Governance, Risk Management & Compliance

Permata Bank Kembali Adakan Wealth Wisdom

Selasa 13 Agustus 2019 22:35:0

Penyelenggaraan acara ini diharapkan bisa menyajikan cara pengelolaan kekayaan yang relevan bagi masyarakat dengan cepat seperti yang dibutuhkan pada masa kini.

JAKARTA, Stabilitas-- PermataBank kembali mengadakan acara Wealth Wisdom yang keenam, mengangkat tema: Mindfully Wealthy in 21st Century. Wealth Wisdom merupakan acara tahunan PermataBank yang memberikan sebuah perspektif berbeda akan esensi dari kekayaan dan kebahagiaan yang seutuhnya.

Wealth Wisdom merupakan acara tahunan PermataBank sejak tahun 2014, Acara ini merupakan The Largest Wholistic Wealth In Indonesia. Acara ini bertujuan memberikan edukasi dan memberikan inspirasi kepada jutaan keluarga Indonesia dalam memaknai literasi keuangan secara lebih baik.

Press Conference dihadiri oleh narasumber Djumariah Tenteram – Retail Banking Director, Sarjito selaku Deputi Komisioner, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Glenn Ranti – Head of Marketing Communications, Adjie Santosoputro - Emotional Healing & Mindfulness Expert, dan Susan Bachtiar – Selebriti yang akan membahas mengenai Wealth Wisdom 2019 secara lengkap.

Wealth Wisdom 2019: Mindfully Wealthy in 21st Century menghadirkan kelas-kelas yang komperhensif serta edukatif untuk menyampaikan beragam pesan yang berkaitan dengan sikap mindful yang diharapkan meningkatkan kekayaan hidup yang sesungguhnya. Terdapat lebih dari 39 sesi kelas inspiratif, 7 workshop, music performance dan movie screening dengan lebih dari 70 pembicara ternama yang akan memberikan paparan dan isu-isu terkini yang sering dihadapi oleh masyarakat metropiltan melalui sharing ilmu dan pengalaman mereka. Beberapa pembicara yang akan mengisi kelas-kelas Wealth Wisdom 2019 diantaranya adalah; Nadya Hutagalung, Reza Gunawan, Axton Salim, Desi Anwar, dan James Prananto.
"Di era percepatan seperti saat ini, pengelolaan kekayaan yang tepat harus disajikan dalam cara yang semakin relevan bagi masyarakat masa kini. Sesuai dengan tema yang diangkat dalam acara Wealth Wisdom tahun ini, PermataBank membahas mindfull secara menyeluruh dari berbagai aspek serta industri dengan menghadirkan berbagai tokoh inspirasional dan berkompeten dibidangnya. Hal ini merupakan salah satu wujud kepedulian dari PermataBank terhadap isu terkini dan membuat Wealth Wisdom menjadi wadah edukasi yang menginspirasi kekayaan dan kebahagiaan lintas generasi,"ujar Djumariah Tenteram – Retail Banking Director Bank Permata

Data dari riset PermataBank yang dilakukan ditiga kota besar di Indonesia, menyatakan bahwa, 3 dari 4 orang sering melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Riset ini membuktikan adanya kompleksitas yang dihadapi masyarakat metropolitan saat ini untuk dapat memenuhi apa yang mereka inginkan dan mempercepat segala prosesnya. Data lainnya menyatakan era disrupsi teknologi juga mempengaruhi tingkat intimasi kepada sesama, hampir 70 persen orang menggunakan smartphone pada saat makan bersama keluarga. Hal ini membuat kehangatan berkumpul bersama orang tercinta perlahan menjadi memudar.

Djumairah menambahkan, membahas mengenai media sosial, Indonesia terkenal dengan masyarakatnya yang senang berbagi lewat jejaring sosial ini, didapatkan data sebanyak 62 persen masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan untuk menggunakan media sosial selama setidaknya 4 jam dalam sehari. Hal ini tentunya membantu Informasi tersebar secara masif dan menimbulkan tren FOMO (Fear Of Missing Out), terbukti dari 2 dari 3 orang sebisa mungkin akan melakukan berbagai aktifitas yang sedang kekinian, secara tidak langsung tren ini menimbulkan rasa ketakutan ketinggalan sesuatu yang sedang tren dimasanya.

Berbagai kondisi tersebut membuat masyarakat modern harus benar – benar bisa bijak menyikapi semua hal yang terjadi di era percepatan saat ini untuk dapat mempertahankan kualitas hidupnya. Jangan sampai setiap perkembangan yang ada tidak disikapi dengan tepat sehingga menyebabkan kondisi kesehatan mental dan fisik menjadi terganggu, terlebih membuat makna dari kekayaan yang dimiliki pudar secara perlahan. PermataBank memaknai kekayaan menjadi enam pilar yaitu : relationship, social giving, health, money, spirituality, dan experience. Enam pilar tersebut yang membuat PermataBank percaya, bahwa ada faktor lain yang perlu dijaga selain materi dalam memaknai kekayaan yang sesungguhnya.  

Semua kelas dibuat secara menarik dengan gaya dan pembahasan inspiratif dari masing-masing pembicara. Terdapat juga serta 3 ekshibisi yaitu Mindful Universe #Shopalogic, Mindful Home #JanganDiTunda, dan Mindful Investing #InvestAsyik yang akan memberikan pengalaman baru untuk mereka dalam menikmati sebuah konferensi yang diadakan oleh institusi keuangan. Ada juga kegiatan sosial, Creator’s Auction yang hasilnya nanti akan diberikan sepenuhnya untuk program pendidikan dari CSR PermataBank yaitu PermataHati.

Sebagai pembeda dari tahun tahun sebelumnya selain dari tema yang angkat, tahun ini Wealth Wisdom 2019 kan dilangsungkan di dua kota besar; Jakarta pada tanggal 14-15 Agustus 2019 yang dibuka untuk umum dan Surabaya pada 14 September 2019 yang menjadi acara loyalti bagi Nasabah PermataBank Priority.

Amartha Gaet Bank Permata Tingkatkan Keamanan Transaksi

Mon, 12 Aug 2019 - Bank Permata menyediakan rekening dana lender bagi pemberi pinjaman di aplikasi Amartha.



Non Bank

Kian Mudah, Adira Perkenalkan Klaim #1JariBeres

Sepanjang tahun 2019, Adira Insurance telah menerima 4.

Kredivo Luncurkan Inovasi Terbaru

Melalui aplikasi ini, pengguna bisa memilih opsi cicila

Adira Insurance Buka Kantor Perwakilan di Pusat Perbelanjaan

Keberadaan kantor representatif Adira Insurance ingin m

Gandeng Ralali.com, ASM Maksimalkan E Commerce

Secara korporasi, kerjasama dengan Ralali.com ini juga

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi