Governance, Risk Management & Compliance

Perkuat Ekspor RI, BNI Rangkul Mitra Bisnis di Singapura

Kamis 20 September 2018 13:55:0

Sejumlah 11 perusahaan dengan fokus pembelian produk-produk asal Indonesia dan memasarkannya ke pasar internasional dirangkul untuk lebih bersinergi bersama BNI.

SINGAPURA, Stabilitas -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabangnya di Singapura menggandeng beberapa perusahaan yang berbasis di Singapura untuk memperkuat hubungan bisnis dengan sasaran utama peningkatan ekspor dari Indonesia ke pasar dunia.

Sejumlah 11 perusahaan dengan fokus pembelian produk-produk asal Indonesia dan memasarkannya ke pasar internasional dirangkul untuk lebih bersinergi bersama bank plat merah tersebut.

Pertemuan antara BNI dengan para pengusaha Singapura mengusung tema "Strengthening Strategic Partnership in Boosting Indonesia’s Export" di Singapura, Selasa (18/9/2018) malam. Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Bisnis Treasury & Internasional, Rico Rizal Budidarmo.

Acara ini menjadi bentuk apresiasi kepada perusahaan-perusahaan tersebut atas kontribusinya dalam mendorong transaksi ekspor Indonesia.

Diskusi intensif yang dilakukan BNI dengan para pengusaha tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan bisnis ke depan, sehingga pada akhirnya nanti dapat turut berperan aktif dalam mendukung strategi Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan cadangan devisa melalui transaksi ekspor.

Pertumbuhan ekspor Indonesia sangat diperlukan untuk mengurangi _current account deficit_ yang nantinya dapat memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Rico Rizal Budidarmo kembali menyampaikan komitmen BNI untuk menjadi partner strategis dan siap memberikan solusi ekpor dan impor bagi nasabahnya.

Rico mengatakan bahwa kerja sama yang saling menguntungkan antara perusahaan Singapura dalam mengembangkan bisnis dan penguatan ekonomi Indonesia merupakan arah bisnis BNI baik di Singapura maupun jaringan BNI lainnya di seluruh dunia.

Sepanjang Kuartal III 2018, BNI Singapura telah memberikan dukungan pembiayaan dan trade financing untuk mendorong ekspor Indonesia dengan total volume transaksi mencapai USD 550 juta. Sampai dengan akhir tahun ini, BNI Singapura masih akan menambah portofolio fasilitas trade financing untuk mendorong ekspor Indonesia.

Kinerja keuangan BNI Cabang Singapura menunjukkan peningkatan yang signifikan dimana sampai Semester I – 2018, laba yang berhasil dibuku adalah sebesar USD 7,2 juta atau tumbuh sebesar 21% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara dari sisi aset, data menunjukkan bahwa per Juni 2018, aset yang telah dibuku adalah sebesar USD 1,2 Milyar atau meningkat sebesar 22% dibandingkan posisi Juni 2017. Untuk kedepan, BNI Singapura berkomitmen untuk terus meningkatkan bisnis Indonesia related untuk mendukung penguatan ekonomi Indonesia.

Kinerja Gemilang, BNI Syariah Raih The Best Sharia Bank

Thu, 27 Sep 2018 - Penghargaan diberikan oleh Tempo Media Group bekerjasama dengan Indonesia Banking School yang merupakan penghargaan tahunan kepada institusi perbankan di Indonesia meliputi Bank Konvensional, Bank Syariah dan BPD,

Genjot Program Sejuta Rumah, BNI Gelar 1.046 Akad Kredit Massal

Wed, 26 Sep 2018 - Khusus pada penyaluran FLPP tahun 2018 ini BNI menggelar acara Penandatanganan Akad Kredit secara massal pada 1.046 debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) secara serentak di beberapa kota di Indonesia oleh BNI.

Kinerja Gemilang, BNI Syariah Raih The Best Sharia Bank

Wed, 26 Sep 2018 - Penghargaan diberikan oleh Tempo Media Group bekerjasama dengan Indonesia Banking School yang merupakan penghargaan tahunan kepada institusi perbankan di Indonesia meliputi Bank Konvensional, Bank Syariah dan BPD.

Dukung Program Lindung Nilai, BI, BNI, & BRI Gandeng 50 Top Eksportir

Mon, 24 Sep 2018 - Ketentuan yang diatur melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No.20/18/PADG/2018 itu menurunkan batas pengajuan minimum transaksi FX Swap Lindung Nilai dari USD 10 juta menjadi USD 2 juta.

BNI Layani Cash Management & Kredit Karyawan Asuransi Jasindo

Fri, 14 Sep 2018 - BNI menanamkan berbagai jasa perbankan yang menjadi keunggulannya untuk memudahkan proses bisnis Jasindo mulai dari layanan cash management hingga penyaluran kredit bagi para pegawai Jasindo.



Non Bank

Presiden Jokowi: Pengembangan Ekonomi Digital Butuh Kebijakan yang Akomodatif

Pengaturan yang akomodatif menjadi semakin penting, aga

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi d

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games

OJK Temukan 182 Fintech dan 10 Entitas Penawaran Investasi Tanpa Izin

Jumlah peer to peer lendingtidak berijin yang ditemukan

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi