Governance, Risk Management & Compliance

BI dan Menkeu: Inilah Saatnya Investor Tanam Modal

Rabu 30 Januari 2019 18:14:0

Bank Sentral dan Kemenkeu mengajak investor untuk berinvestasi di Indonesia. Ajakan investasi ini didukung oleh kestabilan perekonomian Indonesia yang diprediksikan tetap terjaga ke depannya.

JAKARTA, Stabilitas--Kondisi makro perekonomian yang stabil dan kebijakan makro ekonomi Pemerintah yang tersinkronisasi, telah menciptakan investasi yang kondusif. Dengan kondisi ekonomi Indonesia yang stabil dan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi di masa mendatang, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak para investor berinvestasi di Indonesia. 

"Sesuai tema Mandiri Investment Forum yakni "Invest Now", inilah saat yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia!' kata Perrry di acara forum investasi internasional Mandiri Investment Forum (MAF) 2019 di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Selain kondisi makro ekonomi yang stabil, BI juga optimis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan lebih stabil dan menguat pada tahun ini sehingga akan mampu berpengaruh positif bagi pertumbuhan ekonomi. 

Optimisme tersebut didasari sejumlah alasan, antara lain banyaknya dana asing yang masuk ke Indonesia, kenaikan Fed Fund Rate (FFR) yang akan lebih rendah dari tahun lalu, sinergi pemerintah dan bank sentral yang kuat mampu mendorong fundamental rupiah yang terus membaik serta mekanisme pasar valas yang lebih fleksibel. Hal tersebut bisa mendorong masuknya modal asing. 

"Tahun 2018 lalu aliran modal asing yang masuk ke Indonesia mencapai 12 miliar dolar AS dan pada Januari 2019 tercatat sekitar Rp19 triliun atau sekitar 1,4 miliar dolar AS,"ungkapnya.

Begitu halnya dengan kenaikan suku bunga acuan The Fed yang diperkirakan naik dua kali tahun ini , BI optimis bisa menjadi salah satu pendorong menguatnya mata uang rupiah. "Defisit transaksi berjalan yang makin baik bisa mempengaruhi juga,"kata dia.

Perry menambahkan, ekonomi Indonesia diproyeksi bisa tumbuh dalam rentang 5 hingga 5,4 persen pada tahun 2019 dan bertumbuh lebih baik dibandingkan pada 2018 lalu yang diproyeksikan hanya mencapai 5,1 persen.

"Agregasi pertumbuhan ekonomi kebanyakan datang dari permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga 5,2 persen sangat baik" ujar Perry.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ketahanan perekonomian Indonesia masih cukup tangguh kendati kondisi perekonomian global masih penuh tantangan. Tingkat konsumsi juga masih stabil di mana konsumsi rumah tangga tumbuh kuat di atas 5 persen.

"Inflasi terjaga pada level di  kisaran 3 persen. Kami selalu manfaatkan kebijakan fiskal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya melalui instrumen insentif perpajakan," kata Sri Mulyani.

Maybank Raup Laba Bersih Rp 2,2 Triliun di 2018

Mon, 18 Feb 2019 - Maybank mencatat pendapatan bunga bersih tumbuh 5,2 persen menjadi Rp 8,1 triliun pada Desember 2018 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,7 triliun. Marjin bunga bersih pun meningkat sebesar 7 basis poin menjadi 5,2 persen.

BKPM Lirik Investasi Sektor Pendidikan

Wed, 13 Feb 2019 - Kepala BKPM sedang menggarap proyek investasi di sektor pendidikan. Selain sektor pendidikan, dirinya juga tengah mempertimbangkan penanaman modal di sektor jasa seperti rumah sakit.

OJK Blokir 231 Aplikasi Pinjaman Ilegal

Wed, 13 Feb 2019 - Dalam kurun waktu dua bulan OJK telah menutup 231 aplikasi fintech ilegal yang memberikan pinjaman dan melakukan penagihan tidak beretika. OJK juga menghimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilh aplikasi pinjaman online.

NPI Kuartal IV 2018 Surplus US5,4 Milyar

Fri, 08 Feb 2019 - Bank Indonesia mencatat surplus transaksi modal dan finansial dalam keseluruhan tahun 2018 mencapai US$ 25,2 miliar.

BI: Optimisme Konsumen Tetap Terjaga

Thu, 07 Feb 2019 - Bank Sentral kembali merilis hasil survei konsumen pada bulan Januari 2019. Survei menyatakan Indeks Keyakinan Konsumen berada pada level optimis.

Cadangan Devisa RI Turun Karena Bayar Utang LN

Thu, 07 Feb 2019 - Cadangan devisa RI per Januari menurun akibat pembiayaan utang luar negeri. Namun menurut BI, cadangan devisa RI dinilai masih cukup tinggi dan berada di atas standar kecukupan internasional.



Non Bank

IdEA Akan Gelar Pasar E-Commerce 2019

Menyadari potensi besar industri e-commerce di Indonesi

Penetrasi Pasar Jadi Tantangan E-commerce menjadi Unicorn

Asosiasi E-commerce Indonesia menilai penetrasi pasar b

Chubb Life Tunjuk Budi Tatawidjaja Sebagai Direktur Kepatuhan

PT Chubb General Insurance mengangkat Budi Tatawidjaja

Riset HSBC: Baru 30 Persen Orang Indonesia Sadar Investasi

Penelitian HSBC menunjukkan masih banyak orang Indonesi

Portofolio

Hadirkan Produk Derivatif GOFX, Pasar ICDX Semakin Liquid

GOFX adalah kelompok produk derivatif komoditi, terdiri

Pemanfaatan data Dispendukcapil, KSEI: Pembuatan Rekening Lebih Mudah

kerjasama ini dilakukan untuk memperdalam pasar investa

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi