Desember 2016 sebesar 14,01%, meningkat dari 12,85% dibandingkan Desember 2015.

Lebih lanjut, Senior Executive Vice President BSM, Ade Cahyo Nugroho menyampaikan untuk Tabungan, BSM berada di posisi 10 besar bank nasional.

Kinerja positif lainnya adalah pembiayaan yang tumbuh 8,8% (yoy) atau meningkat Rp4,5 triliun dari Rp51,1 Triliun per posisi Desember 2015 menjadi Rp55,6 Triliun per Desember 2016. Pembiayaan tersebut tumbuh secara selektif fokus kepada segmen pilihan.

‘’Kami senantiasa konsisten untuk terus menumbuhkan pembiayaan dengan penjagaan kualitas agar perusahaan bisa menghasilkan profit yang optimal,’’ kata Ade.

Dari sisi jumlah nasabah, total rekening BSM untuk Dana Pihak Ketiga mencapai 6,47 juta rekening dan 360 ribu rekening untuk Pembiayaan sehingga BSM masih tetap mempimpin pangsa pasar bank syariah dengan market share per Desember 2016, Aset sebesar 22,11%, Dana Pihak Ketiga sebesar 25,04%, Pembiayaan sebesar 22,41%, serta Tabungan yaitu 32,58%.

Manajemen bersyukur karena kinerja perusahaan diapresiasi lembaga luar termasuk Pemerintah melalui penunjukan BSM sebagai satu-satunya bank syariah yang menjadi gateway tax amnesty dan agen penjual sukuk tabungan. Kinerja BSM memperoleh apresiasi dari eksternal berupa juara 1 Annual Report Award, Global Islamic Finance Award untuk Leadership in Developing Islamic Finance, juara 1 Service Excellence Award, Corporate Governance Performance Index (CGPI), CSR Award dll.

Tahun ini BSM tengah mengkampanyekan Program BSM Mengalirkan Berkah di mana BSM mengajak seluruh stakeholders termasuk nasabah untuk menciptakan nilai tambah dalam bisnis sehingga dengan nilai tambah tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bidik  Pertumbuhan KPR 13%, BSM Gandeng Ciputra Group

Wed, 12 Apr 2017 - BSM membidik pertumbuhan 13% karena potensi pembiayaan rumah cukup besar mengingat masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah

BSM Tawarkan Program Umrah Promo

Mon, 23 Jan 2017 - kerjasama tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian BSM agar masyarakat Indonesia terhindar dari penipuan umrah yang kerap terjadi

Bidik Segmen Ritel, BSM Sumut Gandeng Pemprov

Thu, 12 Jan 2017 - Melalui Nota Kesepahaman tersebut, BSM dan Pemprov Sumut bersepakat untuk bekerjasama dalam penggunaan jasa dan produk keuangan syariah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut.

BSM Buka Kesempatan Magang Bagi Pelajar dan Mahasiswa

Fri, 09 Dec 2016 - Untuk memenuhi kualifikasi tersebut, BSM membuka kesempatan bagi calon SDM keuangan syariah diantaranya mahasiswa konsentrasi keuangan syariah dan siswa SMK program studi keuangan syariah untuk melakukan praktek kerja lapangan (PKL).

BSM Raih Dana Segar Rp500 Miliar dari Bank Mandiri

Wed, 23 Nov 2016 - Dengan penambahan modal sebesar Rp500 miliar, modal disetor BSM menjadi Rp2,49 triliun dengan jumlah saham Bank Mandiri sebanyak 397,81 juta lembar saham. Adapun modal inti tercatat Rp6,09 triliun.



Non Bank

Bhinneka Life Kenalkan Asuransi pada Petani Tasikmalaya

“Dalam tiga tahun ke depan, kita akan memberikan eduk

Dorong Profesionalisme, AAJI Berharap 50% Agen Asuransi Jiwa Masuk MDRT

Kendati anggota MDRT Indonesia masih sekira 1 persen da

"The Gade Clean and Gold" Menukar Sampah menjadi Tabungan Emas

Masyarakat bisa menjual sampah dan hasil penjualannya b

PEFINDO Biro Kredit dan Trimegah Sekuritas Resmikan Perjanjian Keanggotaan

“Kami menyambut baik bergabungnya Trimegah Sekuritas

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi